#30 tag 24jam
Taipan Takemitsu Takizaki
Takemitsu Takizaki merupakan salah satu orang terkaya di Jepang. Ia sukses membangun raksasa inovasi teknologi bidang automasi pabrik, Keyence Corporation. [496] url asal
#takemitsu-takizaki #keyence-corporation #orang-terkaya #konglomerat #taipan #taipan-cnn-indonesia #keyence-corporation #cip-toshiba #amagasaki #ashiya #bloomberg #lead-electric-works #forbes #toy
(CNN Indonesia - Ekonomi) 21/06/26 18:29
v/255627/
Takemitsu Takizaki merupakan salah satu orang terkaya di Jepang. Ia sukses membangun raksasa inovasi teknologi bidang automasi pabrik, Keyence Corporation.
Forbes mencatat, per Minggu (21/6), total kekayaan pria yang hanya lulusan SMA ini menembus US$22,9 miliar atau sekitar Rp408,2 triliun (asumsi kurs Rp17.826 per dolar AS).
Tumpukan hartanya itu membuat Forbes menempatkan Takizaki sebagai orang terkaya ke-3 pada Daftar 50 Orang Terkaya Jepang 2026 dan posisi ke-128 pada Lis Konglomerat Terkaya Dunia.
Dilansir dari berbagai sumber, Takizaki lahir di Ashiya, Prefektur Hyogo, Jepang pada 10 Juni 1945. Ia dibesarkan oleh keluarga kelas menengah biasa yang harus menghadapi masa sulit usai Jepang kalah Perang Dunia ke-II.
Takizaki menghabiskan masa kecilnya di Amagasaki, wilayah tempat banyak pabrik dan industri manufaktur berkembang. Di kota itulah minatnya terhadap teknologi dan inovasi tumbuh.
Mengutip Bloomberg, Takizaki memilih untuk langsung bekerja dan tak melanjutkan kuliah usai lulus SMA pada 1964. Pekerjaan pertamanya adalah menjadi karyawan bagian komponen elektronik dan otomatisasi manufaktur.
Kala itu, Takizaki bertugas di bagian penjualan dan dukungan teknis. Tak ayal, ia pun memahami betul kebutuhan sistem automasi yang meningkat saat Negeri Sakura mulai beralih dari era pertanian ke industrialisasi.
Di sana, ia melihat peluang dari tuntutan inovasi sistem sensor dan pengendali demi meningkatkan efisiensi operasional pabrik.
Selama satu dekade bekerja, Takizaki sempat berbisnis beberapa kali yang berujung gagal. Tak menyerah, Takizaki pun mendirikan Lead Electric Works dengan tiga karyawan pada 1972.
Sejak awal, perusahaan langsung menargetkan pabrik manufaktur yang kian menjamur. Perusahaan fokus untuk menjawab permasalahan pada sistem automasi seperti penjualan sensor khusus hingga komponen otomatisasi sesuai kebutuhan.
Perusahaan berkembang pesat di bawah kepemimpinan Takizaki. Pada 1986, Takizaki mengganti nama Lead Electric menjadi Keyence Corporation yang berasal dari kata "Key of Science" (kunci ilmu pengetahuan).
Dalam menjalankan bisnisnya, Takizaki menerapkan sistem penjualan langsung untuk menjawab permasalahan masing-masing klien yang berasal dari industri otomotif, elektronika, hingga pengemasan. Cara ini ternyata bisa mengamankan margin keuntungan yang tinggi bagi Keyence.
Salah satu keberhasilan perusahaan adalah menciptakan sensor presisi khusus untuk jalur perakitan cip Toshiba hingga mobil Toyota. Selain sensor, perusahaan juga memproduksi pemindai kode batang (barcode scanner) hingga mikroskop untuk kebutuhan riset.
Inovasi dan adaptasi teknologi baru terus dilakukan oleh SDM bertalenta yang diberikan kompensasi tinggi. Bahkan, Keyence dikenal sebagai salah satu perusahaan yang menggaji tinggi karyawannya dengan rata-rata di atas 20 juta yen (sekitar Rp2,2 miliar) per tahun.
Takizaki menjabat sebagai chairman dan direktur perwakilan hingga 2015. Setelah itu, ia tetap mengawasi jalannya perusahaan sebagai chairman kehormatan.
Mengutip laman Keyence, perusahaan kini berkembang menjadi raksasa di bidangnya yang mempekerjakan lebih dari 12 ribu karyawan di 46 negara.
Perusahaan melayani 350 ribu klien di 110 negara dengan penjualan dari luar Jepang menopang sekitar dua per tiga penjualan. Tahun lalu, perusahaan meraup pendapatan sebesar US$7,088 miliar dengan pendapatan bersih sebesar US$2,667 miliar.
Saat ini, Takizaki menghabiskan masa senjanya bersama keluarga di Osaka, Jepang. Ia memiliki seorang putra, Takeshi Takizaki, yang memilih untuk tidak terlibat langsung pada operasional Keyence.
Taipan Gérard Wertheimer
Gérard Wertheimer merupakan pewaris dan pemimpin rumah mode mewah, Chanel. Hartanya Rp704 triliun dari bisnis fesyen mewah hingga pacuan kuda. [731] url asal
#g-eacute-rard-wertheimer #chanel #keluarga-wertheimer #alain-wertheimer #gerard-wertheimer #taipan-cnn-indonesia #orang-terkaya #wertheimer-et-frre #g-j-cleverley #eliane-fischer #swiss #gol
(CNN Indonesia - Ekonomi) 14/06/26 09:00
v/249482/
Botol parfum Chanel No. 5 mungkin hanya seukuran telapak tangan. Namun produk parfum mewah nan ikonis itu menjadi salah satu fondasi kerajaan bisnis bernilai puluhan miliar dolar AS milik Gérard Wertheimer.
Di balik kejayaan Chanel, rumah mode yang melahirkan parfum legendaris Chanel No. 5 dan tas-tas mewah incaran kalangan elite dunia, Gerard nyaris tak pernah muncul di majalah bisnis atau menjadi bahan perbincangan publik. Ia teguh mempertahankan reputasinya sebagai 'miliarder senyap', yang nyaris tak pernah memberikan wawancara.
Sumber utama kekayaan Gérard berasal dari Chanel, merek yang telah berkiprah hampir 100 tahun di industri barang mewah. Bersama kakaknya, Alain Wertheimer, ia memimpin perusahaan fesyen yang identik dengan kemewahan dan eksklusivitas tersebut.
Gerard lahir pada 17 April 1951 di Paris, Prancis dari keluarga Yahudi. Ia putra pengusaha sekaligus pemilik kuda pacu, Jacques Wertheimer, dan Eliane Fischer.
Kakeknya, Pierre Wertheimer, mendirikan Chanel bersama Coco Chanel pada 1924, kemudian memperoleh hak eksklusif untuk memasarkan parfum Chanel, termasuk Chanel No. 5 yang legendaris.
Chanel dikenal lewat desain-desain klasiknya seperti little black dress, tas quilted, dan setelan tweed. Setelan tweed berbahan kain wol tebal bertekstur kasar yang berasal dari tradisi busana Inggris dan Skotlandia. Dalam dunia Chanel, setelan tweed menjadi salah satu desain paling ikonik sejak diperkenalkan oleh Coco Chanel pada 1950-an.
Akar kekayaan keluarga Wertheimer bermula pada akhir abad ke-19, ketika buyut Gérard, Ernest Wertheimer, berinvestasi di perusahaan kosmetik dan parfum Bourjois. Fondasi bisnis itu semakin dikokohkan oleh Pierre Wertheimer pada 1924, dengan membentuk kemitraan dengan Coco Chanel untuk mendirikan Parfums Chanel.
Kesepakatan tersebut memberi keluarga Wertheimer hak mayoritas atas bisnis parfum Chanel, termasuk Chanel No. 5, salah satu parfum paling terkenal sepanjang sejarah.
Setelah Jacques Wertheimer meninggal pada 1996, Gérard dan Alain mewarisi hampir 100 persen saham Chanel. Meski baru resmi menahkodai Chanel pada 1996, Gerard dan Alain sebenarnya sudah terlibat dalam pengelolaan perusahaan sejak awal 1980-an sebagai generasi penerus keluarga.
Mereka memodernisasi merek tersebut dengan menunjuk Karl Lagerfeld sebagai direktur kreatif pada 1983.
Lagerfeld lantas merevolusi citra Chanel tanpa menghilangkan identitas elegan khas Prancis yang dimilikinya. Peragaan busana Chanel menjelma menjadi peristiwa budaya yang memperkuat posisinya di industri fesyen mewah.
Chanel juga melakukan sejumlah akuisisi strategis. Misalnya, membeli perusahaan produsen jam tangan Swiss Bell & Ross dan pembuat sepatu Inggris G.J. Cleverley.
Di dalam perusahaan, Gérard lebih banyak menangani bisnis jam tangan. Ia memimpin divisi arloji Chanel dan menetap di Swiss.
Gerard menjadi sosok penting di balik kesuksesan koleksi jam tangan J12 yang diluncurkan pada 2000. Jam tangan berbahan keramik berteknologi tinggi itu menjadi salah satu produk paling sukses Chanel di luar dunia fesyen dan parfum, sekaligus memperkuat posisi Chanel di pasar jam mewah.
Alain dan Gerard menyulap Chanel menjadi kerajaan barang mewah dunia, dengan memperluas bisnis dari parfum ke haute couture, busana siap pakai, aksesori, perhiasan, dan produk kecantikan. Chanel berkembang menjadi salah satu merek mewah paling bernilai di dunia, sejajar Louis Vuitton, Gucci, dan Hermès.
Pada 2025, Chanel membukukan pendapatan tahunan lebih dari US$15 miliar dengan penjualan kuat di Eropa, Amerika Serikat, dan Asia.
Berbeda dengan rival-rivalnya, Gérard dan Alain mempertahankan Chanel sebagai perusahaan tertutup. Dengan status private company, keduanya dapat fokus pada pertumbuhan jangka panjang tanpa tekanan dari pemegang saham publik.
Selain Chanel, Gérard dan keluarganya mengelola kantor investasi keluarga bernama Mousse Partners yang berbasis di Bermuda. Melalui perusahaan ini mereka berinvestasi di berbagai sektor, mulai dari kosmetik, produk konsumen, hingga real estat.
Keluarga Wertheimer juga memiliki sejumlah perkebunan anggur prestisius di Prancis, seperti Château Rauzan-Ségla dan Château Canon, serta kebun anggur di Napa Valley, Amerika Serikat.
Di luar bisnis, Gérard merupakan pecinta balap kuda. Bersama Alain, ia mengelola kandang balap Wertheimer et Frère yang telah melahirkan sejumlah kuda juara dunia, termasuk Goldikova yang mencetak sejarah dengan tiga gelar beruntun Breeders' Cup Mile.
Forbes menaksir kekayaan Gérard Wertheimer mencapai US$39,6 miliar atau sekitar Rp704 triliun (asumsi kurs Rp17.779 per dolar AS).
Angka tersebut menempatkan Gérard Wertheimer di jajaran orang terkaya sejagat raya, di peringkat ke-52 versi Forbes.
Meski memiliki kekayaan puluhan miliar dolar AS, Gérard dikenal menjalani kehidupan yang sangat tertutup. Ia jarang menghadiri acara publik, tidak punya media sosial, serta nyaris tak pernah memberikan wawancara.
Gérard bahkan dijuluki silent billionaire atau miliarder senyap karena gaya hidupnya yang sangat tertutup. Ia diketahui telah menikah dan memiliki dua anak.
[Gambas:Youtube]
Surya Midha merupakan salah satu konglomerat muda dunia yang sukses dari usaha rintisan di era kecerdasan buatan (AI), Mercor.
Surya Midha merupakan salah satu konglomerat muda dunia yang sukses dari usaha rintisan di era kecerdasan buatan (AI), Mercor. [384] url asal
#surya-midha #orang-terkaya #konglomerat #taipan #taipan-cnn-indonesia #taipan-cnnindonesia #kecerdasan-buatan #openai #mercor #mark-zuckerberg #brendan-foody #adarsh-hiremath #seri-c #paypay #fa
(CNN Indonesia - Ekonomi) 31/05/26 18:20
v/236296/
Surya Midha merupakan salah satu konglomerat muda dunia yang sukses dari usaha rintisan di era kecerdasan buatan (AI), Mercor.
Forbes mencatat, per Minggu (31/5), total kekayaan pria berusia 22 tahun ini mencapai US$2,2 milar atau sekitar Rp39 triliun (asumsi kurs Rp17.800 per dolar AS).
Total kekayaannya itu membuat Forbes menempatkan Midha sebagai miliarder termuda dari usaha sendiri (selfmade) pada Daftar Orang Terkaya Dunia Oktober 2025.
Kala itu, usia Midha masih 22 tahun. Sebagai pembanding, pendiri Facebook Mark Zuckerberg meraih gelar yang sama saat berusia 23 tahun.
Dilansir dari berbagai sumber, Midha lahir di Mountain View, AS pada 3 Juni 2003. Ia dibesarkan oleh keluarga keturunan India yang bermigrasi ke AS.
Selama remaja, Midha tergolong siswa yang berprestasi. Saat menempuh pendidikan menengah di Bellarmine College Prepatory, Midha pernah menjuarai kompetisi debat tingkat nasional.
Setelah itu, Midha kuliah di Georgetown University dengan mengambil jurusan studi luar negeri. Pada 2023, Midha memutuskan untuk cuti kuliah, sebelum akhirnya drop out, dan mendirikan Mercor di San Fransisco, AS.
Mercor adalah platform startup yang membantu proses perekrutan dengan teknologi AI. Midha mendirikan perusahaan tersebut bersama dua orang teman SMA-nya, Brendan Foody dan Adarsh Hiremath.
Ketiganya adalah penerima beasiswa dan konglomerat pendiri Paypay, Peter Thiel. Adapun porsi kepemilikan saham Midha di perusahaan tersebut diperkirakan 22 persen.
Dengan platform itu, proses perekrutan tenaga kerja bisa lebih singkat serta mengurangi biasa manusia sehingga kandidat yang terpilih murni berdasarkan kompetensi mereka.
Beberapa fiturnya di antaranya membantu proses penyaringan resume kandidat hingga wawancara berbasis AS. Perusahaan mendapatkan komisi dari biaya pencarian per jam dan tarif pencocokan pekerjaan.
Tak disangka, usaha rintisan itu sukses. Salah satu klien perusahaan adalah OpenAI.
Selama periode September 2024 hingga September 2025 pendapatan perusahaan melesat dari US$2 juta ke US$500 juta. Sepanjang tahun lalu, perusahaan meraup pendapat US$760 juta.
Mengutip Tech Cruch, perusahaan terus berkembang hingga menyediakan ahli profesional di bidang tertentu untuk melatih model AI yang digunakan, termasuk ilmuwan, dokter dan pengacara.
Saat putaran pendanaan seri C pada 2025 lalu, kapitalisasi pasar Mercor disebut mencapai US$10 miliar. Berdasarkan laporan CNBC, perusahaan berhasil mengumpulkan US$350 juta dari investor saat itu.
Sejak Oktober 2025, Midha menjabat sebagai Chairman Mercor setelah sebelumnya menduduki kursi Chief Operation Officer. Saat ini, Midha di tinggal di San Diego, AS, dan memilih untuk menjauh dari sorotan media.
Taipan - Michael Saylor
Angka kepemilikan Bitcoin atas nama perusahaan maupun pribadi digadang-gadang bisa membuat kekayaan Michael Saylor mengalahkan harta Elon Musk. [1,045] url asal
#taipan #taipan-cnn-indonesia #elon-musk #michael-saylor #microstrategy #bitcoin #kripto #orang-terkaya #rotc #kpmg #business-intelligence #michael-saylor #saylor-org #angkatan-udara #dupont
(CNN Indonesia - Ekonomi) 24/05/26 20:59
v/230769/
Beberapa waktu lalu, muncul perkiraan posisi Elon Musk sebagai orang terkaya sejagat raya terancam direbut Michael Saylor.
Saylor adalah miliarder asal Amerika Serikat (AS) yang dikenal sebagai pendiri Strategy, yang dulu bernama MicroStrategy. Ini adalah perusahaan teknologi yang bergerak di bidang perangkat lunak analitik data dan business intelligence (BI).
Bisnis utama Strategy adalah membuat software yang membantu perusahaan menganalisis data dalam jumlah besar untuk pengambilan keputusan bisnis.
Produk mereka dipakai untuk membuat dashboard data perusahaan, menganalisis penjualan dan keuangan, memantau performa bisnis secara real time, mengolah data pelanggan, hingga mendukung strategi pemasaran dan operasional.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Strategy jauh lebih terkenal sebagai investor Bitcoin. Perusahaan sangat agresif membeli bitcoin sebagai aset. Kas perusahaan bahkan utang dipakai untuk membeli Bitcoin dalam jumlah besar.
Bahkan, Strategy tercatat sebagai perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar di dunia. Hal ini berdasarkan data BitcoinTreasuries.net, situs pemantau kepemilikan Bitcoin yang secara rutin mencatat jumlah Bitcoin yang dimiliki perusahaan-perusahaan publik dunia.
BitcoinTreasuries.net melaporkan per Mei 2026, kepemilikan Bitcoin Strategy sekitar 818 ribu koin, jauh melampaui perusahaan lain.
Nah, gara-gara kepemilikan Bitcoin super jumbo Startegy itu Saylor diramal bisa menyalip Elon Musk soal jumlah harta. Veteran dunia kripto, Samson Mow, memprediksi kekayaan Saylor bakal melewati Bos Tesla jika harga Bitcoin tembus US$4,2 juta per koin.
Hitung-hitungan Mow berdasarkan kepemilikan pribadi Saylor yang tembus 17.732 Bitcoin yang dibuka dalam pengungkapan publik terakhirnya.
Ditambah lagi kepemilikan Bitcoin di Strategy. Sebagai informasi, Saylor memegang sekitar 9,9 persen saham Strategy. Mei ini, perusahaan tersebut tercatat punya 818.869 Bitcoin.
Namun, tak semua pakar kripto sepakat dengan Mow. Analisisnya dinilai lebih berdasarkan asumsi. Perhitungan soal komparasi kekayaan Saylor dan Musk dinilai luput menghitung pertumbuhan kekayaan bersih Musk di masa depan dari proyek-proyek ambisius, termasuk Dyson Swarm.
Forbes memperkirakan kekayaan Saylor sekitar US$4,8 miliar atau setara Rp85 triliun (asumsi kurs Rp17.698. Sementara, harga Musk diprediksi tembus US$827,7 triliun atau sekitar Rp14.637 triliun.
Michael Saylor lahir pada 4 Februari 1965 di Lincoln, Nebraska, AS. Ayahnya adalah perwira senior angkatan udara (AU). Masa kecilnya dihabiskan di berbagai pangkalan AU AS di seluruh dunia.
Pada 1983, Saylor berkuliah di Massachusetts Institute of Technology (MIT) dengan beasiswa penuh Air Force Reserve Officers' Training Corps (ROTC).
Ia belajar di dua jurusan sekaligus, yakni teknik aeronautika dan astronautika (aeronautics and astronautics), yang berkaitan dengan teknologi pesawat dan luar angkasa dan sejarah sains (history of science).
Di MIT, Saylor bergabung dengan organisasi persaudaraan mahasiswa Theta Delta Chi, di mana ia berkenalan dengan Sanju Bansal yang kelak menjadi rekan pendiri MicroStrategy.
Sayang, Saylor gagal menjadi pilot karena terganjal masalah medis. Ia lantas bekerja di perusahaan konsultan The Federal Group dan fokus pada pemodelan simulasi komputer untuk perusahaan integrasi software pada 1987.
Setahun kemudian, Saylor menjadi konsultan internal di DuPont. Ia mengembangkan model komputer untuk membantu perusahaan memprediksi perubahan pasar.
Dari tabungan gajinya di DuPont, Saylor dan Sanju Bansal mendirikan MicroStrategy pada 1989. Semula, perusahaan ini perangkat lunak data mining.
Seiring berjalannya bisnis, MicroStrategy fokus menggarap software business intelligence. Pada 1992, MicroStrategy mendapat kontrak US$10 juta dari McDonald's untuk membuat aplikasi analisis efektivitas promosi perusahaan.
Pada 1998, Saylor membawa MicroStrategy melantai di bursa saham, dengan penawaran saham perdana sebanyak 4 juta lembar di harga US$12 per saham. Harga sahamnya langsung melesat dua kali lipat pada hari pertama perdagangan.
Pada 1996, KPMG menobatkannya sebagai "Washington High-Tech Entrepreneur of the Year".
Setahun kemudian, Ernst & Young memilihnya sebagai "Software Entrepreneur of the Year". Selain itu, MIT Technology Review juga memasukkannya dalam daftar "Innovator Under 35" pada 1999.
Selain memimpin bisnis, Saylor juga menulis buku. Yang paling populer adalah judul The Mobile Wave: How Mobile Intelligence Will Change Everything. Karya ini masuk daftar best seller The New York Times.
Ia juga menaruh perhatian pada sektor pendidikan dengan meluncurkan platform Saylor.org pada 2008 sebagai inisiatif pendidikan gratis.
Saylor memang terkenal sebagai 'fans berat' Bitcoin. Ia yakin aset kripto tersebut akan menggantikan emas sebagai alat lindung nilai.
Meski dikritik sejumlah tokoh, Saylor tetap yakin Bitcoin merupakan alat lindung nilai yang tahan inflasi, serta aset finansial yang revolusioner.
Saking optimisnya dengan Si Raja Koin, pada laporan kinerja kuartalan Juli 2020, Saylor mengumumkan MicroStrategy akan mempertimbangkan membeli Bitcoin, emas, atau aset alternatif lain dibanding hanya menyimpan uang tunai.
Sebulan berselang, MicroStrategy merogoh US$250 juta kas perusahaan untuk memborong 21.454 Bitcoin. Langkah ini ikut mempopulerkan istilah digital asset treasury (DAT), yang berarti perusahaan publik yang menyimpan aset kripto sebagai cadangan perusahaan.
MicroStrategy kemudian terus menambah kepemilikan Bitcoin hingga mencapai puluhan miliar dolar AS.
Pada Februari 2025, MicroStrategy berganti nama menjadi Strategy. Logo perusahaan juga baru, yakni menggunakan huruf "B" bergaya khusus sebagai simbol strategi Bitcoin mereka.
Tak cuma itu, warna utama perusahaan juga diubah menjadi oranye. Warna ini melambangkan energi, kecerdasan, dan Bitcoin.
[Gambas:Photo CNN]
Pada 2000, SEC menuduh Saylor dan dua pejabat MicroStrategy memanipulasi laporan keuangan selama dua tahun sebelumnya.
Namun, SEC dan perusahaan akhirnya mencapai penyelesaian. Perusahaan setuju menunjuk direktur independen untuk memastikan kepatuhan regulasi.
Saylor hanya membayar denda US$350 ribu dan mengembalikan keuntungan pribadi sebesar US$8,3 juta.
Setelahnya, MicroStrategy mengumumkan akan merevisi laporan keuangan dua tahun sebelumnya. Akibat kabar itu, harga saham anjlok 62 persen dalam sehari menjadi US$120 per saham. Kejatuhan itu dianggap sebagai salah satu momen penting pecahnya gelembung dot-com.
Seiring anjloknya harga saham perusahaan, kekayaan Saylor turun sekitar US$6 miliar.
Kepemimpinan Saylor menuai kritik sejumlah investor kakap. Pada 8 Agustus 2022, Saylor menjadi executive chairman MicroStrategy dan menunjuk Phong Le sebagai CEO baru.
Di masa pandemi Covid-19, Saylor sempat viral gara-gara memo ke internal pegawai MicroStrategy. Pada Maret 2020, ia menulis memo panjang berisi kritik kebijakan pembatasan sosial.
Menurutnya, konsep social distancing dan pembatasan mobilitas sebagai sesuatu yang 'melemahkan jiwa. Saylor juga ogah menerapkan tutup kantor dan menerapkan bekerja dari rumah (WFH), kecuali diwajibkan secara hukum.
Memo itu sempat bocor ke publik, bahkan dimuat ulang oleh Washington Business Journal.
Ia juga pernah tersandung gugatan penipuan pajak. Pada 31 Agustus 2022, Jaksa Agung Distrik Columbia menggugat Saylor atas dugaan penggelapan pajak.
Saylor dituduh menghindari pembayaran pajak lebih dari US$25 juta dengan mengklaim tinggal di negara bagian lain selama 2005-2021. Pada Juni 2024, ia menyelesaikan sengketa pajak itu dengan membayar denda sebesar US$40 juta.
Alexey Mordashov Anak Buruh Jadi Orang Terkaya Rusia Harta Rp647,04 T
Kabar teranyar, Superyacht mewah bernama Nord milik Mordashov dikabarkan melenggang melintasi Selat Hormuz pada April lalu. [568] url asal
#taipan #alexey-mordashov #orang-terkaya-rusia #rusia #putin #vladimir-putin #taipan-cnn-indonesia #severstal #industri-baja #investasi #selat-hormuz #amerika-serikat #forbes-billionaires #no
(CNN Indonesia - Ekonomi) 17/05/26 12:35
v/222833/
Nama Alexey Mordashov mengacu pada sosok Bos Baja Rusia dengan kekayaan US$36,9 miliar atau setara Rp647,04 triliun (kurs Rp17.533) per Mei 2026, menurut Forbes Billionaires.
Mordashov merupakan pemegang saham mayoritas dan pemimpin Severstal, salah satu perusahaan baja dan pertambangan terbesar di Rusia.
Bos besar perusahaan baja itu juga masih mempertahankan gelarnya sebagai orang terkaya di Rusia.
Pria yang dijuluki "anak buruh jadi miliarder" itu dikenal memiliki kemampuan kalkulasi tajam, ambisi tanpa kompromi, dan kebal terhadap terjangan badai termasuk geopolitik saat ini.
Kabar teranyar, Superyacht mewah bernama Nord milik Mordashov dikabarkan melenggang melintasi Selat Hormuz pada April lalu.
Padahal, itu area krusial bagi jalur distribusi energi dunia yang diblokir Iran sejak memanasnya geopolitik dengan Amerika Serikat dan Israel akhir Februari.
[Gambas:Youtube]
Sosok Mordashov turut menjadi salah satu simbol ketahanan perusahaan Rusia. Dari anak pekerja buruh hingga menjadi maestro baja yang digempur sanksi global, kisah hidupnya mencerminkan bahwa adaptasi cepat dalam bisnis menjadi satu-satunya jalan untuk bertahan hidup.
Buruh Pabrik
Langkah Mordashov untuk menjadi miliarder Rusia berawal dari gelar yang disandangnya sebagai anak dari buruh penggilingan baja biasa. Masa kecilnya akrab dengan deru mesin dan aroma besi, yang kemudian lingkungan membentuk etos kerjanya.
Mordashov muda dikenal memiliki bakat dalam hal angka dan menempatkannya ke posisi Direktur Keuangan di sebuah pabrik baja lokal saat usianya masih sangat muda. Dari sana pula takdirnya berubah, ketika direktur pabrik yang sepuh memerintahkan Mordashov muda untuk membeli saham-saham pabrik dari para pekerja.
Upaya tersebut dilakukan agar aset perusahaan tidak jatuh ke tangan pihak asing atau oportunis luar. Hal itu sekaligus menjadi langkah awal Mordashov melangkah menjadi miliarder, dengan mengonsolidasikan mayoritas saham tersebut untuk dirinya sendiri.
Kini, Mordashov menjadi pemegang saham mayoritas di perusahaan baja Severstal yang ia pimpin sebagai CEO selama 19 tahun, sebelum akhirnya mengundurkan diri pada 2015.
Pada 2022, ia sempat dikenakan sanksi oleh negara Barat dan segera mentrasfer kepemilikan aset-aset pentingnya, termasuk saham perusahaan rekreasi TUI dan perusahaan Nordglod. Kini, kepemilikan sahamnya di Severstal tersisa 77 persen setelah sempat kehilangan US$400 juta pada 2022 imbas sanksi Barat.
Sanksi Barat
Mordashov menjadi salah satu yang terdampak konflik Perang Ukraina dan Rusia hingga dijatuhi sanksi Barat sejak 2022 hingga saat ini. Salah satu alasannya, karena kedekatannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Saat sanksi dijatuhkan, Mordashov sempat mengeluarkan pernyataan yang menyebut konflik sebagai "tragedi dua bangsa persaudaraan" dan menegaskan bahwa dirinya "sama sekali tidak ada hubungannya dengan ketegangan politik saat ini".
Namun, Uni Eropa secara tegas menyatakan bahwa Mordashov adalah sekutu finansial Putin yang mendapatkan keuntungan dari aneksasi Krimea dan destabilisasi Ukraina. Akibatnya, aset-asetnya di Eropa (termasuk kapal pesiar mewah senilai ratusan juta dolar) dibekukan atau disita.
Tertutupnya akses ke pasar Barat, membuat Mordashov sepenuhnya merapat ke kubu Kremlin. Sepanjang 2025 hingga Mei 2026, Mordashov secara bertahap memindahkan struktur kepemilikan Severstal dari perusahaan cangkang di luar negeri (offshore) ke wilayah yurisdiksi domestik Rusia.
Mordashov dan Putin
Pria yang memiliki tujuh anak tersebut diketahui dekat dengan orang nomor satu di Rusia, Vladimir Putin. Bukan hanya sebagai pengusaha, Mordashov juga menjadi bagian dalam lingkaran ekonomi krusial untuk stabilitas rezim Putin.
Kehadiran Severstal digadang-gadang sebagai wujud dukungan Mordashov untuk infrastruktur Rusia. Hal itu dilakukan dengan menyediakan lapangan kerja massal, hingga menyetorkan pajak dalam jumlah besar ke kas Negeri Beruang Putih tersebut.
Bos kelahiran Cherepovets 60 tahun lalu itu juga dipercaya mengamankan proyek-proyek strategis Rusia. Ia tak segan menginvestasikan kekayaannya di sektor-sektor yang menurut Putin penting untuk keamanan nasional.
Germn Larrea, Juragan Tambang Misterius Meksiko Berharta Rp1.103 T
Germán Larrea adalah salah satu orang terkaya di Meksiko. Kekayaannya berasal dari perusahaan tambang tembaga terbesar di Negeri Sombrero, Grupo México. [435] url asal
#german-larrea #tambang #meksiko #taipan #konglomerat #orang-terkaya-dunia #taipan-cnn-indonesia #grupo-mexico #sonora #banamex #forbes #germn-larrea #peru #florida #citibank #southern-copper-co
(CNN Indonesia - Ekonomi) 10/05/26 20:36
v/217164/
Germán Larrea adalah salah satu orang terkaya di Meksiko. Kekayaannya berasal dari perusahaan tambang tembaga terbesar di Negeri Sombrero, Grupo México.
Berdasarkan data Forbes, Minggu (10/5), kekayaan Larrea mencapai US$63,5 miliar atau sekitar Rp1.103,46 triliun (asumsi kurs Rp17.377 per dolar AS). Majalah bisnis internasional itu pun menempatkan Larrea pada peringkat ke-33 orang terkaya di dunia.
Lantas bagaimana perjalanan hidup Larrea?
Dilansir dari berbagai sumber, Germán Larrea Mota Velasco lahir di Mexico City pada 26 Oktober 1953. Ia adalah putra dari 'Raja Tembaga' Jorge Larrea Ortega, pendiri raksasa tambang tembaga Grupo Mexico.
Tak banyak informasi mengenai kehidupan masa kecilnya. Setelah lulus pendidikan dasar, Larrea melanjutkan pendidikan tinggi di Universidad Anahuac di Mexico City dengan mengambil jurusan Teknik dan Administrasi Bisnis.
Setelah lulus, Larrea tak langsung terjun ke industri pertambangan. Ia memilih untuk mendirikan perusahaan percetakan dan penerbitan sendiri, Grupo Impresa, pada 1978.
Pada 1981, ia akhirnya terjun ke bisnis keluarga dan mulai dipercaya untuk mengisi berbagai posisi penting. Pada saat yang sama, ia masih memimpin Grupo Impresa sebagai Chairman dan CEO.
Kendati, pada 1989, Larrea memutuskan untuk menjual Grupo Impressa dan fokus mengabdikan diri pada perusahaan tambang keluarga.
Pada 1994, Larrea dipercaya sebagai Presiden dan CEO Grupo México menggantikan sang ayah. Ketika Ortega meninggal dunia lima tahun kemudian, ia mewariskan 60 persen saham perusahaan ke Larrea, istri, dan keluarganya.
Dilansir Bloomberg, Grupo Mexico semakin besar di tangan Larrea. Tidak hanya mengelola tambang tembaga raksasa Southern Copper Corp yang beroperasi di Peru dan Meksiko, perusahaan juga melebarkan sayap ke bisnis infrastruktur dan transportasi.
Salah satu yang terbesar adalah GMexico Transportes SAB yang merupakan pemilik jaringan rel kereta api sepanjang 11 ribu kilometer yang melintasi Meksiko hingga Florida, AS.
Sebagai perusahaan tambang, Grupo Mexico tak luput dari insiden. Pada 2014, perusahaan sempat menjadi sorotan setelah insiden kebocoran tambang tembaga di Sonora, Meksiko, yang mencemari dua sungai di sekitar.
Pemerintah setempat lantas meminta perusahaan memberikan kompensasi sebesar US$150 juta dalam bentuk dana perwalian bagi warga yang terdampak.
Pada 2025, Grupo Mexico tercatat meraup pendapatan US$18,8 miliar atau sekitar Rp326,69 triliun, naik sekitar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada periode tersebut, perusahaan mencatat laba sebesar US$5,04 miliar (Rp87,58 triliun).
Tahun lalu, Larrea sempat melirik bisnis perbankan dengan menawarkan US$7 miliar untuk membeli Banamex dari Citibank. Namun, tawaran itu ditolak.
Larrea terbilang sosok konglomerat yang misterius. Pasalnya, ia jarang muncul di acara publik dan menerima wawancara media.
Saat ini, Larrea tinggal di Mexico City bersama anak dan seorang putri. Ia diketahui juga memiliki perusahaan pembiakan kuda pacuan terkemuka, St. George Stable.
Paolo Ardoino, Sarjana Komputer jadi Miliarder Kripto Berharta Rp659 T
Paolo Ardoino merupakan CEO Tether dan CTO di Bitfinex. Sarjana komputer ini juga menjadi angel investor beberapa stratup terkait blockchain dan dolar digital. [669] url asal
#taipan-cnn-indonesia #paolo-ardoino #tether #bitfinex #stablecoin #bitcoin #aset-kripto #orang-terkaya #usdt #us-treasury #cto-bitfinex #tether #thether #london #paolo-ardoino #bitcoin #ifinex
(CNN Indonesia - Ekonomi) 03/05/26 10:10
v/209446/
Banyak tokoh kripto datang dari latar bisnis atau marketing, tetapi Paolo Ardoino mungkin tidak berada di kelompok itu. Ia justru tumbuh dari level teknis paling bawah: coding, backend, sampai arsitektur sistem.
Bahkan, saat sudah jadi bos perusahaan kripto raksasa yang mengelola miliaran dolar, Ardoini masih ikut terlibat dalam hal-hal teknis.
Paolo Ardoino merupakan CEO Tether, perusahaan di balik USDT, stablecoin terbesar di dunia. Ia juga menjabat Chief Technology Officer (CTO) di Bitfinex, platform pertukaran (exchange) aset kripto di mana orang bisa jual-beli Bitcoin, Ethereum, dan lainnya.
Meski merupakan dua entitas berbeda, Bitfinex dan Tether berada di bawah grup yang sama, yakni iFinex.
Ardoino bergabung dengan Bitfinex sebagai software developer pada 2014. Karirnya menanjak dengan cepat hingga naik menjadi CTO pada 2016. Ia berperan penting dalam pengembangan dan pengelolaan sistem backend platform, dengan fokus pada pengembangan mesin perdagangan, skalabilitas platform, serta keandalan sistem (high availability).
Sebagai CEO Tehter, Ardoino terus mendorong inklusi keuangan, khususnya di negara berkembang. Ia juga menargetkan Tether menjadi kekuatan teknologi dalam ekosistem keuangan global.
Ardoino lahir pada 15 Oktober 1984 di Italia. Sejak kecil, ia sudah tertarik pada komputer dan mulai belajar coding di usia muda. Tak heran ia mengambil studi ilmu komputer di Universitas Genoa, Italia.
Setelah lulus pada 2008, Ardonio memulai karier sebagai peneliti dalam proyek militer yang berfokus pada jaringan dengan ketersediaan tinggi, kemampuan pemulihan mandiri, serta kriptografi. Dalam pekerjaan ini, ia memperdalam pengetahuan tentang sistem terdistribusi dan banyak bereksperimen dengan kriptografi.
Selanjutnya, ia mulai tertarik pada dunia keuangan hingga mengembangkan aplikasi finansial pada 2010 dan mendirikan startup pertamanya: aplikasi keuangan berbasis cloud yang komprehensif untuk penasihat, manajer dana, dan institusi, serta melayani berbagai perusahaan kecil dan menengah di London, Milan, dan Lugano. Sayangnya, tak ada cerita jelas tentang nasib startup ini kini.
Pada 2014, Ardoino bergabung dengan Bitfinex sebagai Senior Software Developer. Ia bertanggung jawab mengembangkan mesin perdagangan, skalabilitas platform, dan sistem dengan ketersediaan tinggi.
Dua tahun kemudian, ia naik jabatan jadi CTO Bitfinex. Tugasnya memimpin tim pengembangan, mengevaluasi teknologi baru, serta merancang dan mengembangkan platform backend Bitfinex.
Pada 2017, Ardoino merangkap jabatan sebagai CTO di Tether yang bertugas mengawasi pengembangan dan distribusi teknologi untuk pelanggan eksternal, vendor, dan klien lainnya guna meningkatkan serta memperluas bisnis.
Pada Desember 2023, Tether mengumumkan Ardoino sebagai CEO Thether, menggantikan Jean-Louis van der Velde sebagai wajah publik perusahaan.
Kepemimpinan Ardoino di Tether terjadi di tengah meningkatnya tekanan pasar untuk melakukan audit penuh ala Big Four. Sebab, ada tuntutan hukum yang menuduh Tether menyembunyikan kerugian besar.
Sementara, penerbit stablecoin itu mengklaim firma besar enggan terlibat di industri kripto karena risiko reputasi. Sebagai gantinya, Ardoino merilis laporan cadangan yang diaudit secara kuartalan demi meningkatkan kepercayaan publik terhadap stabilitas Tether di seluruh dunia.
Ardoino tidak hanya berfokus pada pertumbuhan Tether, ia juga ingin memperbaiki kepercayaan publik dan melindungi keberlanjutan Tether di masa depan.
Pada kuartal II 2025, Ardoino mengatakan kepercayaan terhadap Tether semakin meningkat dengan menyoroti eksposur besar terhadap surat utang pemerintah AS (US Treasury) dan pertumbuhan suplai USDT.
Ardoino mendorong Tether masuk lebih dalam ke Bitcoin dan emas, dengan mengalokasikan sebagian keuntungan ke Bitcoin, termasuk pembelian besar yang diungkap pada 1 Januari 2026, serta eksposur emas yang signifikan dalam cadangan perusahaan.
Per Februari 2026, Tether memposisikan USDT sebagai stablecoin yang patuh terhadap regulasi Amerika Serikat (AS), berdampingan dengan USDT global.
Forbes menempatkan Ardoino di jajaran orang terkaya di dunia, dengan menempati peringkat ke 56. Hartanya ditaksi mencapai US$38 miliar sekitar Rp659 triliun (asumsi kurs Rp17.334 per dolar AS).
Sumber kekayaan Ardonio adalah pendapatannya sebagai CEO Tether dan CTO Bitfinex. Selain dari gaji, ia juga berinvestasi dalam beberapa startup.
Ardoino menjadi angel investor dengan fokus utama pendanaan pada sektor teknologi blockchain dan teknologi tinggi (high tech). Ia berinvestasi pada perusahaan-perusahaan yang berbasis di Italia.
Investasinya yang paling menonjol di antaranya adalah Plasma dan Stable pada 2025. Plasma merupakan startup teknologi blockchain atau infrastruktur kripto, sementara Stable adalah startup terkait stablecoin atau sistem keuangan digital stabil.
Nampaknya, Ardoino ingin menaruh uangnya di proyek yang masih satu ekosistem dengan Tether, yakni blockchain dan dolar digital.
Giancarlo Devasini Sosok Misterius Bos Kripto Tether Harta Rp1.544,9 T
Melansir laman Forbes, hingga Sabtu (25/4) kekayaan Devasini tercatat US$89,3 miliar atau setara Rp1.544,9 triliun (kurs Rp17.300). [473] url asal
#giancarlo-devasini #taipan-cnn-indonesia #taipan #taipan-cnnindonesia #tether #kripto #uang-kritpo #pasar-kripto #investasi-kripto #bitcoin #italia #university-of-milan #bitfinex #coinmarketc
(CNN Indonesia - Ekonomi) 26/04/26 11:47
v/203066/
Pasar kripto global dihuni beragam sosok misterius, salah satunya Giancarlo Devasini orang terkaya ke-22 versi Forbes sekaligus bos stablecoin kripto, Tether (USDT).
Melansir laman Forbes, hingga Sabtu (25/4) kekayaan Devasini tercatat US$89,3 miliar atau setara Rp1.544,9 triliun (kurs Rp17.300).
Sosok Devasini terbilang misterius, meskipun namanya bertengger di posisi ke-22 sebagai orang terkaya dunia versi Forbes, namun sosoknya jarang muncul di publik. Bahkan, Forbes tidak memajang foto Bos Tether tersebut di laman resminnya.
Meskipun begitu, wajah Devasini terpampang di laman resmi Tether sebagai Chairman atau Ketua, bersama jajaran direksi lainnya. Mantan dokter tersebut digadang sebagai pemegang saham terbesar Tether yang merupakan perusahaan penerbit stablecoin kripto terbesar.
Berdasarkan laman Coinmarketcap, hingga Minggu (26/4) kapitalisasi pasar USDT mencapai US$189,8 miliar token. sebagian besar dari bunga aset jaminan nasabah.
Dominasi Tether tak hanya memperkuat posisinya di pasar kripto, melainkan menjadikan Devasini sebagai salah satu miliarder paling berpengaruh di dunia keuangan modern. Forbes memprediksi sekitar 45 persen dari saham Tether merupakan kepunyaan Devasini.
[Gambas:Youtube]
"Didukung suku bunga tinggi obligasi pemerintah AS, sekaligus merupakan sebagian besar cadangan Tether, perusahaan tersebut melaporkan keuntungan lebih dari U$10 miliar (setara Rp173 triliun) pada 2025," tulis Forbes dilansir Minggu (26/4).
Nama Devasini tidak langsung besar dan dikenal industri kripto global, mengingat awal karirnya dia mulai dari meja bedah. Pria kelahiran Torino, Italia pada 1964 menyelesaikan pendidikan kedokteran di University of Milan pada 1990.
Devasini muda memulai kariernya sebagai dokter bedah plastik, namun itu hanya bertahan selama dua tahun. Merasa tidak puas, ia memutuskan untuk meninggalkan dunia medis dan mencari dunia baru dan mencari minatnya akan dunia teknologi.
Sejak terjerumus masuk dunia teknologi, mantan dokter bedah plastik tersebut mulai mengenal Bitcoin pada 2012 dan langsung memikat perhatiannya.
Devasini memandang Bitcoin tak hanya sekadar mata uang digital, melainkan sebuah terobosan besar yang bisa mengubah cara dunia memandang sistem keuangan. Dari sana pula ia menyadari masa depanya berada di industri kripto.
Akhir 2012, Devasini bertemu Raphael Nicolle yang baru membangun Bitfinex. Alhasil keduanya sepakan untuk menjadi mitra, hingga 2013, nama Devasini resmi menjadi Chief Financial Officer (CFO) di Bitfinex.
Tak hanya mengelola keuangan, ia juga dipercaya untuk ikut merancang pondasi nilai tukar kripto alias crypto exchange untuk bisa bertahan dan berkembang di tengah regulasi keuangan global dan perbankan.
Dalam proses tersebut, Devasini berhasil membangun hubingan dengan bank, hingga mengantarkan Bitfinex sebagai salah satu bursa kripto terbesar di dunia.
Setelah sukses membangun Bitfinex, Devasini melangkah lebih jauh dengan mendirikanTetherpada 2014 dan menghadirkan stablecoin USDT yang dipatok senilai dolar AS. Uang kripto satu ini hadir dengan tujuan sebagai jembatan antara sistem keuangan tradisional dan industri kripto.
Kehadiran Tether di pasar kripto turut menjadi solusi bagi investor yang menekan flutuasi harga saat berinvetasi kripto. Kini, Tether berkembang dan menjadi stablecoin terbesar di dunia denga kapitalisasi di atas US$100 miliar per April 2025, menurut Bloomberg.
Hiroshi Mikitani, Raja E-Commerce Jepang Berharta Rp66,84 T
Hiroshi Mikitani adalah salah satu orang terkaya di Jepang. Pria berharta Rp66,84 triliun ini merupakan pendiri raksasa e-commerce Jepang, Rakuten. [751] url asal
#hiroshi-mikitani #konglomerat #jepang #rakuten #ecommerce #taipan-cnn-indonesia #taipan-cnnindonesia #forbes #marketplace-rakuten-ichiba #englishnization #walmart-as #japan-post-holdings #netsca
(CNN Indonesia - Ekonomi) 19/04/26 18:00
v/196022/
Hiroshi Mikitani adalah salah satu orang terkaya di Jepang. Ia merupakan pendiri raksasa e-commerce Jepang, Rakuten.
Berdasarkan data Forbes, Minggu (19/4), kekayaan Mikitani mencapai US$3,9 miliar atau sekitar Rp66,84 triliun (asumsi kurs Rp17.140 per dolar AS).
Dengan kekayaanya itu, Forbes menempatkan Mikitani di peringkat ke-12 orang terkaya di Jepang pada 2025. Mikitani juga duduk di peringkat ke-1.108 konglomerat tertajir di dunia pada 2026.
Lantas bagaimana kisah hidup Mikitani hingga bisa membuatnya sukses menjadi konglomerat ternama di Negeri Sakura?
Dilansir dari berbagai sumber, Hiroshi 'Mickey' Mikitani lahir di Kobe, Prefektur Hyogo, Jepang pada 11 Maret 1965.
Mikitani dibesarkan di lingkungan keluarga berada dan terpelajar. Ayahnya, Ryoichi Mikitani, adalah seorang dosen dan ekonom yang sempat mengajar di Universitas Yale, AS. Ayahnya merupakan salah satu penerima beasiswa pendidikan dari pemerintah AS.
Sementara, ibu Mikitani, Setsuko Mikitani, adalah seorang pekerja swasta di sektor perdagangan yang berasal dari keluarga bangsawan.
Setelah menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah, Mikitani melanjutkan kuliah di Hitotsubashi University. Ia mengambil jurusan perdagangan dan lulus pada 1988.
Kemudian, Mikitani mengawali karirnya di dunia kerja dengan menjadi karyawan Industrial Bank of Jepang (IBJ). Saat menjadi pegawai bank, ia sempat melanjutkan studi di Harvard Business School selama 3 tahun pada 1991-1993.
Pada 1996, Mikitani mendirikan Crimson Group, bisnis konsultannya sendiri. Ia merasa terpanggil untuk membangun ekonomi kota kelahirannya, Kobe, setelah ambruk karena gempa pada 1995.
Salah satu bisnis yang menarik perhatiannya adalah lokapasar (marketplace) alias pusat perbelanjaan online. Kala itu, Mikitani melihat langkah serupa yang dilakukan Amazon dan Netscape di AS.
Mikitani bersama dua orang rekannya lalu mendirikan perusahaan e-commerce MDM Inc dengan bermodalkan US$250 ribu pada 7 Februari 1997.
Selang beberapa bulan, MDM Inc meluncurkan marketplace Rakuten Ichiba pada 1 Mei 1997, sebelum berganti nama menjadi Rakuten yang berarti 'optimisme' pada 1999. Awalnya, mal online-nya itu hanya memiliki 13 toko dengan 6 karyawan.
Berkat keahliannya, Mikitani terus mengembangkan Rakuten hingga membuat perusahaan melantai di bursa JASDAQ pada 2000.
Pada 2010, Mikitani kian melebarkan sayap Rakuten ke sejumlah negara dengan mengakuisisi perusahaan e-commerce mulai dari Buy.com di AS, Kobo di Kanada, hingga PriceMinister di Prancis. Perusahaan juga memiliki saham di situ Pinterest dan aplikator transportasi online Lyft.
Dalam mengembangkan Rakuten, Mikitani memadukan etos kerja Jepang dengan budaya inovasi teknologi ala Silicon Valley, AS.
Mikitani juga mewajibkan karyawannya untuk menguasai bahasa Inggris lewat program 'englishnization'. Strategi yang cukup berani mengingat Jepang saat itu sangat konservatif.
Bagi Mikitani, bahasa Inggris adalah kemampuan wajib dimiliki oleh karyawan Rakuten, terlebih jika perusahaan ingin melebarkan sayapnya ke kancah global.
Dilansir Harvard Business School (HBS), pada 2013, lebih dari 41 ribu pedagang menjual barangnya di Rakuten. Perusahaan juga mempekerjakan lebih dari 10 ribu orang di 13 negara.
"Saya telah belajar bahwa tidak masalah seberapa besar perusahaan tempat Anda bekerja-yang penting adalah seberapa banyak nilai yang Anda ciptakan sendiri," ujar Mikitani dalam artikel Harvard Business Review (HBR) yang dirilis pada 2013 lalu.
Dalam unggahan akun LinkedIn Mikitani yang dilansir HBR, ia menilai ada tiga kunci menuju kesuksesan. Pertama, percaya pada inspirasi yang muncul. Kedua, tidak masalah jika harus memulai dari hal kecil. Ketiga, terbuka terhadap perubahan jika diperlukan selama perjalanan.
Pada 2020, Rakuten meluncurkan bisnis layanan seluler pertamanya dengan investasi mencapai US$5,5 miliar. Kemudian, pada 2021, Mikitani menjual saham Rakuten senilai US$2,2 miliar ke tiga investor raksasa yakni Japan Post Holdings, Tencent China dan Walmart AS.
"Investasi baru di Rakuten ini menunjukkan ekspektasi tinggi terhadap pertumbuhan dan dampak ekosistem Rakuten dengan layanan seluler sebagai intinya, serta potensi besar untuk kolaborasi lebih lanjut dengan perusahaan-perusahaan terkemuka dari tiga ekonomi terbesar di dunia," ujar Mikitani dalam salah satu wawancaranya dengan Forbes pada 2021 lalu.
Meski tetap menjadi perusahaan e-commerce terbesar di Jepang neraca keuangan Rakuten negatif selama tujuh tahun terakhir. Dilansir Forbes, total kerugian Rakuten Group tahun lalu mencapai US$1,1 miliar (Rp18,85 triliun) dari pendapatan US$16,1 miliar (Rp275,95 triliun).
Selain dunia e-commerce, Mikitani juga memiliki minat pada industri olahraga. Ia tercatat sebagai pemiliki klub bisbol profesional Jepang, Tohoku Rakuten Golden Eagles yang berbasis di Sendai, Miyagi, serta klub sepak bola Vissel Kobe yang bermarkas di Kobe.
Tak hanya itu, ia juga mendirikan Kosmos Holding bersama pemain sepakbola Gerard Pique.
Kosmos banyak berinvestasi pada sejumlah bisnis olah raga hingga hiburan, beberapa di antaranya penyelenggara kejuaraan tenis Piala Davis hingga klub sepak bola Spanyol FC Andorra.
Saat ini, Mikitani dan istrinya, Haruko Mikitani, tinggal di Tokyo, Jepang. Kedua memiliki dua orang anak.
[Gambas:Youtube]
Abdulla Al Futtaim, Penguasa Otomotif Timur Tengah Berharta Rp80,3 T
Abdulla Al Futtaim memimpin konglomerasi bisnis asal Dubai yang membawa Toyota hingga IKEA ke UEA dan negara Timur Tengah lainnya. [689] url asal
#abdulla-al-futtaim #al-futtaim-group #dubai #uni-emirat-arab #taipan #taipan-cnn-indonesia #uae #doha-festival-city #teluk #lexus #volvo #dubai-festival-plaza #karama #uni-emirat-arab #australasi
(CNN Indonesia - Ekonomi) 12/04/26 11:30
v/188763/
Di balik gemerlap Dubai, Uni Emirat Arab (UAE) sebagai pusat bisnis dunia, nama Abdulla Al Futtaim berdiri sebagai salah satu penggerak utamanya.
Ia adalah tokoh kunci Al Futtaim Group, konglomerasi bisnis keluarga. Gurita bisnis grup ini meliputi otomotif, ritel, properti, jasa keuangan, layanan kesehatan hingga pendidikan.
Kini, perusahaan mempekerjakan sekitar 42 ribu orang dan beroperasi melalui lebih dari 200 merek di lebih dari 20 negara.
Dalam beberapa tahun terakhir, grup ini secara signifikan memperluas operasinya melalui strategi akuisisi dan memasuki sejumlah wilayah baru, memperluas jangkauan dari kawasan Teluk merambah ke Asia Tenggara, Asia Utara, Australasia, Afrika Timur hingga Eropa.
Ada lima divisi utama Grup
1. Otomotif
Distributor eksklusif di UAE untuk merek Toyota, Lexus, Honda, Volvo, RAM Trucks
2. Jasa keuanganAl Futtaim Finance: perusahaan pembiayaan
3. PropertiMengembangkan kawasan terpadu, misalnya Dubai Festival City, Dubai Festival Plaza, Doha Festival City dan Cairo Festival City.
4. RitelPemegang merek IKEA, Marks & Spencer, Toys "R" Us, ACE Hardware dan H&M
5. KesehatanAl-Futtaim Health (klinik kesehatan di UAE).
Divisi otomotif merupakan motor penggerak utama bisnis grup, sekaligus penyumbang terbesar pundi-pundi uang Abdulla, yang yang menjadikannya salah satu orang terkaya di Timur Tengah. Forbes menaksir kekayaan Abdulla mencapai US$4,7 miliar atau setara Rp80,3 triliun (asumsi kurs Rp17.089 per dolar AS).
Abdulla lahir pada Januari 1940 di Dubai, UAE, dalam keluarga pedagang yang cukup terkemuka. Di masa tersebut, Dubai masih sekadar kota pelabuhan, sebelum era minyak. Ekonomi lokal bertumpu pada penyelaman mutiara dan perdagangan maritim.
Namun, industri mutiara meredup pada 1930-an dipicu oleh munculnya mutiara budi daya secara global sehingga mendorong warga Dubai banting stir menjadi berdagang produk tekstil, rempah hingga emas.
Sejak dini, Abdulla mengenal praktik perdagangan tradisional Emirat melalui aktivitas keluarganya. Ia juga menyaksikan transformasi Dubai dari pos dagang sederhana menjadi pusat ekonomi global.
Kakeknya, Hamad Al Futtaim, mendirikan usaha awal keluarga, Al Futtaim, pada tahun 1930-an yang berfokus pada impor, ekspor, penangkapan karang, dan layanan transportasi haji.
Abdulla masuk ke bisnis keluarga saat berusia 15 tahun pada 1955. Di usia sangat muda, ia berhasil memperoleh hak distribusi eksklusif Toyota di UAE.
Ia pun melanjutkan warisan perdagangan keluarga dengan membantu mengarahkan bisnis Al Futtaim ke impor otomotif, memanfaatkan peluang ekonomi baru di era pasca penemuan minyak. Dengan terjun langsung sejak muda, Abdulla berkontribusi pada transformasi dari perdagangan umum menjadi distribusi kendaraan yang lebih spesialis.
Pada akhir 1970-an, Abdulla mendorong ekspansi internasional dengan menjembatani kesepakatan antara Toyota dan pemerintah Mesir, yang memungkinkan berdirinya Toyota Egypt pada 1979. Langkah ini menjadi awal internasionalisasi bisnis otomotif grup.
Memasuki 1990-an, Al Futtaim mulai fokus pada diversifikasi ritel. Salah satu tonggak penting adalah pembukaan toko IKEA pertama di Dubai pada 1991 di kawasan Karama, UAE.
Pada periode ini, grup juga menjalin kerja sama dengan merek seperti Toys "R" Us dan Marks & Spencer, memperluas bisnis ke sektor gaya hidup dan hiburan.
Menjelang akhir 1990-an, Al-Futtaim mengembangkan bisnis ke berbagai sektor, termasuk properti melalui pembangunan pusat perbelanjaan, jasa keuangan, layanan kesehatan. Al Futtaim juga menyasar sektor pendidikan melalui pendirian Al-Futtaim Automotive Academy. Berbagai ekspansi tersebut mendorong operasional Al Futtaim Group ke lebih dari 20 negara di Timur Tengah, Asia, dan wilayah lainnya.
Abdulla pun mengambil alih kepemilikan dan kepemimpinan Al Futtaim Group, mengubahnya dari perusahaan dagang menjadi konglomerasi multibisnis yang mencakup otomotif, ritel, properti, dan jasa keuangan.
Namun pada 2000, keluarga Al Futtaim membagi bisnis untuk meningkatkan fokus dan efisiensi. Abdulla mempertahankan bisnis otomotif dan ritel, sementara sepupunya, Majid Al Futtaim, mengambil alih sektor properti, rekreasi, dan hiburan. Pemisahan ini dimediasi oleh Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum.
Untuk menjaga kesinambungan bisnis keluarga, Abdulla menunjuk putranya, Omar Al Futtaim, sebagai wakil ketua dan CEO pada 2001 hingga saat ini.
Omar kini memimpin operasional harian dan strategi pertumbuhan, sementara Abdulla tetap menjadi ketua dan pemilik utama.
Kehidupan taipan otomotif Dubai ini tak terlalu banyak yang bisa digali. Abdulla diketahui menikah dengan Shaikha Mohammed Al Futtaim, yang mendampinginya dalam perjalanan bisnis keluarga. Shaikha wafat pada Maret 2023.
Pasangan ini memiliki lima anak, termasuk Omar Abdulla Al Futtaim, yang kini menjabat sebagai wakil ketua dan CEO Al Futtaim Group.
Keluarga Al Futtaim menetap di Dubai dan dikenal menjaga privasi, sembari melanjutkan warisan bisnis lintas generasi.
Suleiman Kerimov, Raja Emas Muslim Terkaya Rusia Berharta Rp435,87 T
Suleiman Kerimov adalah salah satu orang terkaya di dunia. Mayoritas kekayaannya berasal dari kepemilikan saham raksasa tambang emas Rusia, Polyus Gold. [941] url asal
#suleiman-kerimov #taipan #konglomerat #taipan-cnn-indonesia #taipan-cnnindonesia #orang-terkaya #rusia #polyus-gold #kepolisian #fedprombank #firuza #dolar-as #makhchkala #deutsche-bank #sberba
(CNN Indonesia - Ekonomi) 15/03/26 13:00
v/165386/
Suleiman Kerimov adalah salah satu orang terkaya di dunia. Mayoritas kekayaannya berasal dari kepemilikan saham raksasa tambang emas Rusia, Polyus Gold.
Berdasarkan catatan Forbes, Minggu (15/3), total kekayaan Kerimov dan keluarganya mencapai US$25,7 miliar atau sekitar Rp435,87 triliun (asumsi kurs Rp16.960 per dolar AS).
Tumpukan hartanya itu membuat Forbes menempatkan Kerimov di peringkat ke-95 orang terkaya di dunia.
Lantas bagaimana kisah hidup Kerimov?
Dilansir dari berbagai sumber, Suleiman Kerimov lahir di Dagestan, Uni Soviet pada 12 Maret 1966. Keluarganya berasal dari etnis Lezgin, yang berasal dari wilayah Derbent, Dagestan.
Kerimov dibesarkan oleh keluarga muslim kelas menengah. Ayahnya adalah seorang pengacara yang menangani kasus kriminal di kepolisian. Sementara, ibunya bekerja sebagai akuntan di salah satu bank di Rusia.
Setelah lulus dari sekolah menengah pada 1983, Kerimov melanjutkan studinya di Departemen Teknis Sipil Institut Politeknik Dagestan. Selang setahun, ia terpaksa menunda studinya karena harus menjalani wajib militer selama dua tahun.
Pada 1986, Kerimov meneruskan kuliahnya di Universitas Negeri Dagestan (DSU) dan mengambil jurusan akuntansi keuangan dan ekonomi.
Selama kuliah, Kerimov dikenal sebagai mahasiswa yang aktif. Ia bahkan menjadi Wakil Ketua Komite Serikat Pekerja DSU.
Saat menjadi mahasiswa, ia juga bertemu dengan wanita yang kelak menjadi istrinya, Firuza, yang merupakan anak dari mantan pemimpin Serikat Buruh.
Lulus kuliah, Kerimov mengawali karirnya sebagai ekonom di perusahaan listrik Eltav di ibu kota Dagestan, Makhchkala. Kala itu, Kerimov yang sudah menikah hanya dibayar 150 rubel sebulan dan keluarga kecilnya harus berbagi flat dengan orang lain.
Karir Kerimov di perusahaan listrik itu cukup moncer. Ia sukses menaiki tangga karir hingga dipercaya menjadi Deputi Direktur Jenderal di Eltav.
Keuangan keluarganya pun membaik dan Kerimov mulai melirik sejumlah peluang investasi di tengah kejatuhan Uni Soviet.
Insting investasi Kerimov bermain saat ia menangani kerja sama antara Eltav dengan Fedprombank yang memberikan pinjaman kepada sejumlah perusahaan utilitas. Dalam hal ini, Kerimov masuk ke Fedprombank sebagai salah satu kreditur.
Saat ekonomi Rusia mulai stabil, Fedprombank menerima pelunasan berbagai pinjaman yang disalurkan dan Kerimov meraup untung besar.
Pada 1995, Kerimov menjadi kepala perusahaan perbankan dan perdagangan Soyuz-Finans. Hanya dalam tempo 2 tahun ia mengumpulkan 50 persen Vnukovo Airlines dan keuntungannya ia gunakan untuk mengambil alih Fedprombank.
Nama Kerimov makin dikenal luas di dunia investasi Rusia setelah membeli 55 persen saham perusahaan minyak Nafta Moskva senilai US$50 juta. Dalam setahun, Kerimov mencaplok seluruh kepemilikan saham perusahaan minyak itu.
Alih-alih mengembangkan bisnis minyak, Kerimov lebih memilih untuk melakukan restrukturisasi besa-besaran dan mengubah Nafta menjadi perusahaan investasi dan holding.
Lewat Nafta, Kerimov mengumpulkan saham sejumlah perusahaan besar seperti Sberbank dan Gazprom pada 2004. Kemudian, selang 2 tahun, Kerimov mulai melirik saham perusahaan di luar negeri.
Sayangnya, rencana Kerimov melakukan ekspansi terhenti setelah mengalami kecelakaan parah saat mengendarai mobil Ferrari-nya di Nice, Prancis pada 2006. Insiden itu membuatnya dirawat lantaran menderita luka bakar.
Kejadian itu membuatnya mulai aktif menyumbang di sejumlah badan amal, salah satunya Pinocchio yang fokus untuk membantu anak-anak yang mengalami luka bakar parah.
Pada 2007, ia memutuskan untuk mendirikan Yayasan Suleiman Kerimov yang bertujuan untuk membantu meningkatkan kehidupan generasi muda Rusia.
Setelah pulih, ia mulai serius menjalankan misinya untuk mengakuisisi perusahaan asing. Lantas, pada 2008, Kerimov menjual aset sahamnya di perusahaan lokal dan berhasil mengantongi US$20 juta.
Setelah itu, Forbes mencatat Kerimov memborong sejumlah saham bank global seperti Morgan Stanley, Goldman Sachs hingga Deutsche Bank.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Malang, krisis keuangan global menerpa pada 2018. Kerimov pun hampir kehilangan seluruh asetnya.
Kendati demikian, hal itu tak membuatnya putus asa. Ia bangkit setelah membeli 37 persen saham produsen emas terbesar Rusia, Polyus Gold, milik taipan Vladimir Potanin, pada 2009.
Bermodalkan US$1,3 miliar yang didukung pinjaman dari bank pelat merah VTB, nilai saham raksasa tambang emas itu melesat hingga delapan kali lipat saat dimiliki Kerimov.
Pada 2015, Kerimov mengalihkan sejumlah saham Polyus ke putranya, Said Kerimov. Hal itu dilakukan setelah pemerintah Rusia melarang politisi memiliki aset keuangan di luar negeri. Maklum, selain menjadi pebisnis, Kerimov juga menjabat sebagai Senator di Dewan Federasi yang mewakili daerah asalnya, Dagestan, sejak 2008.
Pada awal 2022, keluarga Kerimov diketahui mengempit 76 persen saham Polyus. Namun, pada April 2022, Said Kerimov dikenai sanksi oleh Uni Eropa dan Inggris sehingga harus mentransfer sahamnya di Polyus kepada Akhmet Palankoev, mantan kolega ayahnya.
Dilansir Bloomberg, transaksi penjualan saham itu mencapai US$6 miliar dan membuat saham keluarga Kerimov susut menjadi 46 persen.
Pada November 2017, Kerimov ditangkap polisi di Bandara Nice, Prancis karena dituding terlibat dalam kasus penggelapan pajak pembelian beberapa hunian mewah di French Riviera lewat perusahaan cangkang.
Pada Juni 2018, tuduhan tersebut dibatalkan.
Kemudian, pada Maret 2019, jaksa Prancis menempatkan Kerimov di bawah penyelidikan resmi "atas dugaan keterlibatan dalam penipuan pajak". Ia dibebaskan dengan jaminan sebesar 20 juta euro.
Kerimov juga sempat terkena sanksi di tengah memanasnya hubungan AS dengan Rusia karena negara yang dipimpin Putin itu ikut campur dalam Pilpres 2016. Ia terkena sanksi bersama belasan oligarki Rusia lain yang dicantumkan dalam Countering America's Adversaries Through Sanctions Act, CAATSA.
Pemerintah Inggris juga sempat menjatuhkan sanksi pada Kerimov terkait Perang Rusia-Ukraina pada 2022 lalu.
Sosok Kerimov kembali mendapat perhatian media setelah mendanai sebuah kompleks sinagoge di utara kota bersejarah Derbent, Republik Dagestan, yang dibangun berdampingan dengan rumah ibadah umat Islam pada 2025.
[Gambas:Photo CNN]
Kerimov membangun singagoge itu setelah kelompok ekstremis membakar sinagoge dan gulungan Taurat di Derbent selama serangan teroris terkoordinasi di Dagestan pada Juni 2024, yang menargetkan tempat ibadah Kristen dan Yahudi.
Bagi Kerimov, keberadaan rumah ibadah itu merupakan simbol perdamaian antar umat beragama.
Kerimov saat ini tinggal di Moskow, Rusia, bersama istrinya, Firuza Kerimov. Keduanya memiliki tiga anak yang mulai mengelola bisnis keluarga yakni Said Kerimov, Gulnara Kerimova dan Amina Kerimova.
Pham Thu Huong, Lady Boss Berharta Rp46 T di Balik Taksi Green SM
Pham Thu Huong adalah bos GSM, operator taksi listrik Green SM yang kini ekspansi ke Indonesia dengan armada mobil listrik VinFast. [883] url asal
#pham-thu-huong #vietnam #taksi-green-sm #vingroup #vinfast #mobil-listrik #pham-nhat-vuong #orang-terkaya #taipan-cnn-indonesia #technocom #nestl #be-group #dewan-direksi #platform-ride #gsm-s
(CNN Indonesia - Ekonomi) 08/03/26 10:40
v/158199/
Sebagian masyarakat Jakarta mungkin pernah melihat taksi Green SM wara-wiri di jalanan ibu kota. Layanan taksi yang menggunakan mobil listrik buatan VinFast ini 'produk impor' Vietnam. Bosnya adalah Pham Thu Huong.
Huong adalah istri pendiri sekaligus ketua Vingroup, Pham Nhat Vuong. Di grup tersebut, sang istri juga menjabat wakil ketua. Vingroup merupakan konglomerasi besar yang bergerak di sektor properti, ritel, kesehatan, pendidikan, hingga otomotif lewat merek mobil listrik VinFast.
Nah, mobil buatan VinFast inilah yang dipakai taksi Xanh SM yang di Indonesia lebih populer dengan nama taksi Green SM.
Layanan taksi Xanh SM dinaungi perusahaan transportasi GSM Smart and Green Mobility Joint Stock Company (GSM), Perusahaan ini fokus pada layanan mobilitas ramah lingkungan yang didirikan Pham Nhat Vuong pada 2023. Armada yang dipakai adalah mobil listrik buatan VinFast.
Di Vietnam, Xanh SM menguasai lebih dari 50 persen pangsa pasar layanan transportasi penumpang, bersaing dengan Be Group dan Grab Holdings.
Pada 4 Maret tahun ini, GSM mengumumkan perubahan dalam pendaftaran bisnisnya. Dalam perubahan itu, Pham Thu Huong diangkat menjadi Ketua Dewan Direksi.
Bisnis GSM antara lain:
1. Layanan taksi listrik- Mengoperasikan merek taksi Xanh SM.- Semua mobilnya menggunakan mobil listrik dari VinFast.
2. Platform ride-hailing- Layanan pemesanan taksi listrik lewat aplikasi.
3. Penyewaan mobil listrik- Menyewakan mobil listrik kepada mitra driver atau perusahaan transportasi lain.
Bisnis GSM cepat tumbuh, bahkan berekspansi ke luar negeri antara lain Indonesia, Laos, dan Filipina. Tahun ini perusahaan berencana memperluas operasinya ke 10 pasar tambahan.
Dalam struktur pemegang saham, Pham Nhat Vuong masih menjadi pemegang saham terbesar dengan kepemilikan 49,04 persen. Sisanya dimiliki oleh anggota keluarganya dan Vingroup.
Jabatan-jabatan mentereng Pham Thu Huong di Vingrup maupun anak usaha bukan semata-mata karena ia istrinya pendiri grup dan pengendali saham.
Kesuksesan Vingroup merupakan hasil kerja bersama Pham Nhat Vuong sebagai ketua dan Pham Thu Huong sebagai wakil ketua. Huong telah bekerja bersama suaminya sejak awal perjalanan bisnisnya dan menjadi imigran di Ukraina.
Ia menguasai lebih dari 341 juta saham atau sekitar 4,4 persen dari total saham Vingroup. Dari kepemilikan saham inilah hartanya terus melonjak. Forbes menaksir kekayaan Huong tembus US$2,7 miliar atau sekitar Rp46 triliun (asumsi kurs Rp16.939 per dolar AS).
Meski tajir melintir, Huong dikenal sebagai sosok yang sangat tertutup dan jarang tampil di media. Penampilan publik pertamanya bahkan baru pada Januari 2022, saat menghadiri acara penghargaan VinFuture Awards pertama.
Pham Thu Huong lahir pada 14 Juni 1969 di Hanoi. Ia merupakan bagian dari generasi mahasiswa berprestasi yang dikirim belajar ke Uni Soviet, sebelum berganti jadi Rusia. Huong meraih gelar sarjana hukum internasional dari Universitas Nasional Kyiv (Ukraina).
Pada masa itu, Vietnam memiliki hubungan persahabatan yang erat dengan negara-negara Eropa Timur, terutama Uni Soviet. Banyak mahasiswa Vietnam berbakat dikirim untuk belajar di bidang ekonomi, keuangan, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Bagi banyak anak muda Vietnam, belajar di Uni Soviet menjadi kesempatan untuk mengubah hidup dan keluar dari kemiskinan.
Suaminya, Pham Nhat Vuong, juga mahasiswa berprestasi yang dikirim bersekolah ke Uni Soviet. Vuong belajar ekonomi dan geologi di Institut Geologi Moskow.
Mereka saling mengenal melalui komunitas mahasiswa Vietnam di Uni Soviet, dan dari situlah jalinan asmara mereka dimulai. Pada 1993, Vuong lulus kuliah dan menikahi kekasihnya semasa kuliah, Pham Thu Huong.
Pasangan miliarder ini memiliki tiga anak, yakni Pham Nhat Quan Anh, Pham Nhat Minh Hoang, dan Pham Nhat Minh Anh.
Setelah menikah, mereka pindah ke Kharkiv, Ukraina. Pada 1990-an, mereka membuka restoran Vietnam bernama Thang Long di daerah yang banyak dihuni komunitas Vietnam.
Saat itu terjadi krisis ekonomi sehingga banyak supermarket di Kharkiv kosong dan masyarakat harus membeli barang menggunakan kupon makanan.
Vuong melihat peluang saat suasana krisis itu. Ia pulang ke Vietnam untuk membeli mesin produksi mi instan sederhana, lalu membawanya ke Ukraina dan mendirikan perusahaan Technocom pada 1990-an yang memproduksi mi instan merek Mivina.
Untuk memperoleh modal awal, pasangan ini meminjam US$10 ribu dari teman dengan bunga 8 persen per bulan, kemudian meminjam lagi dengan bunga 12 persen untuk memperluas produksi, termasuk produk seperti bumbu kering, tepung kentang, dan sup instan.
Pada 1995, Mivina resmi diluncurkan dan dengan cepat populer. Produknya dengan cepat menjadi makanan favorit masyarakat. Penjualannya tembus 1 juta bungkus hanya dalam satu tahun. Pada 2004, sekitar 97 persen penduduk Ukraina telah menggunakan produk tersebut.
Awalnya, Technocom hanya memiliki 30 karyawan, namun kemudian berkembang menjadi perusahaan makanan cepat saji ternama yang mengekspor produknya ke lebih dari 30 negara, termasuk Jerman, Polandia, dan Israel.
Selain mi instan, perusahaan ini juga memproduksi kentang tumbuk instan, bumbu, dan makanan kemasan, yang kemudian menjadi fondasi bagi lahirnya Vingroup.
Pada 2002, Vuong mulai berinvestasi di Vietnam dengan tujuan membantu mengubah wajah negara tersebut dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Di tahun itu, ia mendirikan Vinpearl, perusahaan pariwisata, hotel, dan resort mewah. Pada 2002, pasangan ini mendirikan Vincom, perusahaan pengembang dan pengelola pusat perbelanjaan (mal). Lalu, Vuong dibantu Huong, mendirikan Vingroup untuk menjadi induk kerajaan bisnisnya.
Pada periode 2000-2010, Vuong sering bolak-balik antara Vietnam dan Ukraina untuk mengelola bisnisnya.
Nestlé berkali-kali mencoba membeli Technocom, tetapi ditolak hingga akhirnya pada 2009 Vuong menerima tawaran itu agar bisa fokus pada bisnis di Vietnam.
Pada 2010, Technocom resmi diakuisisi oleh Nestlé dengan nilai yang tidak diungkapkan. Yang jelas, Technocom punya dua pabrik di Kharkiv, pendapatan sekitar US$100 juta per tahun, ekspor ke 20 negara, dan memiliki 1.900 karyawan.
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found
in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56