#30 tag 24jam
Tebar Dividen Jumbo, RUPST Telkom Pertahankan Jajaran Direksi
Telkom bagikan dividen Rp21,9 triliun dan pertahankan direksi usai RUPST 2025, sambil lanjutkan transformasi bisnis dan buyback saham hingga Rp4 triliun [524] url asal
#telkom-dividen #rupst-telkom #dividen-jumbo #telkom-indonesia #pembagian-dividen #jajaran-direksi-telkom #buyback-saham-telkom #laba-bersih-telkom #fundamental-bisnis-telkom #transformasi-telkomgroup
(Bisnis.Com - Market) 09/06/26 12:02
v/244506/
Bisnis.com, JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mengeluarkan keputusan strategis berupa pembagian dividen jumbo kepada para pemegang saham. Perusahaan juga mempertahankan jajaran direksi seiring dengan fundamental bisnis yang kuat, sekaligus menjaga momentum transformasi TelkomGroup.
Keputusan besar tersebut terjadi usai Telkom menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 secara daring, Senin (8/6). Rapat ini juga menghasilkan sejumlah keputusan strategis lainnya seperti, persetujuan program buyback saham, hingga penyegaran susunan Dewan Komisaris.
Para pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar kurang lebih Rp21,9 triliun, di mana Rp17,8 triliun bersumber dari laba bersih tahun buku 2025, sementara sisanya sekitar Rp4,2 triliun diambil dari laba ditahan tahun sebelumnya. Pembayaran akan dilakukan paling lambat 10 Juli 2026 kepada pemegang saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada penutupan perdagangan 19 Juni 2026.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menyampaikan bahwa dalam memperhitungkan pembayaran dividen Perseroan, Perseroan mempertimbangkan berbagai aspek, utamanya keseimbangan antara pengembalian kepada pemegang saham dan kebutuhan investasi jangka panjang.
Dia juga menegaskan bahwa fundamental dan arus kas Telkom makin kuat meski menghadapi tekanan industri dan ketidakpastian sepanjang tahun 2025.
“Keputusan dividen ini mencerminkan kepercayaan pemegang saham terhadap transformasi dan arah pertumbuhan yang kami bangun," ujar Dian.
Selain dividen, RUPST juga menyetujui program pembelian kembali saham (buyback) senilai hingga Rp4 triliun. Buyback dapat dilakukan melalui Bursa Efek maupun di luar bursa, secara bertahap maupun
sekaligus, dalam rentang waktu 12 bulan sejak 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027. Langkah ini ditempuh sebagai strategi untuk meningkatkan nilai pemegang saham sekaligus menjaga stabilitas harga saham di tengah dinamika pasar.
Sepanjang 2025, Telkom mencatat pendapatan Rp146,74 triliun, EBITDA Rp72,24 triliun, dan laba bersih Rp17,81 triliun. Meski laba bersih tertekan akibat percepatan depresiasi dalam rangka total governance reset, dampak tersebut bersifat non-cash sehingga arus kas operasional tetap solid.
Telkom juga aktif merampingkan portofolio bisnis dengan melepas enam entitas non-core, termasuk penyelesaian divestasi AdMedika Group pada 2 Juni lalu. Di sisi pengembangan infrastruktur, proses spin-off aset dan bisnis wholesale fiber connectivity ke InfraNexia ditargetkan rampung pada kuartal ketiga 2026, seiring dengan dibukanya kembali inisiatif kemitraan strategis bisnis data center.
Perseroan juga bertransisi menuju model HoldCo–OpCo dengan pelaporan berbasis segmen untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kinerja.
"Tahun ini kami mengakselerasi eksekusi strategi transformasi TLKM 30 secara disiplin dan terukur. Setiap langkah yang diambil diarahkan untuk membangun ekosistem digital nasional yang semakin maju, inklusif, dan berdaya saing global," tambah Dian.
Terakhir, RUPST juga menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris guna memperkuat pengawasan atas agenda transformasi dan dinamika industri digital. Angga Raka Prabowo didapuk sebagai Komisaris Utama, didampingi empat Komisaris Independen yakni Deswandhy Agusman, Anthony Leong, Ira Noviarti, dan Rofikoh Rokhim, serta tiga Komisaris yaitu Rizal Mallarangeng, Edwin Hidayat Abdullah, dan Ossy Dermawan.
Sementara itu, jajaran Direksi tidak mengalami perubahan. Dian Siswarini tetap memimpin sebagai Direktur Utama, didukung delapan direktur yang meliputi bidang Direktur Enterprise & Business Service: Veranita Yosephine,
Direktur Human Capital Management: Willy Saelan, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko: Arthur Angelo Syailendra, Direktur Network: Nanang Hendarno, Direktur Strategic Business Development & Portfolio: Seno Soemadji, Direktur Wholesale & International Service: Budi Satria Dharma Purba, Direktur IT Digital: Faizal R. Djoemadi, dan Direktur Legal & Compliance: Andy Kelana.
#ElevatingYourFuture
Telkom
Dari jumlah tersebut, sekitar Rp17,8 triliun adalah laba bersih Perseroan pada 2025. Pembayaran dividen akan dilakukan selambat-lambatnya pada 10 Juli 2026. [686] url asal
#telkom #rupst-2025 #laba-bersih #dividen #rupst-2025 #andy-kelana #nanang-hendarno #rofikoh-rokhim #tlkm-30 #veranita-yosephine #ossy-dermawan #rizal-mallarangeng #telkomgroup #infranexia #admedika
(CNN Indonesia - Ekonomi) 09/06/26 09:48
v/244352/
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar secara daring pada Senin (8/6) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar kurang lebih Rp21,9 triliun. Pembayaran dividen akan dilakukan selambat-lambatnya pada 10 Juli 2026.
Dari jumlah tersebut, sekitar Rp17,8 triliun dari keseluruhan laba bersih yang diperoleh Perseroan pada tahun 2025. Sementara, sisanya sekitar Rp4,2 triliun merupakan laba ditahan Perseroan tahun sebelumnya. Dividen akan diberikan kepada para pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada penutupan perdagangan saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia pada 19 Juni mendatang.
Dalam rapat tersebut, para pemegang saham menyetujui sejumlah agenda Perseroan, tiga di antaranya adalah penggunaan laba bersih tahun buku 2025, program pembelian kembali saham (buyback), serta perubahan susunan pengurus Perseroan guna memperkuat struktur kepemimpinan dan mendukung keberlanjutan transformasi TelkomGroup di tahun 2026.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini menyampaikan bahwa dalam memperhitungkan pembayaran dividen Perseroan telah mempertimbangkan berbagai aspek, khususnya keseimbangan antara pengembalian kepada pemegang saham dan kebutuhan investasi jangka panjang.
"Meskipun menghadapi tekanan industri dan ketidakpastian sepanjang tahun 2025, Perseroan telah berhasil membuktikan bahwa fundamental bisnis tetap terjaga dan arus kas juga kian menguat. Sehingga, keputusan pemegang saham atas persetujuan dividen hari ini mencerminkan kepercayaan terhadap transformasi dan arah pertumbuhan yang kami bangun," kata Dian.
Selain pembagian dividen, RUPST juga menyetujui rencana program buyback saham Perseroan dengan nilai sebesar-besarnya Rp4 triliun. Buyback dilakukan melalui Bursa Efek maupun di luar Bursa Efek, baik secara bertahap atau sekaligus, dan diselesaikan dalam periode dua belas bulan setelah disetujui pada RUPST, yakni sejak 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027.
Aksi korporasi ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan nilai pemegang saham, juga sebagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga saham Perseroan di tengah dinamika pasar.
RUPST juga menyetujui perubahan Susunan Pengurus Dewan Komisaris guna memperkuat fondasi kepemimpinan Telkom seperti berikut:Dewan KomisarisKomisaris Utama: Angga Raka PrabowoKomisaris Independen: Deswandhy AgusmanKomisaris Independen: Anthony LeongKomisaris Independen: Ira NoviartiKomisaris Independen: Rofikoh RokhimKomisaris: Rizal MallarangengKomisaris: Edwin Hidayat AbdullahKomisaris: Ossy Dermawan
Jajaran DireksiDirektur Utama: Dian SiswariniDirektur Enterprise & Business Service: Veranita YosephineDirektur Human Capital Management: Willy SaelanDirektur Keuangan & Manajemen Risiko: Arthur Angelo Syailendra Direktur Network : Nanang HendarnoDirektur Strategic Business Development & Portfolio: Seno SoemadjiDirektur Wholesale & International Service: Budi Satria Dharma PurbaDirektur IT Digital: Faizal R. DjoemadiDirektur Legal & Compliance: Andy Kelana
Pertegas Komitmen Akselerasi Transformasi
Sepanjang tahun 2025 hingga periode kuartal pertama 2026, Telkom memperlihatkan progres eksekusi strategi transformasi TLKM 30 secara signifikan dengan fokus pada empat pilar utama. Dari sisi Operational & Service Excellence, perusahaan berhasil meningkatkan efisiensi melalui program TOTEX, perbaikan arus kas operasional, serta implementasi program Pensiun Dini dan Governance Reset.
Upaya Perseroan dalam merealisasikan transformasi menghasilkan pencapaian kinerja pada 2025, yang antara lain ditunjukkan dengan pencapaian pendapatan sebesar Rp146,74 triliun, pencapaian EBITDA sebesar Rp72,24 triliun, dan pencapaian net income sebesar Rp17,81 triliun.
Sebagai tindak lanjut agenda total governance reset, Perseroan melakukan percepatan depresiasi yang berdampak pada kontraksi net income. Namun demikian, dampak tersebut bersifat non-cash sehingga secara operasional fundamental bisnis tetap terjaga dan arus kas tetap kuat.
Pada aspek Streamlining, Telkom melakukan penyederhanaan portofolio bisnis, termasuk divestasi non core dan fokus kembali ke bisnis inti telekomunikasi dan digital. Sebanyak enam entitas telah dirampingkan, dengan transaksi divestasi AdMedika Group telah diselesaikan pada awal Juni ini.
Di sisi Unlocking Value, Telkom telah memulai monetisasi aset infrastruktur melalui spin-off aset dan bisnis wholesale fiber connectivity ke InfraNexia dengan target penyelesaian pada kuartal ketiga, serta membuka kembali inisiatif kemitraan strategis bisnis data center.
Sementara dalam Modus-operandi shift, Telkom mulai bertransisi ke model HoldCo-OpCo dengan pelaporan berbasis segmen untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kinerja. Secara keseluruhan, 2025 menjadi tahun fondasi untuk memperkuat struktur bisnis dan menyiapkan pertumbuhan yang lebih berkualitas ke depan, sejalan dengan upaya penciptaan nilai dan pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
"Keputusan-keputusan yang diambil dalam RUPST ini mencerminkan komitmen Telkom untuk terus meningkatkan kinerja dan menciptakan nilai tambah. Tahun ini, kami melakukan percepatan dalam eksekusi strategi transformasi TLKM 30 secara disiplin dan terukur, serta memastikan setiap langkah yang diambil mampu berkontribusi dalam membangun ekosistem digital nasional yang semakin maju, inklusif, dan berdaya saing global," pungkas Dian.
Telkom Gelar RUPST Tahun Buku 2025, Bagikan Dividen Rp21,9 Triliun
RUPST Telkom Tahun Buku 2025 merestui program buyback, rencana strategis, dan penyegaran pengurus perseroan. - Bagian all [734] url asal
#telkom #telkomgroup #rupst #buyback-saham #inews-id-stories
JAKARTA, iNews.id - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 secara daring, Senin (8/6/2026).
Dalam rapat tersebut, para pemegang saham menyetujui sejumlah agenda Perseroan, tiga di antaranya adalah penggunaan laba bersih tahun buku 2025, program pembelian kembali saham (buyback), serta perubahan susunan pengurus Perseroan guna memperkuat struktur kepemimpinan dan mendukung keberlanjutan transformasi TelkomGroup pada 2026.
Kemudian, untuk tahun buku 2025, pemegang saham pada agenda rapat menyetujui pembagian dividen tunai sebesar kurang lebih Rp21,9 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp17,8 triliun merupakan dari keseluruhan laba bersih yang diperoleh Perseroan pada tahun 2025.
Sementara itu, sisanya sekitar Rp4,2 triliun merupakan laba ditahan Perseroan tahun sebelumnya. Pembayaran dividen tersebut akan dilakukan selambat-lambatnya pada tanggal 10 Juli 2026. Adapun yang berhak menerima dividen adalah para pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada penutupan perdagangan saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 19 Juni 2026.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyampaikan bahwa, dalam memperhitungkan pembayaran dividen Perseroan tentu mempertimbangkan berbagai aspek, utamanya keseimbangan antara pengembalian kepada pemegang saham dan kebutuhan investasi jangka panjang.
“Meskipun menghadapi tekanan industri dan ketidakpastian sepanjang 2025, Perseroan telah berhasil membuktikan bahwa fundamental bisnis tetap terjaga dan arus kas juga kian menguat, sehingga keputusan pemegang saham atas persetujuan dividen hari ini mencerminkan kepercayaan terhadap transformasi dan arah pertumbuhan yang kami bangun,” katanya.
Selain pembagian dividen, RUPST tersebut juga menyetujui rencana program buyback saham Perseroan dengan nilai sebesar-besarnya Rp4 triliun. Buyback dilakukan melalui Bursa Efek maupun di luar Bursa Efek, baik secara bertahap atau sekaligus dan diselesaikan dalam periode dua belas bulan setelah disetujui pada RUPST, yakni sejak 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027.
Aksi korporasi ini dijalankan sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan nilai pemegang saham sekaligus langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga saham Perseroan di tengah dinamika pasar.
RUPST juga menyetujui perubahan Susunan Pengurus Dewan Komisaris guna memperkuat fondasi kepemimpinan Telkom dalam mengawal dan mengawasi agenda transformasi serta menghadapi dinamika industri digital.
Adapun susunan Dewan Komisaris dan Jajaran Direksi hasil RUPST Tahun Buku 2025 adalah sebagai berikut:
Komisaris Utama : Angga Raka Prabowo
Komisaris Independen : Deswandhy Agusman
Komisaris Independen : Anthony Leong
Komisaris Independen : Ira Noviarti
Komisaris Independen : Rofikoh Rokhim
Komisaris : Rizal Mallarangeng
Komisaris : Edwin Hidayat Abdullah
Komisaris : Ossy Dermawan
Direktur Utama : Dian Siswarini
Direktur Enterprise and Business Service : Veranita Yosephine
Direktur Human Capital Management : Willy Saelan
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko : Arthur Angelo Syailendra
Direktur Network : Nanang Hendarno
Direktur Strategic Business Development and Portfolio : Seno Soemadji
Direktur Wholesale and International Service : Budi Satria Dharma PurbaDirektur IT Digital : Faizal R. Djoemadi
Direktur Legal and Compliance : Andy Kelana
Sepanjang 2025 hingga periode kuartal pertama 2026, Telkom menunjukkan progres eksekusi strategi transformasi TLKM 30 secara signifikan dengan fokus pada empat pilar utama.
Dari sisi Operational & Service Excellence, perusahaan berhasil meningkatkan efisiensi melalui program TOTEX, perbaikan arus kas operasional, serta implementasi program Pensiun Dini dan Governance Reset.
Upaya Perseroan dalam rangka merealisasikan transformasi menghasilkan pencapaian kinerja sepanjang 2025 yang antara lain ditunjukkan dengan pencapaian pendapatan sebesar Rp146,74 triliun, pencapaian EBITDA sebesar Rp72,24 triliun dan pencapaian net income sebesar Rp17,81 triliun.
Sebagai tindak lanjut agenda total governance reset, Perseroan melakukan percepatan depresiasi yang berdampak pada kontraksi net income. Namun demikian, dampak tersebut bersifat non-cash sehingga secara operasional fundamental bisnis tetap terjaga dan arus kas tetap kuat.
Pada aspek Streamlining, Telkom melakukan penyederhanaan portofolio bisnis, termasuk divestasi non-core dan fokus kembali ke bisnis inti telekomunikasi dan digital. Sebanyak enam entitas telah dirampingkan, dengan transaksi divestasi AdMedika Group berhasil diselesaikan pada Selasa (2/6/2026).
Di sisi Unlocking Value, Telkom telah memulai monetisasi aset infrastruktur melalui spin-off aset dan bisnis wholesale fiber connectivity ke InfraNexia dengan target penyelesaian pada kuartal ketiga serta membuka kembali inisiatif kemitraan strategis bisnis data center.
Sementara itu, dalam Modus-operandi shift, Telkom mulai bertransisi ke model HoldCo–OpCo dengan pelaporan berbasis segmen untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kinerja. Secara keseluruhan, 2025 menjadi tahun fondasi untuk memperkuat struktur bisnis dan menyiapkan pertumbuhan yang lebih berkualitas ke depan, sejalan dengan upaya Perseroan dalam menciptakan nilai dan pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
“Keputusan-keputusan yang diambil dalam RUPST ini mencerminkan komitmen Telkom untuk terus meningkatkan kinerja dan menciptakan nilai tambah. Tahun ini, kami melakukan percepatan dalam eksekusi strategi transformasi TLKM 30 secara disiplin dan terukur, serta memastikan setiap langkah yang diambil mampu berkontribusi dalam membangun ekosistem digital nasional yang semakin maju, inklusif, dan berdaya saing global,” tutur Dian.
Editor: Rizqa Leony Putri
Telkom Luncurkan AIcosystem, Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
Telkom menghadirkan AIcosystem sebagai solusi AI yang berdaulat, berdampak, dan berkelanjutan. - Bagian all [1,062] url asal
#telkomgroup #telkom #aicosystem #solusi-ai #inews-id-stories
JAKARTA, iNews.id – Pesatnya adopsi digital dan teknologi Artificial Intelligence (AI) di Indonesia mendorong kebutuhan akan solusi AI yang kuat, terintegrasi, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi maupun kebutuhan industri. Menjawab kebutuhan tersebut, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menghadirkan AIcosystem, sebuah ekosistem AI terpadu yang menyatukan kapabilitas AI di lingkungan TelkomGroup untuk mendukung pemanfaatan AI di berbagai sektor.
Sebagai bagian dari langkah penguatan kapabilitas AI TelkomGroup, AIcosystem diluncurkan oleh Direktur Utama Telkom Dian Siswarini, Direktur IT Digital Telkom Faizal Rochmad Djoemadi, serta Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni (UKP Muda Seni) Raffi Ahmad, di Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Seiring dengan transformasi digital yang terus dijalankan oleh TelkomGroup, kehadiran AIcosystem menegaskan posisi Telkom sebagai Indonesia’s End-to-End AI Ecosystem Enabler melalui pengembangan kapabilitas AI yang menyeluruh, mulai dari infrastruktur, platform, hingga solusi dan aplikasi.
Telkom
AIcosystem adalah ekosistem AI terpadu yang menyatukan kapabilitas AI di lingkungan TelkomGroup untuk mendukung pemanfaatan AI di berbagai sektor. [988] url asal
#telkom #artificial-intelligence #aicosystem #jakarta #ai-solutions-amp-applications #ai-telkomgroup #ai-coe #neutra-compute #telkom-university #neutradc #beyond-innovation #impact-for-the-nation
(CNN Indonesia - Ekonomi) 05/06/26 13:25
v/241001/
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) meluncurkan AIcosystem, yakni ekosistem artificial intelligence (AI) terpadu yang menyatukan kapabilitas AI di lingkungan TelkomGroup untuk mendukung pemanfaatan AI di berbagai sektor, serta menghadirkan solusi yang relevan bagi kebutuhan industri dan masyarakat pada Kamis (4/6).
Bertajuk "Beyond Innovation, Impact for the Nation", peluncuran AIcosystem diresmikan oleh Direktur Utama Telkom Dian Siswarini, Direktur IT Digital Telkom Faizal Rochmad Djoemadi, serta Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni (UKP Muda Seni) Raffi Ahmad di Jakarta.
Seiring transformasi digital yang terus dijalankan TelkomGroup, kehadiran AIcosystem menegaskan posisi Telkom sebagai Indonesia's End-to-End AI Ecosystem Enabler melalui pengembangan kapabilitas AI yang menyeluruh, mulai dari infrastruktur, platform, hingga solusi dan aplikasi.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini menegaskan bahwa AIcosystem merupakan wujud komitmen Telkom dalam menghadirkan AI sebagai fondasi transformasi digital yang memiliki nilai nyata bagi Indonesia. AIcosystem juga menjadikan TelkomGroup sebagai kolaborator dan jembatan dalam mengoptimalkan pemanfaatan AI pada aktivitas bisnis maupun keseharian masyarakat.
"AI bukan hanya perkembangan teknologi masa kini, melainkan fondasi baru transformasi digital yang perlu dibangun secara kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan AIcosystem, kami menyatukan seluruh kekuatan AI TelkomGroup agar Indonesia memiliki ekosistem AI yang solid, terintegrasi, dan mampu menciptakan dampak nyata bagi masyarakat, dunia usaha, dan daya saing bangsa," ujar Dian.
AIcosystem dirancang sebagai ekosistem AI yang mengorkestrasi berbagai kapabilitas TelkomGroup dalam satu arah strategis untuk menghadirkan solusi yang relevan dan bernilai tambah. Melalui AIcosystem, pengembangan AI yang selama ini dilakukan oleh masing-masing Operating Company (OpCo kini dapat terhubung dan bergerak lebih sinergis guna menghadirkan inovasi yang scalable bagi kebutuhan korporasi, pemerintah, maupun masyarakat.
Ekosistem ini menghimpun portofolio AI TelkomGroup, mulai dari Telkom AI Center of Excellence (AI CoE), Telkomsel AI, Neutra Compute dari NeutraDC, AI Infomedia, dan AI Digiserve, hingga Telkom University.
Sebagai salah satu penggerak AIcosystem, Telkom AI Center of Excellence (AI CoE) memainkan peran strategis dalam pengembangan AI Telkom melalui lima pilar utama, yakni AI Campus, AI Playground, AI Connect, AI Hub, dan AI Native. Kelima pilar tersebut diformulasikan untuk mendorong adopsi AI secara lebih luas melalui penguatan talenta, kolaborasi, serta pengembangan solusi yang relevan dan berdampak nyata.
Melalui pilar-pilar itu, AI CoE mendorong pengembangan AI secara komprehensif dari hulu ke hilir, mulai dari penguatan talenta hingga implementasi solusi. AI Campus memperkuat kolaborasi dengan dunia akademik untuk pengembangan talenta dan riset AI, sementara AI Playground membuka ruang eksplorasi, serta pemanfaatan AI bagi developer maupun komunitas.
Adapun AI Connect mempertemukan kampus, industri, komunitas, dan Telkom dalam ekosistem kolaboratif, sedangkan AI Hub mempercepat transformasi ide dan eksperimen menjadi solusi yang siap digunakan. Pada saat yang sama, AI Native mendorong penerapan AI dalam cara kerja internal TelkomGroup agar semakin cepat, cerdas, dan efisien.
Direktur IT Digital Telkom, Faizal Rochmad Djoemadi menjelaskan bahwa pembeda AIcosystem dari berbagai inisiatif AI lainnya adalah pendekatan fullstack AI yang dibangun dan dikembangkan secara end-to-end. Ia menegaskan, TelkomGroup siap mendukung seluruh adopsi dan kebutuhan solusi AI ke depan.
"AIcosystem dibangun dengan pendekatan fullstack, sehingga TelkomGroup tidak hanya menghadirkan solusi dalam bentuk aplikasi, tetapi juga memperkuat fondasi AI-nya melalui infrastruktur, data, model, dan platform. Pendekatan ini memungkinkan solusi yang lebih aman dengan security yang berlapis, scalable, dan relevan dengan kebutuhan bisnis maupun layanan publik di Indonesia," papar Faizal.
Pendekatan fullstack tersebut mencakup tiga lapisan utama, yakni AI Infrastructure, AI Models & Platforms, serta AI Solutions & Applications. Pada sisi AI Infrastructure, Telkom menghadirkan dukungan data center, GPU, CPU, dan memory sebagai fondasi komputasi AI.
Sementara pada AI Models & Platforms, Telkom mengembangkan AI platform, big data platform, data aggregator, hingga Large Language Model (LLM) yang mencakup Bahasa Indonesia. Pada AI Solutions & Applications, AI TelkomGroup telah menghadirkan berbagai aplikasi dan use case sesuai kebutuhan spesifik industri dan layanan publik. Hal itu disebut membuka peluang pengembangan bisnis digital Telkom seiring peningkatan kebutuhan industri terhadap solusi AI yang semakin cerdas dan berbasis data.
Berbeda dengan AI yang umumnya digunakan secara individual, solusi AI TelkomGroup dikembangkan dengan fokus mendukung kebutuhan enterprise. Dengan mengutamakan data private, tata kelola dan keamanan, serta integrasi sistem bisnis, solusi AI TelkomGroup mampu menghasilkan insight dan keputusan yang lebih strategis berbasis real data, serta menjamin proses asesmen keamanan sesuai standar perusahaan.
Solusi AI TelkomGroup hingga saat ini telah dimanfaatkan di berbagai sektor strategis, termasuk pendidikan, pemerintahan, transportasi, energi dan migas, keuangan, logistik, telekomunikasi, hingga manufaktur. Sejumlah institusi dan perusahaan besar menggunakan solusi AI TelkomGroup dalam operasional melalui erbagai implementasi, mencakup pemanfaatan AI untuk pricing analytics, traffic management, HR profiling analytics, AI legal document review, hingga infrastructure planning berbasis AI.
Dalam sektor pendidikan, platform Pijar milik Telkom juga turut memanfaatkan AI sebagai pendukung peningkatan produktivitas, seperti membantu guru mengoreksi esai secara lebih cepat dan konsisten.
Selain menghadirkan solusi yang telah terbukti implementatif, AIcosystem dikembangkan berdasarkan kebutuhan dan konteks Indonesia. Dukungan terhadap Large Language Model (LLM) Bahasa Indonesia, penguatan keamanan data, serta pemanfaatan infrastruktur yang dibangun dan dioperasikan di dalam negeri mencerminkan komitmen Telkom mendorong transformasi digital, serta memperkuat kedaulatan AI dan digital nasional.
Bagi Telkom, pengembangan AI tidak berhenti pada pemanfaatan teknologi semata, tetapi juga memastikan AI mampu memahami bahasa, kebutuhan, dan dinamika kultur Indonesia secara lebih relevan. Pendekatan tersebut menjadi fondasi penting agar inovasi dan nilai ekonomi digital dari pengembangan AI dapat tumbuh di dalam negeri, serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi berbagai sektor.
Dari perspektif generasi muda dan pekerja kreatif, UKP Muda Seni Raffi Ahmad melihat bahwa perkembangan AI membuka peluang yang luas untuk belajar, berinovasi, dan memperluas kolaborasi. Raffi menyebut, dengan kecepatan generasi muda beradaptasi dengan teknologi, penggunaan AI kini mencakup pemanfaatan secara produktif, kreatif, dan bertanggung jawab.
"Kehadiran AIcosystem yang dikembangkan TelkomGroup menjadi bukti bahwa Indonesia bukan hanya sebagai pengguna, namun pencipta AI. Dengan ini, AIcosystem Telkom akan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas agar anak muda Indonesia dapat belajar, berkreasi, dan menciptakan inovasi yang berdampak bagi masa depan bangsa," pungkas Raffi.
Melalui AIcosystem, Telkom menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran AI sebagai penggerak transformasi digital yang mampu memberikan solusi komprehensif, meningkatkan produktivitas, serta mendorong nilai tambah yang berkelanjutan bagi Indonesia.
AdMedika Group Siap Ekspansi di Bawah Fullerton Health
AdMedika Group memiliki fondasi bisnis, kapabilitas teknologi, serta rekam jejak yang kuat dalam industri administrasi kesehatan (third party administrator/TPA) di Indonesia. [519] url asal
PT Multimedia Nusantara (TelkomMetra), yang merupakan operating company PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), secara resmi menandatangani Perjanjian Jual Beli (Sale and Purchase Agreement/SPA) dengan kelompok perusahaan Fullerton Health (Fullerton Health) terkait divestasi penuh atas PT Administrasi Medika (AdMedika), termasuk entitas anak usahanya TelkoMedika (bersama-sama disebut AdMedika Group).
SPA antara TelkomMetra sebagai penjual dan Fullerton Health sebagai pembeli yang terlaksana pada Selasa (2/6) ini menandai tonggak penting dalam optimalisasi portofolio TelkomMetra, sekaligus memposisikan AdMedika Group untuk memasuki fase pertumbuhan berikutnya di bawah kepemilikan Fullerton Health, termasuk peluang ekspansi regional.
Sebagaimana aspirasi streamlining BUMN yang diamanatkan oleh Danantara Indonesia, langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun struktur bisnis TelkomGroup yang lebih fokus, lincah, dan kompetitif secara global. Inisiatif ini sekaligus merupakan bagian dari eksekusi strategi transformasi jangka menengah TLKM 30, khususnya pada pilar ketiga melalui penataan portofolio bisnis non-core untuk memperkuat konsentrasi perusahaan pada bisnis inti di sektor telekomunikasi dan digital.
Managing Director Business-2 PT Danantara Asset Management Setyanto Hantoro menyampaikan langkah strategis ini sejalan dengan agenda transformasi dan penataan portofolio BUMN yang tengah didorong Danantara untuk membangun perusahaan yang lebih fokus, sehat, dan berdaya saing global.
Melalui penataan portofolio yang terarah serta kolaborasi dengan mitra global seperti Fullerton Health, kami meyakini bahwa sinergi ini akan memperkuat kapabilitas ekosistem digital Indonesia, khususnya di sektor healthcare, serta menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
“TelkomGroup terus menjalankan strategi penataan portofolio bisnis secara disiplin untuk membangun perusahaan yang lebih lincah, efisien, dan berorientasi pada penciptaan nilai. Kami memandang kemitraan strategis seperti ini bukan sekadar transaksi korporasi, melainkan bagian dari upaya menciptakan struktur bisnis yang lebih optimal agar setiap entitas dapat tumbuh secara lebih agresif serta membuka ruang inovasi bisnis yang lebih luas di masa depan,” ujar Direktur Utama Telkom Dian Siswarini, dalam keterangan resmi, Rabu (3/6).
Sementara itu, Direktur Utama TelkomMetra Pramasaleh Haryo Utomo menambahkan, TelkomMetra memandang langkah ini sebagai momentum strategis untuk memperkuat nilai tambah AdMedika dalam jangka panjang.
"Di bawah kepemilikan Fullerton Health, kami meyakini AdMedika berada pada posisi yang solid untuk meningkatkan kapabilitas, memperluas skala bisnis, serta mengakses ekosistem layanan kesehatan regional yang lebih luas, dengan tetap mempertahankan fondasi kuat yang telah dibangun di Indonesia," ujarnya.
AdMedika Group memiliki fondasi bisnis, kapabilitas teknologi, serta rekam jejak yang kuat dalam industri administrasi kesehatan (third party administrator/TPA) di Indonesia.
Sebagai bagian dari Fullerton Health yang memiliki pengalaman regional yang luas di kawasan Asia Pasifik, kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat posisi AdMedika Group sebagai salah satu pemain healthcare administration dan managed care terdepan di Indonesia.
Group CEO Fullerton Health Ho Kuen Loon menerangkan akuisisi ini menegaskan komitmen jangka panjang Fullerton Health di Indonesia serta investasi berkelanjutan kami dalam membangun platform layanan kesehatan yang terintegrasi dan berskala.
"Dengan bergabungnya AdMedika Group ke dalam ekosistem Fullerton Health, kami memperkuat kapabilitas operasional di bidang administrasi layanan kesehatan, sekaligus memanfaatkan jaringan regional yang telah kami bangun untuk menjawab kebutuhan layanan kesehatan di Indonesia yang terus berkembang,” ujarnya.
Melalui langkah strategis ini, TelkomGroup, TelkomMetra, dan Fullerton Health Group berharap dapat memperkuat ekosistem healthcare dan digital services di Indonesia, sekaligus menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
Telkom
Langkah ini memposisikan AdMedika Group untuk memasuki fase pertumbuhan selanjutnya di bawah kepemilikan Fullerton Health, termasuk peluang ekspansi regional. [506] url asal
#telkom #telkom-group #divestasi #telkommetra #admedika #admedika-group #telkomgroup #fullerton-health #administrasi-medika #admedika-group #ho-kuen-loon #dian-siswarini #asia-pasifik #danantara-a
(CNN Indonesia - Ekonomi) 03/06/26 14:18
v/238760/
PT Multimedia Nusantara (TelkomMetra) sebagai operating company PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), resmi menandatangani Perjanjian Jual Beli (Sale and Purchase Agreement/SPA) dengan kelompok perusahaan Fullerton Health (Fullerton Health) terkait divestasi penuh atas PT Administrasi Medika (AdMedika), termasuk entitas anak usahanya TelkoMedika yang bersama-sama disebut AdMedika Group, pada Selasa (2/6).
SPA antara TelkomMetra sebagai penjual dan Fullerton Health sebagai pembeli ini menandai tonggak penting dalam optimalisasi portofolio TelkomMetra, sekaligus memposisikan AdMedika Group untuk memasuki fase pertumbuhan selanjutnya di bawah kepemilikan Fullerton Health, termasuk peluang ekspansi regional.
Perjanjian ini menjadi upaya membangun struktur bisnis TelkomGroup yang lebih fokus, lincah, dan kompetitif secara global; serta merupakan bagian dari eksekusi strategi transformasi jangka menengah TLKM 30, khususnya pada pilar ketiga melalui penataan portofolio bisnis non-core untuk memperkuat konsentrasi perusahaan pada bisnis inti di sektor telekomunikasi dan digital.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini menyatakan bahwa TelkomGroup akan terus menjalankan strategi penataan portofolio bisnis secara disiplin untuk membangun perusahaan yang lebih lincah, efisien, dan berorientasi pada penciptaan nilai.
"Kami memandang kemitraan strategis seperti ini bukan sekadar transaksi korporasi, melainkan bagian dari upaya menciptakan struktur bisnis yang lebih optimal agar setiap entitas dapat tumbuh secara lebih agresif, serta membuka ruang inovasi bisnis yang lebih luas di masa depan," ujar Dian.
Sementara itu, Direktur Utama TelkomMetra Pramasaleh Haryo Utomo menilai langkah ini sebagai momentum strategis untuk memperkuat nilai tambah AdMedika dalam jangka panjang.
"Di bawah kepemilikan Fullerton Health, kami meyakini AdMedika berada pada posisi yang solid untuk meningkatkan kapabilitas, memperluas skala bisnis, serta mengakses ekosistem layanan kesehatan regional yang lebih luas, dengan tetap mempertahankan fondasi kuat yang telah dibangun di Indonesia," katanya.
AdMedika Group diketahui memiliki fondasi bisnis, kapabilitas teknologi, serta rekam jejak yang kuat dalam industri administrasi kesehatan (third party administrator/TPA) di Indonesia. Sebagai bagian dari Fullerton Health yang memiliki pengalaman regional luas di kawasan Asia Pasifik, kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat posisi AdMedika Group sebagai salah satu pemain healthcare administration dan managed care terdepan di Indonesia.
Group CEO Fullerton Health, Ho Kuen Loon menambahkan bahwa akuisisi ini menegaskan komitmen jangka panjang Fullerton Health di Indonesia, serta mendukung investasi berkelanjutan dalam membangun platform layanan kesehatan yang terintegrasi dan berskala.
"Dengan bergabungnya AdMedika Group ke dalam ekosistem Fullerton Health, kami memperkuat kapabilitas operasional di bidang administrasi layanan kesehatan, sekaligus memanfaatkan jaringan regional yang telah kami bangun untuk menjawab kebutuhan layanan kesehatan di Indonesia yang terus berkembang," papar Ho Kuen Loon.
Managing Director Business-2 PT Danantara Asset Management, Setyanto Hantoro menyatakan bahwa langkah strategis ini sejalan dengan agenda transformasi dan penataan portofolio BUMN yang tengah didorong Danantara untuk membangun perusahaan yang lebih fokus, sehat, dan berdaya saing global.
"Melalui penataan portofolio yang terarah serta kolaborasi dengan mitra global seperti Fullerton Health, kami meyakini bahwa sinergi ini akan memperkuat kapabilitas ekosistem digital Indonesia, khususnya di sektor healthcare, serta menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan," tutur Setyanto.
Melalui langkah strategis ini, TelkomGroup, TelkomMetra, dan Fullerton Health Group mendorong penguatan ekosistem healthcare dan digital services di Indonesia, dengan tetap menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
Streamlining Telkom (TLKM), TelkomMetra Resmi Divestasi AdMedikaGroup ke Fullerton
TelkomMetra menjual AdMedika ke Fullerton Health untuk fokus pada bisnis inti telekomunikasi, mendukung transformasi dan memperkuat ekosistem digital Indonesia. [421] url asal
#telkom-divestasi #admedika-group #fullerton-health #telkommetra #telkom-indonesia #divestasi-saham #penataan-portofolio #transformasi-telkom #bisnis-non-core #telkomgroup #sinergi-digital #kemitraan-s
(Bisnis.Com - Teknologi) 03/06/26 10:02
v/238367/
Bisnis.com, JAKARTA — Anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), PT Multimedia Nusantara atau TelkomMetra, resmi melakukan divestasi penuh atas kepemilikan sahamnya di PT Administrasi Medika (AdMedika) termasuk entitas anak usaha, TelkoMedika.
Langkah korporasi ini ditandai lewat penandatanganan Perjanjian Jual Beli atau Sale and Purchase Agreement (SPA) antara TelkomMetra selaku penjual dan kelompok perusahaan layanan kesehatan regional, Fullerton Health, sebagai pembeli pada Selasa (2/6/2026).
Divestasi AdMedika Group menjadi tonggak penting penataan portofolio di lingkungan TelkomGroup, sekaligus membuka peluang bagi AdMedika masuk ke fase pertumbuhan baru di level regional.
Inisiatif strategis ini sejalan dengan arahan streamlining dari Danantara Indonesia kepada TelkomGroup. Tujuannya guna memperkuat struktur bisnis maskapai telekomunikasi pelat merah tersebut agar lebih fokus, lincah, dan kompetitif di kancah global. Langkah ini menjadi bagian penting eksekusi strategi transformasi jangka menengah TLKM 30, khususnya pada pilar ketiga terkait penataan portofolio bisnis non-core.
Managing Director Business-2 PT Danantara Asset Management Setyanto Hantoro menyampaikan, “Langkah strategis ini sejalan dengan agenda transformasi dan penataan portofolio BUMN yang tengah didorong Danantara untuk membangun perusahaan yang lebih fokus, sehat, dan berdaya saing global.
“Melalui penataan portofolio yang terarah serta kolaborasi dengan mitra global seperti Fullerton Health, kami meyakini sinergi ini akan memperkuat kapabilitas ekosistem digital Indonesia,” kata Setyanto, dikutip Rabu (3/6/2026).
Sementara itu Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan pelepasan kepemilikan ini memberikan ruang bagi TelkomGroup untuk mengonsentrasikan sumber daya perusahaan pada bisnis inti sektor telekomunikasi dan digital.
Telkom menilai kemitraan strategis seperti ini bukan sekadar transaksi korporasi, melainkan bagian dari upaya menciptakan struktur bisnis yang lebih optimal agar setiap entitas dapat tumbuh secara lebih agresif serta membuka ruang inovasi bisnis yang lebih luas di masa depan.
“TelkomGroup terus menjalankan strategi penataan portofolio bisnis secara disiplin untuk membangun perusahaan yang lebih lincah, efisien, dan berorientasi pada penciptaan nilai,” kata Dian.
Direktur Utama TelkomMetra Pramasaleh Haryo Utomo menambahkan, AdMedika berada pada posisi solid di bawah kepemilikan Fullerton Health. Perusahaan third party administrator (TPA) yang dicaplok TelkomGroup pada 2010 ini dinilai siap meningkatkan kapabilitas operasional serta mengakses ekosistem layanan kesehatan regional yang lebih luas.
Bagi Fullerton Health, akuisisi ini memantapkan jejak ekspansinya di Asia Pasifik. Korporasi yang berbasis di Singapura tersebut saat ini mengoperasikan sekitar 550 fasilitas layanan kesehatan di sembilan negara dan melayani lebih dari 26.000 klien korporasi.
Group CEO Fullerton Health Ho Kuen Loon mengungkapkan, aksi korporasi ini membuktikan komitmen investasi jangka panjang perusahaan di Indonesia. Integrasi AdMedika Group ke dalam ekosistem Fullerton Health diproyeksikan mampu menjawab kebutuhan pasar jaminan dan administrasi kesehatan dalam negeri yang terus berkembang secara dinamis.
Telkom
Telkom mengumumkan kinerja keuangan pada kuartal pertama tahun 2026 dengan pertumbuhan progresif di sebagian segmen bisnis. [1,033] url asal
#telkom #kinerja-keuangan #tlkm-30 #b2c #infranexia #tlkm-30 #arpu #b2b-infrastructure #unit-wholesale-amp-international-service #telkomgroup #dian-siswarini #fttt #opco #admedika-group #qoq #asia
(CNN Indonesia - Ekonomi) 01/06/26 12:51
v/236680/
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mengumumkan kinerja keuangan pada kuartal pertama tahun 2026 dengan pertumbuhan progresif di sebagian segmen bisnis. Hal ini mencerminkan konsistensi perusahaan menerapkan disiplin operasional seraya mengakselerasi eksekusi strategi transformasi TLKM 30.
Mengawali tiga bulan pertama 2026, Telkom membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp37,2 triliun atau tumbuh 1,5% YoY. EBITDA tercatat sebesar Rp18,0 triliun dengan EBITDA margin pada 48,3%, dan laba bersih sebesar Rp4,3 triliun dengan margin laba bersih 11,7%.
Sedangkan untuk laba bersih yang dinormalisasi sebesar Rp5,1 triliun dengan margin laba bersih yang dinormalisasi 13,8%. Kontraksi pada laba bersih terutama dipengaruhi oleh dampak lanjutan dari percepatan depresiasi dan proses normalisasi bisnis selama fase transformasi.
Namun, tekanan ini bersifat transisional dan non-cash, sementara secara fundamental kinerja operasional tetap terjaga. Arus kas operasional perseroan juga tumbuh 3,1% YoY menjadi Rp17,3 triliun, didorong implementasi program efisiensi TOTEX, serta disiplin penagihan yang semakin baik.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini mengatakan bahwa tahun ini, Telkom gencar mengakselerasi eksekusi strategi TLKM 30 demi penciptaan value yang optimal, serta keberlangsungan perusahaan yang semakin solid.
"Kinerja kuartal pertama tahun 2026 ini menjadi awal yang baik dan motivasi bagi TelkomGroup untuk dapat terus melakukan perbaikan secara bertahap guna memberikan pencapaian dan kontribusi terbaik bagi perusahaan, pelanggan, masyarakat dan negara," tutur Dian.
Pada segmen B2C (Mobile dan Fixed Broadband), Telkomsel membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp27,6 triliun atau tumbuh 1,3% YoY, didorong pendapatan bisnis digital. Payload data juga meningkat 2,3% YoY, didukung upaya memperkuat kualitas dan ekspansi jaringan melalui investasi yang disiplin dan berkelanjutan.
Strategi disiplin harga, penyederhanaan produk, serta menghadirkan pengalaman terbaik pelanggan terbukti mendorong pertumbuhan ARPU menjadi Rp45.100 atau naik 6,4% YoY. Hal ini mencerminkan inisiatif perbaikan pasar yang semakin sehat, dan kondisi industri yang lebih stabil.
Telkomsel menyatakan akan terus fokus menjaga ARPU melalui peningkatan produktivitas pelanggan dan inovasi layanan digital lifestyle. Menurut Dian, dari sisi pasar saat ini, industri telekomunikasi masih prospektif karena konektivitas dan internet yang sudah menjadi kebutuhan primer masyarakat.
"Dalam beberapa tahun terakhir pun kami melihat kebutuhan terhadap layanan internet terus tumbuh dan belum menunjukkan adanya tren penurunan. Kami optimistis untuk memperkuat ekosistem mobile dan fixed broadband secara berkelanjutan dengan tetap mengutamakan customer experience yang baik," katanya.
Adapun segmen B2B Infrastructure menunjukkan kinerja positif dengan pendapatan sebesar Rp2,4 triliun atau tumbuh 6,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini ditopang oleh ekspansi berkelanjutan bisnis Fiber-to-the-Tower (FTTT).
Pada bisnis menara telekomunikasi dan FTTT yang digawangi oleh Mitratel, perseroan membukukan pendapatan Rp2,3 triliun atau tumbuh 1,4% YoY, dengan Tower Leasing dan Tower-Related Business tetap menjadi kontributor utama. Berkat efektivitas pengelolaan biaya dan fundamental bisnis yang kuat, Mitratel berhasil menjaga EBITDA margin stabil di 82,7%.
Sebagai pemimpin pasar menara telekomunikasi di Asia Tenggara, Mitratel memperkuat strategi portofolio pada aset fiber optic. Di kuartal I, Mitratel berekspansi sepanjang 1.080 km fiber optic yang menjadikan total kepemilikan mencapai 58.279 km. Strategi itu berhasil mendorong pertumbuhan bisnis FTTT, serta memperkuat kapabilitas Mitratel sebagai Next-Gen Tower Company yang terintegrasi.
Pada bisnis data center, pendapatan diperoleh dari fasilitas data center dan colocation data center NeutraDC Group, serta fasilitas edge data center NeuCentrIX yang saat ini berada di bawah kendali operasional Telkom. Data center menjadi salah satu platform digital dengan permintaan tinggi seiring perkembangan industri digital.
Melihat potensi itu, lahir inisiatif konsolidasi untuk menjadikan NeutraDC pengelola keseluruha aset data center secara lebih fokus. Pendekatan ini akan mampu membuka peluang perluasan layanan, monetisasi aset, serta pertumbuhan bisnis melalui kolaborasi dengan mitra strategis.
Pada unit Wholesale & International Service, pendapatan tercatat Rp2,8 triliun, dengan pertumbuhan layanan interkoneksi 18,9% QoQ berkat meningkatnya aktivitas international wholesale voice business.
Selanjutnya, di segmen B2B ICT, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp3,1 triliun. Di tengah proses restrukturisasi, aktivitas bisnis cenderung melandai seiring pendekatan yang lebih disiplin dan selektif dalam penjajakan kerja sama baru. Meskipun berdampak pada perlambatan jangka pendek, langkah restrukturisasi tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan untuk mendorong margin yang lebih sehat, menghilangkan tumpang tindih penawaran produk, serta memperkuat posisi kompetitif di pasar dalam jangka panjang.
Eksekusi Transformasi dan Prioritas Strategis
Pencapaian positif segmen B2C dan B2B Infrastructure Telkom pada periode ini tidak lepas dari transformasi dan percepatan eksekusi strategi TLKM 30. Realisasi belanja modal mencapai Rp4,9 triliun atau 13,2% dari pendapatan. Sebanyak 99% dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur di segmen inti B2C, B2B Infrastructure, dan International, serta sisanya untuk pengembangan platform digital secara disiplin.
Adapun efisiensi operasional terus diciptakan melalui inisiatif streamlining dan penataan portofolio bisnis berbasis HoldCo-OpCo, termasuk divestasi, merger, maupun likuidasi entitas non-core. Salah satu progress streamlining yang berjalan adalah divestasi AdMedika Group kepada investor strategis dengan target selesai pada akhir semester pertama 2026. Divestasi ini diharapkan dapat membuka peluang pertumbuhan dan inovasi bagi AdMedika Group, serta menghadirkan kualitas layanan yang semakin baik.
Di sisi unlock value, Telkom berada dalam fase persiapan pemisahan bisnis dan aset wholesale fiber connectivity tahap kedua kepada InfraNexia yang ditargetkan rampung pada kuartal III 2026. Proses ini turut mempertimbangkan evaluasi terhadap prioritas inisiatif guna memastikan implementasi yang lebih optimal. Secara keseluruhan proses pemisahan berjalan sesuai rencana, sebagai bagian dari strategi Telkom mendorong pengelolaan aset fiber yang lebih tangkas dan efisien, serta membuka peluang bisnis lebih luas ke depan.
Inisiatif tersebut sejalan dengan fokus transformasi Telkom dalam mendorong pertumbuhan melalui monetisasi aset dan infrastruktur ke pasar eksternal. Dengan penguatan di segmen B2B, khususnya InfraNexia yang diproyeksikan sebagai motor pertumbuhan baru, TelkomGroup dapat membuka peluang peningkatan pendapatan eksternal, serta memperkuat fundamental bisnis perusahaan.
Saat ini, kontribusi bisnis fiber masih berada di kisaran 15% dan ditargetkan meningkat menjadi sekitar 25% seiring optimalisasi utilisasi infrastruktur, penyelesaian transfer aset, dan operasional yang berjalan penuh.
Kemudian, Telkom juga memperkuat bisnis B2B ICT dan International guna menangkap potensi kebutuhan industri yang terus berkembang di tengah adopsi teknologi berbasis AI. Ke depan, langkah ini diharapkan dapat menciptakan komposisi pendapatan segmen B2C dan B2B TelkomGroup yang lebih seimbang.
"Tahun 2026 menjadi periode yang penuh peluang sekaligus tantangan bagi TelkomGroup. Karena itu, kami akan terus mempercepat eksekusi strategi transformasi TLKM 30 dengan tetap mengutamakan prinsip disiplin operasi untuk memperkuat keberlanjutan bisnis, menghadirkan layanan yang semakin inklusif, serta membangun ekosistem digital yang mampu menciptakan dampak lebih luas," tutup Dian.
Kinerja Solid di Awal 2026, Telkom Konsisten Jalankan Disiplin Operasional dan Eksekusi Transformasi
Kinerja kuartal pertama 2026 ini motivasi bagi TelkomGroup terus melakukan perbaikan. [1,134] url asal
#telkom #kinerja-keuangan #laba-bersih #disiplin-operasional #masih-prospektif #telkomgroup #penuh-peluang
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mengumumkan kinerja keuangan kuartal pertama 2026 dengan mencatat pertumbuhan progresif pada sebagian segmen bisnis.
Di tengah kondisi ketidakpastian makroekonomi, capaian ini mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menerapkan disiplin operasional seraya mengakselerasi eksekusi strategi transformasi TLKM 30.
Mengawali tiga bulan pertama 2026, Telkom membukukan pendapatan konsolidasi Rp 37,2 triliun atau tumbuh 1,5 persen YoY. EBITDA tercatat Rp 18,0 triliun dengan EBITDA margin pada 48,3 persen.
Perseroan juga mencatat laba bersih Rp 4,3 triliun dengan margin laba bersih pada 11,7 persen. Sedangkan untuk laba bersih yang dinormalisasi Rp 5,1 triliun dengan margin laba bersih yang dinormalisasi 13,8 persen.
Kontraksi pada laba bersih terutama dipengaruhi dampak lanjutan dari percepatan depresiasi dan proses normalisasi bisnis selama fase transformasi. Namun, tekanan ini bersifat transisional dan non-cash, sementara secara fundamental kinerja operasional tetap terjaga.
Arus kas operasional perseroan juga tumbuh 3,1 persen YoY menjadi Rp 17,3 triliun, didorong implementasi program efisiensi TOTEX serta disiplin penagihan yang semakin baik.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan tahun ini Telkom akan semakin gencar mengakselerasi eksekusi strategi TLKM 30 demi menciptakan value yang optimal dan memastikan keberlangsungan perusahaan ke depannya semakin solid.
‘’Kinerja kuartal pertama 2026 ini awal yang baik dan motivasi bagi TelkomGroup terus melakukan perbaikan bertahap guna memberikan pencapaian dan kontribusi terbaik bagi perusahaan, pelanggan, masyarakat dan negara,” katanya dalam keterangan Sabtu (30/5/2026).
Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan di Tengah Perbaikan Pasar B2C
Pada segmen B2C (Mobile dan Fixed Broadband), Telkomsel membukukan pendapatan konsolidasian Rp 27,6 triliun atau tumbuh 1,3 persen YoY, didorong pendapatan bisnis digital. Payload data juga meningkat 2,3 persen YoY, didukung upaya perseroan memperkuat kualitas dan ekspansi jaringan melalui investasi yang disiplin dan berkelanjutan.
Strategi dalam menerapkan disiplin harga, penyederhanaan produk, serta menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih baik berhasil mendorong pertumbuhan ARPU menjadi Rp 45.100 atau naik 6,4 persen YoY.
Ini mencerminkan inisiatif perbaikan pasar yang semakin sehat serta kondisi industri yang lebih stabil dan rasional. Telkomsel akan terus fokus menjaga ARPU melalui peningkatan produktivitas pelanggan dan inovasi layanan digital lifestyle yang selaras dengan perkembangan kebutuhan masyarakat.
Dian menambahkan, dari sisi pasar, industri telekomunikasi masih prospektif karena konektivitas dan internet saat ini sudah menjadi kebutuhan primer masyarakat.
Dalam beberapa tahun terakhir pun, Telkom melihat kebutuhan terhadap layanan internet terus tumbuh dan belum menunjukkan adanya tren penurunan.
‘’Kami optimistis untuk memperkuat ekosistem mobile dan fixed broadband secara berkelanjutan dengan tetap mengutamakan customer experience yang baik,” ujar Dian.
Transformasi Pacu Pertumbuhan di Segmen B2B Infrastructure
Segmen B2B Infrastructure menunjukkan kinerja positif dengan pendapatan Rp 2,4 triliun atau tumbuh 6,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini ditopang oleh ekspansi berkelanjutan bisnis Fiber-to-the-Tower (FTTT).
Pada bisnis menara telekomunikasi dan FTTT yang digawangi Mitratel, perseroan membukukan pendapatan Rp 2,3 triliun atau tumbuh 1,4 persen YoY, dengan Tower Leasing dan Tower-Related Business tetap menjadi kontributor utama penopang stabilitas pendapatan.
Berkat efektivitas pengelolaan biaya serta fundamental bisnis yang kuat, Mitratel berhasil menjaga EBITDA margin tetap stabil di 82,7 persen. Sebagai upaya untuk terus menjadi pemimpin pasar menara telekomunikasi di Asia Tenggara, Mitratel memperkuat strategi portofolio pada aset fiber optic.
Sepanjang periode kuartal pertama, Mitratel melakukan ekspansi sepanjang 1.080 km fiber optic yang menjadikan total kepemilikan mencapai 58.279 km. Strategi ekspansi berkelanjutan tersebut berhasil mendorong pertumbuhan bisnis FTTT yang cukup baik sekaligus memperkuat kapabilitas Mitratel sebagai Next-Gen Tower Company yang terintegrasi.
Pada bisnis data center, pendapatan diperoleh dari fasilitas data center dan colocation data center yang dimiliki oleh NeutraDC Group, serta fasilitas edge data center NeuCentrIX yang saat ini masih berada di bawah kendali operasional Telkom.
Data center menjadi salah satu platform digital dengan permintaan yang terus meningkat seiring berkembangnya aktivitas pelaku industri digital.
Melihat potensi tersebut, inisiatif konsolidasi menjadi langkah strategis untuk menjadikan NeutraDC pengelola keseluruhan aset data center secara lebih fokus. Pendekatan ini akan mampu membuka peluang perluasan layanan, monetisasi aset, serta pertumbuhan bisnis melalui kolaborasi dengan mitra strategis.
Pada unit Wholesale & International Service, pendapatan tercatat Rp 2,8 triliun, dengan pertumbuhan layanan interkoneksi 18,9 persen QoQ berkat meningkatnya aktivitas international wholesale voice business.
Selanjutnya, pada segmen B2B ICT, perseroan berhasil mencatatkan pendapatan Rp 3,1 triliun. Di tengah proses restrukturisasi yang sedang berlangsung pada segmen ini, aktivitas bisnis cenderung melandai seiring pendekatan yang lebih disiplin dan selektif dalam penjajakan kerja sama baru.
Meskipun berdampak pada perlambatan jangka pendek, restrukturisasi menjadi bagian dari upaya perseroan mendorong margin lebih sehat, menghilangkan tumpang tindih penawaran produk, serta memperkuat posisi kompetitif di pasar dalam jangka panjang.
Eksekusi Transformasi Berjalan Sesuai Rencana dan Prioritas Strategis
Pencapaian positif segmen B2C dan B2B Infrastructure Telkom pada periode ini tidak lepas dari keberhasilan transformasi dan percepatan eksekusi strategi TLKM 30. Realisasi belanja modal mencapai Rp 4,9 triliun atau 13,2 persen dari pendapatan.
Sebanyak 99 persen dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur di segmen inti B2C, B2B Infrastructure, dan International, serta sisanya untuk pengembangan platform digital secara disiplin.
Efisiensi operasional terus diciptakan melalui inisiatif streamlining dan penataan portofolio bisnis berbasis HoldCo-OpCo, termasuk divestasi, merger, maupun likuidasi entitas non-core.
Salah satu progress streamlining yang berjalan adalah divestasi AdMedika Group kepada investor strategis dengan proses divestasi yang ditargetkan selesai pada akhir semester pertama 2026.
Divestasi ini diharapkan dapat membuka peluang pertumbuhan dan inovasi bagi AdMedika Group serta menghadirkan kualitas layanan yang semakin baik untuk masyarakat Indonesia maupun kawasan Regional.
Di sisi unlock value, Telkom juga berada dalam fase persiapan pemisahan bisnis dan aset wholesale fiber connectivity tahap kedua kepada InfraNexia yang ditargetkan rampung pada kuartal ketiga tahun ini. Proses ini turut mempertimbangkan evaluasi terhadap prioritas inisiatif guna memastikan implementasi yang lebih optimal.
Secara keseluruhan proses pemisahan berjalan sesuai rencana dan menjadi bagian dari strategi Telkom dalam mendorong pengelolaan aset fiber yang lebih tangkas dan efisien serta membuka peluang bisnis lebih luas ke depan.
Inisiatif tersebut sejalan dengan fokus transformasi Telkom dalam mendorong pertumbuhan melalui monetisasi aset dan infrastruktur ke pasar eksternal.
Dengan penguatan di segmen B2B, khususnya InfraNexia yang diproyeksikan sebagai motor pertumbuhan baru, TelkomGroup dapat membuka peluang peningkatan pendapatan eksternal sekaligus memperkuat fundamental bisnis perusahaan.
Saat ini kontribusi bisnis fiber masih berada di kisaran 15 persen dan ditargetkan meningkat menjadi sekitar 25 persen seiring optimalisasi utilisasi infrastruktur, penyelesaian transfer aset, dan operasional yang berjalan penuh.
Telkom juga memperkuat bisnis B2B ICT dan International guna menangkap potensi kebutuhan industri yang terus berkembang di tengah pesatnya adopsi teknologi berbasis AI. Ke depan, langkah ini diharapkan dapat menciptakan komposisi pendapatan segmen B2C dan B2B TelkomGroup yang lebih seimbang.
Menurut Dian, 2026 menjadi periode yang penuh peluang sekaligus tantangan bagi TelkomGroup. ‘’Karena itu, kami akan terus mempercepat eksekusi strategi transformasi TLKM 30 dengan tetap mengutamakan prinsip disiplin operasi untuk memperkuat keberlanjutan bisnis, menghadirkan layanan yang semakin inklusif, serta membangun ekosistem digital yang mampu menciptakan dampak lebih luas,” jelasnya
Telkom
Sinergi TelkomGroup hadirkan kebahagiaan Iduladha bagi lebih dari 60 ribu masyarakat di berbagai daerah Indonesia di Hari Raya Iduladha. [548] url asal
#telkomgroup #hewan-kurban #iduladha #tanggung-jawab-sosial #tjsl #telkom #bantar-gebang #jawab-sosial-dan-lingkungan #lazismu #willy-saelan #dian-siswarini #mttg-witel #pemerintah #nugroho #verti
(CNN Indonesia - Ekonomi) 24/05/26 13:08
v/230533/
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan manfaat sosial bagi masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) pada momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Mengusung tema "Semangat Qurban Bisa sebagai Jalan Transformasi Ketaqwaan Sosial", TelkomGroup bersama anak usahanya, termasuk Telkomsel, menyalurkan sebanyak 910 hewan kurban ke berbagai wilayah di Indonesia. Total hewan kurban tersebut terdiri dari 232 ekor sapi dan 678 ekor kambing atau domba.
Seluruh hewan kurban dengan total bobot mencapai 114.739 kilogram itu akan didistribusikan kepada 62.469 penerima manfaat, mulai dari masyarakat dhuafa, warga di sekitar wilayah operasional perusahaan, hingga kelompok rentan dan masyarakat terdampak bencana.
Distribusi hewan kurban dilakukan secara kolaboratif oleh TelkomGroup melalui Telkom, Telkomsel, gabungan anak perusahaan, serta partisipasi karyawan.
Dari total distribusi tersebut, Telkom menyalurkan 185 hewan kurban, Telkomsel sebanyak 459 hewan kurban, gabungan anak perusahaan sebanyak 148 hewan kurban, serta kontribusi karyawan sebanyak 118 hewan kurban.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, hadir langsung dalam kegiatan simbolis penyerahan bantuan hewan kurban di Vertical Garden Telkom Hub pada Jumat (22/5).
Dalam kegiatan ini Dian didampingi Direktur Human Capital Management Telkom Willy Saelan, Direktur Utama Telkomsel Nugroho, Direktur Human Capital Management Telkomsel Indrawan Ditapradana, perwakilan Majelis Ta'lim TelkomGroup (MTTG), LAZISMU, LAZISNU, serta perwakilan penerima manfaat, termasuk komunitas warga pemulung Bantar Gebang, Bekasi.
Dian mengatakan momentum Iduladha menjadi pengingat pentingnya semangat kepedulian dan gotong royong dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
"Hari Raya Iduladha merupakan momentum yang tepat bagi kita untuk meningkatkan kepedulian dan menumbuhkan semangat keikhlasan melalui sinergi seluruh elemen TelkomGroup," ujar Dian dalam keterangannya dikutip Minggu (24/5).
Menurut Dian, melalui program penyaluran hewan kurban tersebut, TelkomGroup ingin memastikan kebahagiaan Iduladha dapat dirasakan secara lebih merata, terutama bagi masyarakat rentan dan korban bencana alam.
"Kami ingin memastikan bahwa kebahagiaan Iduladha dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat, terutama kelompok rentan dan saudara-saudara kita yang terdampak bencana alam," ujar Dian.
Sementara itu, Direktur Human Capital Management Telkom, Willy Saelan menambahkan, semangat berbagi dalam momentum Iduladha ini juga menjadi refleksi nilai budaya perusahaan yang menempatkan kepedulian sosial sebagai bagian penting dari karakter insan TelkomGroup.
"Melalui kolaborasi seluruh karyawan, anak perusahaan, dan berbagai pihak, kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat luas sekaligus memperkuat nilai kebersamaan antara perusahaan dan masyarakat," katanya.
Pelaksanaan program kurban di lingkungan TelkomGroup turut melibatkan MTTG Pusat, MTTG Regional, hingga MTTG Witel di berbagai daerah.
Sementara itu, proses penyembelihan dan distribusi hewan kurban dilakukan sesuai dengan anjuran pemerintah dan menyesuaikan kondisi masing-masing wilayah.
Kehadiran program kurban TelkomGroup pun disambut positif oleh masyarakat penerima manfaat. Salah satunya perwakilan komunitas warga pemulung Bantar Gebang, Sawunggaling, yang menyampaikan apresiasinya atas bantuan yang diterima.
"Alhamdulillah, kami berterima kasih kepada TelkomGroup atas bantuan daging kurban yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan semoga manfaatnya dapat dirasakan oleh semakin banyak masyarakat," ungkap Sawunggaling.
Program kurban ini merupakan bagian dari implementasi program TJSL TelkomGroup yang berfokus pada penciptaan dampak sosial berkelanjutan melalui penguatan nilai kepedulian, gotong royong, dan kebermanfaatan bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, TelkomGroup tidak hanya menjalankan tanggung jawab perusahaan, tetapi juga memperkuat komitmen perusahaan untuk terus hadir dan tumbuh bersama masyarakat.
Melalui program kurban ini, TelkomGroup berharap dapat terus memberikan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat peran perusahaan sebagai entitas bisnis yang berkomitmen terhadap keberlanjutan, nilai kemanusiaan, dan pembangunan sosial yang inklusif.
TelkomGroup Raih 2 Penghargaan Bergengsi di LinkedIn Talent Awards 2025
TelkomGroup kembali menorehkan prestasi pada ajang LinkedIn Talent Awards 2025 melalui dua penghargaan di bidang employer branding dan learning. - Bagian all [427] url asal
#telkom #telkom-indonesia #telkomgroup #linkedin-talent-awards #inews-id-stories
JAKARTA, iNews.id - TelkomGroup kembali menorehkan prestasi pada ajang LinkedIn Talent Awards 2025 melalui dua penghargaan yang diraih di bidang employer branding dan learning.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) berhasil meraih penghargaan Best Employer Brand on LinkedIn untuk kedua kalinya secara berturut-turut, sementara Telkomsel meraih penghargaan pada kategori Learning Champion dalam seremoni penghargaan yang digelar di The St. Regis Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Pencapaian ini semakin memperkuat posisi TelkomGroup sebagai perusahaan digital telco yang tidak hanya berfokus pada pengembangan bisnis dan teknologi, tetapi juga konsisten membangun ekosistem talenta yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada pembelajaran berkelanjutan.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas komitmen TelkomGroup dalam menghadirkan pengalaman kerja yang relevan bagi talenta digital Indonesia di tengah dinamika industri yang terus berkembang.
Pada kategori Best Employer Brand, Telkom terpilih di antara sejumlah finalis dari perusahaan-perusahaan terkemuka nasional lintas industri seperti GoTo, Permata Bank, SMBC Indonesia, Nojorono Kudus, dan Kalbe. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas konsistensi Telkom dalam membangun reputasi sebagai perusahaan pilihan bagi talenta digital Indonesia melalui pendekatan employer branding yang autentik dan relevan dengan kebutuhan generasi talenta masa kini.
Direktur Human Capital Management Telkom Indonesia, Willy Saelan, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut mencerminkan upaya Telkom dalam membangun pengalaman kerja yang relevan dan autentik bagi talenta digital.
“Bagi Telkom, employer branding bukan sekadar membangun visibilitas perusahaan, tetapi bagaimana kami menghadirkan lingkungan yang membuat talenta dapat terus learn, grow, and contribute. Kami ingin budaya kerja TelkomGroup dapat dirasakan secara nyata melalui pengalaman, kolaborasi, dan cerita autentik dari para karyawan,” ujarnya.
Dia juga menyampaikan apresiasi atas pencapaian Telkomsel sebagai Learning Champion pada ajang yang sama. “Kami turut bangga atas pencapaian Telkomsel sebagai Learning Champion. Penghargaan ini menunjukkan bahwa komitmen membangun budaya belajar dan pengembangan talenta terus tumbuh kuat di seluruh ekosistem TelkomGroup,” tuturnya.
Sebagai bagian dari strategi pengembangan talenta, TelkomGroup secara aktif menghadirkan berbagai inisiatif pembelajaran dan akselerasi kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan. Salah satunya melalui Digistar Program yang dirancang untuk menyiapkan talenta digital Indonesia melalui ekosistem pembelajaran, pengembangan kompetensi, serta pengalaman kolaboratif dengan dunia industri.
Selain itu, TelkomGroup juga terus memperkuat budaya pembelajaran berkelanjutan melalui integrasi platform digital learning, pengembangan kapabilitas berbasis kebutuhan bisnis, serta berbagai program akselerasi talenta yang mendukung kesiapan organisasi menghadapi transformasi digital.
Pencapaian ini menjadi motivasi bagi TelkomGroup untuk terus menghadirkan lingkungan kerja yang mampu mendorong inovasi, kolaborasi, dan pertumbuhan talenta secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menciptakan nilai tambah bagi perusahaan dan Indonesia.
Informasi terkait berbagai program pengembangan talenta dan budaya kerja di Telkom dapat diakses melalui kanal resmi perusahaan serta akun Instagram @LivinginTelkom.
Editor: Rizqa Leony Putri
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56
