Bisnis.com, JAKARTA—Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menandatangani prasasti peresmian proyek Hunian Warisan Bangsa (HWB) Purwakarta, yang digarap oleh Grup PT Lippo Cikarang Tbk. (LPCK). Proyek ini memiliki nilai investasi sekitar Rp1,5 triliun.
Proyek HWB Purwakarta dimulai pada Juli 2025, memperoleh seluruh perizinan pada Oktober 2025, dan resmi diluncurkan pada Maret 2026 dengan konsep pre-selling (indent). Sejak peluncuran, proyek ini telah mencatat penjualan lebih dari 1.500 unit dalam waktu singkat.
HWB Purwakarta menghadirkan hunian satu kamar tidur dimulai dari Rp98 juta dan dua kamar tidur dari Rp115 juta. Harga tersebut di bawah harga pasar rumah bersubsidi, yang umumnya berada di atas Rp160 juta.
Hunian ini berada dalam kawasan terencana dengan infrastruktur lengkap dan konsep komunitas yang terpadu. Skema pembiayaan juga dirancang sangat ringan, dengan cicilan sekitar Rp500.000 per bulan. Bahkan, untuk unit satu kamar, tersedia program cicilan awal hanya sekitar Rp170.000 per bulan selama 15 bulan pertama.
Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan hunian berkualitas dengan harga terjangkau adalah kunci untuk membuka akses kepemilikan rumah bagi masyarakat luas.
“Ini adalah terobosan yang sangat penting. Ini bukan hanya tentang rumah, tetapi tentang masa depan dan martabat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (15/4/2026).
Dalam kunjungannya ke HWB Purwakarta pada Selasa (14/4/2026), turut hadir Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein (Om Zein). Kunjungan ini merupakan bagian dari implementasi program nasional Presiden dalam penyediaan 3 juta rumah, yang bertujuan membuka akses kepemilikan rumah bagi masyarakat luas, sekaligus meningkatkan kualitas hidup.
Komisaris PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR), sekaligus perwakilan LPCK, Ketut Budi Wijaya menyampaikan proyek HWB Purwakarta dapat berkontribusi dalam menghadirkan solusi perumahan yang nyata bagi masyarakat.
“Ini adalah contoh nyata bagaimana kolaborasi dan pemberdayaan dapat menghasilkan dampak besar,” ujarnya.
Dari sisi lokasi, Purwakarta merupakan salah satu kawasan industri paling strategis di Jawa Barat dan Indonesia, dengan lebih dari 6.000 pabrik yang beroperasi di sekitarnya. Lokasinya yang berada di antara Jakarta dan Bandung, serta didukung jaringan tol dan logistik yang kuat, menjadikannya pusat pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja.
Proyek ini memiliki nilai investasi sekitar Rp1,5 triliun. Pembangunan yang telah dimulai akan menciptakan lebih dari 3.000 lapangan kerja pada Juli–Agustus 2026.
Selain itu, lebih dari 95% material dan kontrak berasal dari dalam Provinsi Jawa Barat, dengan mayoritas bahan bangunan diperoleh dari wilayah sekitar. Lebih dari 80% tenaga kerja berasal dari kabupaten dan provinsi setempat.
“Hal ini menciptakan efek pengganda ekonomi yang kuat, meningkatkan aktivitas usaha lokal, serta memperkuat perekonomian daerah,” paparnya.
Di tengah tekanan global akibat konflik, krisis energi, dan inflasi, proyek seperti ini menjadi investasi yang bersifat anti-inflasi dan anti-siklus, mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan kepercayaan.
Proyek ini dikembangkan oleh HWB Group bersama Lippo Cikarang sebagai bagian dari program pemberdayaan pengembang lokal, yaitu Iwang Prejadi, yang fokus membangun rumah bersubsidi. Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana sinergi antara pengembang besar dan pengusaha lokal dapat menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.