#30 tag 24jam
Jadwal Puncak Haji 2026 Lengkap: Wukuf Arafah, Muzdalifah, Mina, hingga Hari Tasyrik
Jadwal puncak haji 2026 dimulai 25 Mei dengan wukuf di Arafah pada 26 Mei. Jemaah harus siap fisik dan mental untuk fase Armuzna yang menantang. [610] url asal
#haji-2026 #puncak-haji #wukuf-arafah #arafah-muzdalifah-mina #hari-tasyrik #jadwal-haji-2026 #jadwal-puncak-haji-2026 #jadwal-puncak-haji #ibadah-haji #armuzna #jemaah-haji #keutamaan-wukuf #persiapan
(Bisnis.Com - Terbaru) 14/05/26 19:07
v/221327/
Bisnis.com, MAKKAH — Fase puncak ibadah haji 2026 segera dimulai. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memberi perhatian khusus terhadap persiapan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), mengingat wukuf di Padang Arafah menjadi inti dari keseluruhan rangkaian ibadah haji.
Apa Itu Puncak Haji atau Armuzna? Puncak haji adalah rangkaian inti ibadah haji yang berlangsung di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau dikenal dengan istilah Armuzna.
Rangkaian tersebut dimulai ketika jemaah bergerak dari Makkah menuju Arafah pada 8 Dzulhijjah. Selanjutnya jemaah menjalani wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah, mabit di Muzdalifah, lalu bermalam dan melontar jumrah di Mina pada hari-hari tasyrik.
Pada fase inilah jutaan jemaah dari seluruh dunia berkumpul dalam waktu hampir bersamaan sehingga manajemen transportasi, tenda, konsumsi, dan kesehatan menjadi tantangan terbesar dalam operasional haji.
Dalam hadis, Rasulullah Muhammad SAW menyatakan "الحج عرفة" atau Al hajju Arafah. Artinya, "Haji adalah Arafah".
Hadis tersebut menunjukkan betapa pentingnya wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah. Bahkan, jemaah haji yang sedang sakit atau uzur tetap harus hadir di Arafah karena tanpa wukuf, ibadah haji dinyatakan tidak sah.
Pemerintah melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus mematangkan persiapan puncak haji 2026, mulai dari kesiapan tenda, transportasi bus Armuzna, hingga skema penempatan jemaah di Arafah.
Jadwal Puncak Haji 2026 Lengkap
Berdasarkan Rancangan Perjalanan Haji (RPH) 1447 Hijriah yang dirilis Kemenhaj, berikut jadwal puncak ibadah haji 2026:
- Senin, 25 Mei 2026 / 8 Dzulhijjah 1447 H : Jemaah mulai bergerak dari Makkah menuju Arafah.
- Selasa, 26 Mei 2026 / 9 Dzulhijjah 1447 H : Pelaksanaan wukuf di Padang Arafah sebagai inti ibadah haji.
- Rabu, 27 Mei 2026 / 10 Dzulhijjah 1447 H : Idul Adha 1447 Hijriah. Jemaah bergerak ke Mina dan melaksanakan lontar jumrah aqabah.
- Kamis, 28 Mei 2026 / 11 Dzulhijjah 1447 H : Hari Tasyrik I. Jemaah mabit di Mina dan melontar tiga jumrah.
- Jumat, 29 Mei 2026 / 12 Dzulhijjah 1447 H : Hari Tasyrik II atau nafar awal bagi jemaah yang memilih keluar dari Mina lebih cepat.
- Sabtu, 30 Mei 2026 / 13 Dzulhijjah 1447 H : Hari Tasyrik III atau nafar tsani bagi jemaah yang menyempurnakan mabit di Mina.
Keutamaan Wukuf di Arafah
Wukuf di Arafah menjadi momen paling penting dalam ibadah haji. Pada hari itu, jutaan jemaah berkumpul untuk berzikir, berdoa, memohon ampunan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dalam berbagai riwayat, Hari Arafah juga disebut sebagai hari penuh ampunan dan pembebasan dari api neraka. Karena itu, banyak jemaah mempersiapkan diri secara spiritual jauh sebelum memasuki fase Armuzna.
Selain menjadi rukun haji, wukuf di Arafah juga menjadi simbol kesetaraan manusia di hadapan Allah SWT. Seluruh jemaah mengenakan pakaian ihram tanpa membedakan status sosial, jabatan, maupun asal negara.
Tips Persiapan Puncak Haji bagi Jemaah
Kemenhaj dan para pembimbing ibadah mengingatkan jemaah agar menjaga stamina menjelang puncak haji, karena fase Armuzna sangat menguras tenaga. Jemaah diminta tidak memaksakan ibadah sunnah seperti umrah berkali-kali atau berjalan jauh di siang hari menjelang wukuf.
Beberapa hal yang perlu dipersiapkan jemaah sebelum puncak haji antara lain:
Menjaga Kesehatan dan Stamina
Jemaah dianjurkan cukup istirahat, makan teratur, dan memperbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi akibat cuaca panas Arab Saudi.
Mengurangi Aktivitas Fisik Berlebihan
Petugas meminta jemaah tidak terlalu sering keluar hotel atau memaksakan ibadah sunnah yang menguras energi sebelum Armuzna.
Menyiapkan Perlengkapan Pribadi
Jemaah perlu menyiapkan obat-obatan pribadi, masker, alas kaki, payung, kartu identitas, dan perlengkapan ihram sejak sebelum keberangkatan ke Arafah.
Memahami Skema Pergerakan Armuzna
Jemaah diminta memahami jadwal keberangkatan bus, lokasi tenda, serta arahan petugas agar tidak terpisah dari rombongan.
Fokus pada Rukun Haji
Para pembimbing ibadah mengingatkan inti haji adalah wukuf di Arafah sehingga jemaah harus memprioritaskan kesiapan menghadapi puncak haji dibandingkan aktivitas lain.
PPIH Arab Saudi memastikan seluruh persiapan akan terus dimatangkan hingga hari keberangkatan jemaah menuju Arafah guna memastikan pelaksanaan puncak haji 2026 berjalan aman dan lancar.
16.757 Calon Jemaah Haji Embarkasi Makassar Berangkat 22 April-21 Mei, Catat Jadwalnya
Sebanyak 16.757 calon jemaah haji embarkasi Makassar akan berangkat ke Tanah Suci dalam dua gelombang mulai 22 April hingga 21 Mei 2026. [695] url asal
#calon-jemaah-haji #embarkasi-makassar #jadwal-haji-2026 #kloter-haji-makassar #bandara-sultan-hasanuddin #gelombang-haji-makassar #kartu-nusuk #jemaah-haji-sulawesi #jemaah-haji-maluku #jemaah-haji-pa
(Bisnis.Com - Terbaru) 22/04/26 08:19
v/198661/
Bisnis.com, MAKASSAR - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mencatat ada 16.757 calon jemaah haji embarkasi Makassar yang bakal diberangkatkan melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Seluruh jemaah haji dibagi ke dalam 43 kelompok terbang (kloter) yang akan diberangkatkan bertahap mulai 22 April hingga 21 Mei 2026.
Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Sulawesi Selatan (Sulsel) Ikbal Ismail mengatakan 16.757 calon jemaah haji tersebut berasal dari 8 provinsi di wilayah Timur, yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.
Jemaah haji embarkasi Makassar bakal diberangkatkan dalam 2 gelombang. Gelombang pertama terbang 22 April-6 Mei 2026 dengan tujuan Makassar-Madinah, sementara gelombang kedua berangkat pada 7-21 Mei 2026 tujuan Makassar-Jeddah.
Ikbal menambahkan ada beberapa perubahan layanan pada penyelenggaraan haji tahun ini. Salah satunya pemberian kartu Nusuk kepada jemaah sebelum pemberangkatan. Sebelumnya, kartu ini diberikan usai jemaah tiba di Arab Saudi.
Kartu Nusuk sendiri adalah identitas digital resmi berbentuk smart card yang wajib dimiliki jemaah haji, diterbitkan pemerintah Arab Saudi sejak 2024 untuk memverifikasi visa dan akses ke Makkah.
"Pemberian kartu Nusuk sebelum tiba di Tanah Suci diharapkan bisa membantu jemaah haji kita. Kartu ini wajib dibawa selama berhaji," ucap Ikbal di Makassar, Selasa (21/4/2026).
Secara keseluruhan Kemenhaj sendiri telah menyatakan kesiapannya dalam mengoptimalkan seluruh layanan pada pelaksanaan haji tahun ini.
Petugas haji juga telah disiapkan untuk memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan kepada jemaah haji sampai tiba kembali ke Tanah Air.
Berikut jadwal lengkap pemberangkatan haji embarkasi Makassar 2026:
Gelombang I (Tujuan Madinah)
- Kloter 1: Berangkat 22 April, asal Sulsel, 393 jemaah, GIA 1101
- Kloter 2: Berangkat 22 April, asal Sulsel, 393 jemaah, GIA 1102
- Kloter 3: Berangkat 23 April, asal Sulsel, 393 jemaah, GIA 1103
- Kloter 4: Berangkat 23 April, asal Sulsel, 393 jemaah, GIA 1104
- Kloter 5: Berangkat 24 April, asal Sulsel, 393 jemaah, GIA 1105
- Kloter 6: Berangkat 25 April, asal Sulsel, 393 jemaah, GIA 1106
- Kloter 7: Berangkat 26 April, asal Sulsel, 393 jemaah, GIA 1107
- Kloter 8: Berangkat 26 April, asal Sulsel, 393 jemaah, GIA 1108
- Kloter 9: Berangkat 27 April, asal Sulsel, 393 jemaah, GIA 1109
- Kloter 10: Berangkat 28 April, asal Sulsel, 393 jemaah, GIA 1110
- Kloter 11: Berangkat 29 April, asal Sulbar, 393 jemaah, GIA 1111
- Kloter 12: Berangkat 29 April, asal Sulbar, 393 jemaah, GIA 1112
- Kloter 13: Berangkat 30 April, asal Malut, 393 jemaah, GIA 1113
- Kloter 14: Berangkat 1 Mei, asal Sulsel, 393 jemaah, GIA 1114
- Kloter 15: Berangkat 2 Mei, asal Malut, 393 jemaah, GIA 1115
- Kloter 16: Berangkat 2 Mei, asal Sulsel & Malut, 393 jemaah, GIA 1116
- Kloter 17: Berangkat 3 Mei, asal Sulsel, 393 jemaah, GIA 1117
- Kloter 18: Berangkat 3 Mei, asal Sulsel, 393 jemaah, GIA 1118
- Kloter 19: Berangkat 5 Mei, asal Sulbar, 393 jemaah, GIA 1119
- Kloter 20: Berangkat 5 Mei, asal Sulsel & Sulbar, 393 jemaah, GIA 1120
- Kloter 21: Berangkat 6 Mei, asal Sulsel, 393 jemaah, GIA 1121
Gelombang II (Tujuan Jeddah)
- Kloter 22: Berangkat 7 Mei, asal Sulsel, 393 jemaah, GIA 1122
- Kloter 23: Berangkat 8 Mei, asal Sulsel, 393 jemaah, GIA 1123
- Kloter 24: Berangkat 8 Mei, asal Gorontalo, 393 jemaah, GIA 1124
- Kloter 25: Berangkat 9 Mei, asal Papua, 393 jemaah, GIA 1125
- Kloter 26: Berangkat 9 Mei, asal Sulsel, Gorontalo & Papua Barat, 393 jemaah, GIA 1126
- Kloter 27: Berangkat 10 Mei, asal Malut, 393 jemaah, GIA 1127
- Kloter 28: Berangkat 11 Mei, asal Sultra, 393 jemaah, GIA 1128
- Kloter 29: Berangkat 12 Mei, asal Malut, 393 jemaah, GIA 1129
- Kloter 30: Berangkat 12 Mei, asal Sulsel & Sultra, 393 jemaah, GIA 1130
- Kloter 31: Berangkat 13 Mei, asal Sulsel & Malut, 393 jemaah, GIA 1131
- Kloter 32: Berangkat 14 Mei, asal Sultra, 393 jemaah, GIA 1132
- Kloter 33: Berangkat 15 Mei, asal Sultra, 393 jemaah, GIA 1133
- Kloter 34: Berangkat 15 Mei, asal Sulsel, 393 jemaah, GIA 1134
- Kloter 35: Berangkat 16 Mei, asal Sultra, 393 jemaah, GIA 1135
- Kloter 36: Berangkat 17 Mei, asal Sultra, 393 jemaah, GIA 1136
- Kloter 37: Berangkat 18 Mei, asal Sulsel, 393 jemaah, GIA 1137
- Kloter 38: Berangkat 18 Mei, asal Sultra, 393 jemaah, GIA 1138
- Kloter 39: Berangkat 19 Mei, asal Sulsel & Sultra, 393 jemaah, GIA 1139
- Kloter 40: Berangkat 20 Mei, asal Sulsel, 393 jemaah, GIA 1140
- Kloter 41: Berangkat 20 Mei, asal Sulsel, 393 jemaah, GIA 1141
- Kloter 42: Berangkat 20 Mei, asal Sulsel, 393 jemaah, GIA 1142
- Kloter 43: Berangkat 21 Mei, asal Sulsel & Sultra, 251 jemaah, GIA 1143
Jadwal Haji 2026 Lengkap, beserta Tips Persiapan dan Barang yang Harus Dibawa Jemaah Haji RI
Jemaah haji Indonesia berangkat ke Arab Saudi mulai 22 April 2026. Persiapkan kesehatan, perlengkapan, dan keuangan untuk ibadah lancar. [1,069] url asal
#jadwal-haji-2026 #jadwal-haji-2026-lengkap #rencana-keberangkatan-haji #haji-2026 #barang-yang-harus-dibawa-saat-haji #persiapan-haji #barang-jemaah-haji #keberangkatan-haji-indonesia #embarkasi-haji
(Bisnis.Com - Terbaru) 21/04/26 11:16
v/197636/
Bisnis.com, JAKARTA — Jemaah haji Indonesia mulai berangkat ke Arab Saudi pada Rabu (22/4/2026), mengawali rangkaian ibadah di Tanah Suci. Berikut jadwal lengkap haji 1447 H/2026 M mulai dari keberangkatan, puncak haji, hingga kepulangan ke Tanah Air.
Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) sekaligus Wakil Ketua II Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Budi Agung Nugroho, menjelaskan bahwa terdapat 221.000 jemaah haji yang akan diberangkatkan secara bertahap dari April hingga Mei 2026.
Berdasarkan jadwal penerbangan haji 1447 H/2026 M dari Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), jemaah di 12 embarkasi akan mulai masuk ke asrama haji di wilayahnya masing-masing pada hari ini, Selasa (21/4/2026). Kedua belas embarkasi itu yakni Medan, Batam, Palembang, Banten, Jakarta-Pondok Gede, Jakarta-Bekasi, Kertajati, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Lombok, dan Makassar.
Jemaah-jemaah di kloter pertama masuk asrama haji pada Selasa (21/4/2026) dan terbang pada Rabu (22/4/2026). Kloter pertama jemaah haji Indonesia dijadwalkan tiba di Madinah, Arab Saudi pada Kamis (22/4/2026) pukul 06.50 Waktu Arab Saudi (WAS) atau sekitar pukul 10.50 WIB.
Duta Besar RI untuk Arab Saudi bersama Konsul Jenderal RI direncanakan turut hadir dalam penyambutan perdana jemaah haji Indonesia di Madinah.
Budi menjelaskan bahwa Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG) tahun ini kembali menggunakan skema fast track, sehingga proses keimigrasian di bandara berlangsung lebih cepat. Otoritas Arab Saudi akan memeriksa visa, paspor, dan biometric sejak dari bandara keberangkatan di Indonesia, sehingga proses keimigrasian di bandara Madinah akan lebih cepat.
"Dengan skema fast track, penyambutan di bandara dilakukan secara singkat. Penyambutan resmi akan dilaksanakan saat jemaah tiba di hotel di Madinah," ujar Budi.
Selama berada di Madinah, jemaah akan menjalani ibadah Arbain selama 8 hingga 9 hari. Kemenhaj juga menjamin layanan konsumsi dengan total maksimal 27 kali makan selama masa tinggal tersebut.
"Setelah itu, jemaah akan diberangkatkan ke Makkah untuk mengikuti rangkaian puncak ibadah haji," ujar Budi.
Berikut Rencana Perjalanan Haji 2026 atau jadwal haji 1447 H:
- 21 April 2026: Jemaah mulai masuk asrama haji.
- 22 April–6 Mei 2026: Pemberangkatan jemaah haji gelombang 1 dari Indonesia ke Madinah.
- 1–15 Mei 2026: Pemberangkatan jemaah haji gelombang 1 dari Madinah ke Makkah.
- 7–21 Mei 2026: Pemberangkatan jemaah haji gelombang 2 dari Indonesia ke Jeddah.
- 25 Mei 2026: Pemberangkatan jemaah haji dari Makkah ke Arafah.
- 26 Mei 2026: Wukuf di Arafah.
- 27 Mei 2026: Iduladha 1447 H.
- 28–30 Mei 2026: Hari Tasyrik I, Tasyrik II (Nafar Awal), Tasyrik III (Nafar Tsani).
- 1–15 Juni 2026: Pemulangan jemaah gelombang 1 dari Makkah ke Indonesia melalui Jeddah.
- 1 Juni 2026: Awal kedatangan jemaah haji gelombang 1 di Indonesia.
- 7–21 Juni 2026: Pemberangkatan jemaah haji gelombang 2 dari Makkah ke Madinah.
- 16–30 Juni 2026: Pemulangan jemaah haji gelombang 2 dari Madinah ke Indonesia.
- 16 Juni–1 Juli 2026: Kedatangan jemaah haji gelombang 2 ke Tanah Air.
Tips Persiapan Haji agar Ibadah Lancar
- Persiapan kesehatan sebelum berangkat haji
Pastikan kondisi tubuh dalam keadaan prima dengan melakukan pemeriksaan kesehatan, vaksinasi wajib, serta menjaga kebugaran melalui olahraga ringan secara rutin. - Mengikuti manasik haji secara intensif
Pemahaman tata cara ibadah haji sangat penting agar jemaah tidak kebingungan saat di lapangan, terutama pada fase krusial seperti wukuf, tawaf, dan sa’i. - Menyiapkan perlengkapan haji secara efisien
Bawa barang-barang esensial seperti pakaian ihram, obat pribadi, dokumen perjalanan, dan perlengkapan ibadah tanpa berlebihan agar memudahkan mobilitas. - Mengatur manajemen keuangan selama ibadah haji
Siapkan dana secukupnya dalam bentuk tunai dan non-tunai untuk kebutuhan pribadi selama di Arab Saudi, termasuk untuk konsumsi tambahan dan keperluan darurat. - Adaptasi dengan cuaca Arab Saudi
Latih tubuh menghadapi suhu panas dengan memperbanyak konsumsi air, menggunakan pelindung seperti topi dan sunscreen, serta menghindari aktivitas berlebihan di siang hari. - Menjaga stamina selama rangkaian ibadah haji
Atur waktu istirahat dengan baik dan hindari kelelahan, mengingat rangkaian ibadah haji membutuhkan energi yang besar dalam waktu singkat. Siapkan tenaga dan stamina untuk puncak haji, yakni saat ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). - Memahami jadwal dan alur perjalanan haji 2026
Ketahui jadwal keberangkatan, pergerakan antar kota suci, serta puncak ibadah agar tidak tertinggal rombongan dan dapat mengikuti seluruh rangkaian dengan tertib. - Membawa obat dan perlengkapan kesehatan pribadi
Obat rutin, vitamin, masker, dan hand sanitizer menjadi kebutuhan penting untuk menjaga kesehatan selama berada di lingkungan dengan risiko penularan penyakit. - Menjaga komunikasi dengan rombongan dan petugas haji
Selalu berada dalam kelompok dan mengikuti arahan petugas untuk menghindari tersesat, terutama di area padat seperti Masjidil Haram dan Mina. - Menyiapkan mental dan kesabaran selama ibadah haji
Kondisi padat, antrean panjang, dan keterbatasan fasilitas menuntut jemaah untuk tetap sabar dan fokus pada tujuan ibadah.
Barang yang Harus Dibawa Jemaah Haji
Kesiapan perlengkapan menjadi faktor krusial untuk menjaga kelancaran dan kenyamanan selama seluruh rangkaian ibadah. Persiapan barang tidak sekadar soal kelengkapan, tetapi juga berkaitan dengan adaptasi terhadap cuaca ekstrem, mobilitas tinggi, hingga keterbatasan akses selama puncak haji.
Pemerintah dan petugas haji mengingatkan jemaah agar membawa barang secukupnya, tetapi tetap mencakup kebutuhan esensial. Hal ini penting untuk menghindari kelebihan bagasi sekaligus memudahkan mobilitas antarlokasi ibadah.
Barang Wajib yang Harus Disiapkan Jemaah Haji
Berikut sejumlah perlengkapan utama yang perlu dibawa jemaah haji:
- Dokumen perjalanan
Paspor, visa haji, tiket, kartu identitas, dan dokumen pendukung lain yang disimpan dalam tas khusus agar mudah diakses. - Perlengkapan ihram
Kain ihram bagi pria dan mukena bagi perempuan, termasuk cadangan untuk mengantisipasi kondisi darurat. - Pakaian harian
Baju yang nyaman, menyerap keringat, serta sesuai dengan kondisi cuaca panas di Arab Saudi. - Perlengkapan ibadah
Al-Qur’an, sajadah lipat, tasbih, dan buku doa untuk mendukung aktivitas ibadah harian. - Obat-obatan pribadi
Obat rutin sesuai resep dokter, vitamin, serta perlengkapan kesehatan dasar seperti masker dan hand sanitizer. - Perlengkapan mandi
Sabun, sampo, sikat gigi, dan handuk kecil dengan kemasan praktis. - Alat pelindung diri dari cuaca
Payung, topi, kacamata hitam, dan sunscreen untuk mengantisipasi paparan panas ekstrem. - Alas kaki yang nyaman
Sandal atau sepatu yang ringan dan tidak licin untuk menunjang mobilitas tinggi. - Tas kecil atau tas selempang
Digunakan untuk membawa barang penting saat beraktivitas di luar penginapan. - Botol minum
Untuk menjaga kecukupan cairan selama beraktivitas di luar ruangan.
Perlengkapan Tambahan yang Dianjurkan untuk Jemaah Haji
Selain kebutuhan utama, jemaah juga disarankan membawa:
- Makanan ringan instan: Sebagai cadangan energi saat jadwal makan terbatas.
- Adaptor listrik universal: Mengingat perbedaan colokan listrik di Arab Saudi.
- Kantong plastik atau laundry bag: Untuk memisahkan pakaian kotor dan bersih.
- Peniti dan sabuk ihram: Membantu menjaga kain ihram tetap rapi saat digunakan.
- Power bank: Untuk memastikan perangkat komunikasi tetap aktif.
Kloter Haji 2026 Resmi Dirilis: Rincian Embarkasi, Jadwal Berangkat, dan Tahapan Pelunasan
Pembagian kloter haji 2026 resmi dirilis. Cek daftar embarkasi, maskapai, dan jadwal lengkap perjalanan haji 2026. [663] url asal
#haji #haji-2026 #jadwal-haji-2026 #kloter-haji-2026 #pembagian-kloter-haji-2026
(Kompas.com - Money) 20/11/25 10:44
v/44228/
KOMPAS.com – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah merilis pembagian kelompok terbang (kloter) jemaah haji 1447 H/2026 M.
Dengan total 525 kloter dari 14 embarkasi di seluruh Indonesia, pemberangkatan Jemaah akan dilayani oleh dua maskapai, yaitu Garuda Indonesia dan Saudia Arabian Airlines.
Adapun rangkaian perjalanan ibadah haji 2026 akan berlangsung mulai April hingga awal Juli 2026, sementara tahapan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) dimulai pada November 2025.
Pembagian kloter haji 2026
Menurut data resmi Kemenhaj, total 204.362 jemaah dan petugas akan diterbangkan melalui 525 kloter.
- Garuda Indonesia (277 Kloter)
Garuda Indonesia dijadwalkan mengangkut 279 kloter dengan total sekitar 102.502 jemaah dari 10 embarkasi. Rinciannya:
- Embarkasi Aceh (BTJ)
Jumlah kloter: 14 (Jemaah wilayah Aceh)
- Embarkasi Medan (KNO)
Jumlah kloter: 17 (Jemaah wilayah Sumatera Utara)
- Embarkasi Padang (PDG)
Jumlah kloter: 14 (Jemaah wilayah Sumatera Barat dan Bengkulu)
- Embarkasi Jakarta (CGK)
Jumlah kloter: 33 (Jemaah wilayah DKI Jakarta dan Banten)
- Embarkasi Solo (SOC)
Jumlah kloter: 80 (Jemaah wilayah Jawa Tengah)
- Embarkasi Yogyakarta (YK)
Jumlah kloter: 26 (Jemaah wilayah DI Yogyakarta, Jawa Tengah)
- Embarkasi Banjarmasin (BDJ)
Jumlah kloter: 19 (Jemaah wilayah Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah)
- Embarkasi Balikpapan (BPN)
Jumlah kloter: 16 (Jemaah wilayah Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Kalimantan Utara)
- Embarkasi Makassar (UPG)
Jumlah kloter: 43 (Jemaah wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Papua, Papua Barat)
- Embarkasi Lombok (LOP)
Jumlah kloter: 15 (Jemaah wilayah Nusa Tenggara Barat)
Saudia Arabian Airlines – 248 Kloter
Saudia Arabian Airlines akan melayani 248 kloter dengan sekitar 101.860 Jemaah dari enam embarkasi:
- Embarkasi Batam (BTH)
Jumlah kloter: 25 (Jemaah wilayah Kepulauan Riau, Riau, Jambi, Kalimantan Barat)
- Embarkasi Palembang (PLM)
Jumlah kloter: 16 (Jemaah wilayah Sumatera Selatan, Bangka Belitung)
- Embarkasi Jakarta (CGK)
Jumlah kloter: 23 (Jemaah wilayah DKI Jakarta 10 kloter, Lampung 13 kloter)
- Embarkasi Jakarta-Jabar (JKS)
Jumlah kloter: 28 (Jemaah wilayah Jawa Barat)
- Embarkasi Kertajati (KJT)
Jumlah kloter: 40 (Jemaah wilayah Jawa Barat)
- Embarkasi Surabaya (SUB)
Jumlah kloter: 116 (Jemaah wilayah Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur)
Unsplash/Haidan Ilustrasi haji 2026. Kloter haji 2026. Pembagian kloter haji 2026.Jadwal pelaksanaan haji 2026
Kemenhaj juga telah menetapkan jadwal pelaksanaan ibadah haji 2026, termasuk pemberangkatan, puncak haji, hingga pemulangan.
Dilansir dari informasi resmi, berikut jadwal rencana perjalanan ibadah haji 2026:
- 21 April 2026: Masuk Asrama Haji
- 22 April: Awal keberangkatan Gelombang I ke Madinah
- 1 Mei: Awal keberangkatan Gelombang I ke Mekkah
- 6 Mei: Akhir keberangkatan Gelombang I
- 7 Mei: Awal keberangkatan Gelombang II ke Jeddah
- 15 Mei: Akhir keberangkatan Gelombang I ke Mekkah
- 21 Mei: Akhir keberangkatan Gelombang II
- 25 Mei: Pemberangkatan ke Arafah
- 26 Mei: Wukuf di Arafah
- 27 Mei: Idul Adha
- 28–30 Mei: Hari Tasriq
- 1 Juni: Awal pemulangan Gelombang I
- 15 Juni: Akhir pemulangan Gelombang I
- 16 Juni: Awal pemulangan Gelombang II
- 30 Juni: Akhir pemulangan Gelombang II
- 1 Juli: Kedatangan terakhir jemaah di Indonesia
Dengan rangkaian tersebut, pelaksanaan haji 2026 diperkirakan berlangsung lebih dari dua bulan.
Tahapan pelunasan Bipih 2026
Selain pembagian kloter dan jadwal perjalanan, Kemenhaj juga mengatur jadwal pelunasan biaya haji 2026. Pelunasan tahap pertama dimulai 19 November 2025, berlaku bagi:
- Jemaah reguler sudah lunas tetapi tertunda keberangkatannya
- Jemaah reguler yang masuk alokasi kuota 2026
- Jemaah haji reguler prioritas lansia
“Pelunasan tahap pertama ini diperuntukkan bagi jemaah haji reguler telah lunas tunda berangkat, jemaah haji reguler masuk alokasi kuota keberangkatan tahun 2026 Masehi, dan prioritas jemaah haji reguler lanjut usia,” ujar Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, dikutip dari Antara, Rabu (5/11/2025).
Pelunasan tahap kedua akan dibuka apabila kuota belum terpenuhi. Tahap ini ditujukan bagi:
- Jemaah gagal melunasi di tahap pertama
- Lansia
- Penyandang disabilitas
- Jemaah terpisah dari mahram
- Calon jemaah di urutan berikutnya
Untuk jemaah haji khusus, pelunasan dimulai 11 November 2025.
Sebagai informasi tambahn, kuota haji Indonesia 2026 ditetapkan sebanyak 221.000 jemaah, yang terdiri dari 203.320 Jemaah reguler (termasuk petugas dan pembimbing) dan 17.680 jemaah haji khusus
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Daftar Lengkap Kloter Haji 2026: Garuda Indonesia Layani 277 Kloter, Saudia 248 Kloter".
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com. Download sekarang
Jadwal Perjalanan Haji 2026: Tanggal Keberangkatan hingga Kepulangan Jemaah
Kementerian Haji dan Umrah menetapkan jadwal perjalanan haji 2026, mulai dari keberangkatan jemaah ke Tanah Suci hingga pemulangan ke Indonesia. [557] url asal
#haji #biaya-haji-2026 #haji-2026 #jadwal-haji-2026 #jadwal-rencana-perjalanan-haji-2026
(Kompas.com - Money) 07/11/25 08:56
v/30645/
KOMPAS.com – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah menetapkan jadwal pelaksanaan ibadah haji tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Rangkaian perjalanan haji akan dimulai pada April 2026 dan berakhir pada awal Juli 2026.
Selain itu, Kemenhaj juga telah mengatur tahapan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) 2026 yang akan berlangsung mulai November 2025.
Jadwal pelunasan biaya haji 2026
Pelunasan tahap pertama biaya haji 2026 dijadwalkan dimulai 19 November 2025. Tahapan ini berlaku bagi beberapa kelompok jemaah, yaitu:
- Jemaah haji reguler yang sudah lunas namun tertunda keberangkatannya
- Jemaah haji reguler yang masuk alokasi kuota keberangkatan 2026
- Jemaah haji reguler prioritas lanjut usia
“Pelunasan tahap pertama ini diperuntukkan bagi jemaah haji reguler telah lunas tunda berangkat, jemaah haji reguler masuk alokasi kuota keberangkatan tahun 2026 Masehi, dan prioritas jemaah haji reguler lanjut usia,” ujar Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, dikutip dari Antara, Rabu (5/11/2025).
Irfan menjelaskan, pelunasan oleh jemaah masih menunggu terbitnya Keputusan Presiden (Keppres) tentang Penetapan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2026.
Apabila kuota jemaah belum terpenuhi setelah tahap pertama, maka pelunasan tahap kedua akan dibuka. Tahapan ini diperuntukkan bagi jemaah yang gagal melunasi di tahap pertama, lanjut usia, penyandang disabilitas, jemaah terpisah dari mahram, serta calon jemaah di urutan berikutnya.
Untuk jemaah haji khusus, pelunasan Bipih dijadwalkan dimulai 11 November 2025 dan diperuntukkan bagi jemaah yang masuk alokasi kuota tahun 2026 serta prioritas lansia.
Rincian biaya haji 2026
Pemerintah bersama DPR RI telah menyepakati biaya haji 2026 sebesar Rp 54.193.807 per orang, lebih rendah dari usulan awal Rp 54,92 juta per orang.
Nilai tersebut juga menurun dibandingkan biaya haji 2025, yang mencapai Rp 55,4 juta dari total BPIH Rp 89,4 juta.
Tahun 2026, kuota haji Indonesia ditetapkan sebanyak 221.000 orang, terdiri dari 203.320 jemaah reguler beserta petugas haji daerah dan pembimbing, serta 17.680 jemaah haji khusus.
Jadwal Rencana Perjalanan Haji 2026
Berikut jadwal lengkap rencana perjalanan ibadah haji 2026, mulai dari keberangkatan hingga pemulangan jemaah ke Tanah Air:
- 21 April 2026 (4 Dzulqa’dah 1447 H): Jemaah masuk Asrama Haji
- 22 April 2026 (5 Dzulqa’dah): Awal pemberangkatan jemaah gelombang I ke Madinah
- 1 Mei 2026 (14 Dzulqa’dah): Awal pemberangkatan jemaah gelombang I ke Mekkah
- 6 Mei 2026 (19 Dzulqa’dah): Akhir pemberangkatan jemaah gelombang I ke Madinah
- 7 Mei 2026 (20 Dzulqa’dah): Awal pemberangkatan jemaah gelombang II ke Jeddah
- 15 Mei 2026 (28 Dzulqa’dah): Akhir keberangkatan jemaah gelombang I ke Mekkah
- 21 Mei 2026 (4 Dzulhijjah): Akhir pemberangkatan jemaah gelombang II ke Jeddah
- 25 Mei 2026 (8 Dzulhijjah): Pemberangkatan jemaah dari Mekkah ke Arafah
- 26 Mei 2026 (9 Dzulhijjah): Wukuf di Arafah
- 27 Mei 2026 (10 Dzulhijjah): Idul Adha
- 28–30 Mei 2026 (11–13 Dzulhijjah): Hari Tasriq I–III
- 1 Juni 2026 (15 Dzulhijjah): Awal pemulangan jemaah gelombang I dari Mekkah ke Tanah Air
- 15 Juni 2026 (29 Dzulhijjah): Akhir pemulangan jemaah gelombang I dari Madinah ke Tanah Air
- 16 Juni 2026 (1 Muharam 1448 H): Awal pemulangan jemaah gelombang II dari Madinah
- 30 Juni 2026 (15 Muharam): Pemulangan jemaah gelombang II dari Madinah ke Tanah Air
- 1 Juli 2026 (16 Muharam): Jemaah haji gelombang II tiba di Indonesia
Dengan jadwal haji 2026 tersebut, pelaksanaan haji tahun depan diperkirakan berlangsung selama lebih dari dua bulan, mulai dari keberangkatan pertama hingga seluruh jemaah kembali ke Tanah Air.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com. Download sekarangFakta-Fakta Ibadah Haji 2026: Kuota, Jadwal, hingga Besaran Biaya
Fakta-fakta soal Ibadah Haji 2026 yang perlu diperhatikan calon jemaah asal Indonesia seperti biaya haji, jadwal haji, hingga kuota haji 2026. [1,450] url asal
#haji-2026 #kuota-haji #jadwal-haji-2026 #kuota-haji-2026 #jadwal-haji #biaya-haji #biaya-haji-2026 #biaya-haji-turun #kementerian-haji-dan-umrah #maskapai-haji #syarat-kesehatan-haji #kuota-haji-indon
(Bisnis.Com - Ekonomi) 06/11/25 10:00
v/29382/
Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah telah mematangkan sejumlah persiapan untuk penyelenggaraan ibadah haji 2026 mulai dari penunjukkan maskapai, asrama hingga penetapan kuota jemaah.
Adapun, penyelenggaraan ibadah haji pada 2026 ini bakal menjadi yang perdana dilaksanakan oleh Kementerian Haji dan Umrah. Sebelumnya, penyelenggaraan ibadah haji masih di bawah Kementerian Agama (Kemenag).
Peralihan penyelenggaraan ibadah haji dari Kemenag ke Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) ini sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 14/2025 tentang Perubahan Ketiga UU No. 8/2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.
Berikut fakta-fakta yang perlu diperhatikan calon jemaah asal Indonesia menjelang penyelenggaraan ibadah haji yang rangkaiannya bakal dimulai pada April 2026.
Fakta-Fakta Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026:
1. Kuota
Pemerintah memaparkan bahwa Indonesia mendapatkan kuota haji sejumlah 221.000 jemaah pada 2026 atau musim Haji 1447 Hijriah.
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan bahwa jumlah tersebut terdiri dari 203.320 kuota jemaah haji reguler yang ditentukan Pemerintah Arab Saudi.
“Jumlah kuota sebanyak 221.000, terdiri dari haji reguler sebanyak 203.320 kuota. Reguler murni terdiri dari 201.585, PHD [petugas haji daerah] 1.050, pembimbing KBIHU [kelompok bimbingan ibadah haji dan umrah] sebanyak 685,” kata Dahnil dalam rapat panitia kerja (panja) Komisi VIII DPR RI di Jakarta pada Senin (27/10/2025).
Dia melanjutkan, kuota haji khusus yang ditentukan bagi jemaah Tanah Air tahun depan mencapai 17.680. Selain itu, terdapat 525 kloter penerbangan untuk jemaah haji reguler.
Jawa Timur menjadi provinsi dengan kuota haji terbesar pada 2026 yakni mencapai 42.409 orang. Kemudian, disusul Jawa Tengah dengan kuota mencapai 34.122 orang.
Di posisi ketiga terbesar ditempati oleh Jawa Barat dengan kuota haji 29.643 orang. Sementara itu, kuota haji di Provinsi DKI Jakarta pada 2026 ditetapkan sebesar 7.819 orang.
2. Syarat Kesehatan
Kemenhaj telah merilis daftar penyakit yang tidak memenuhi syarat kemampuan (istitaah) kesehatan haji periode 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan bahwa kebijakan ini ditetapkan oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk memastikan bahwa ibadah haji dilaksanakan oleh jemaah yang secara fisik dan mental benar-benar mampu, sehingga tidak membahayakan diri sendiri maupun jemaah lain.
“Jenis penyakit dan kondisi yang dinyatakan tidak memenuhi syarat istitaah meliputi gagal fungsi organ vital seperti gagal ginjal yang memerlukan cuci darah rutin, gagal jantung berat, penyakit paru kronis dengan kebutuhan oksigen terus-menerus, dan kerusakan hati berat,” kata Irfan dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Jakarta, Rabu (5/11/2025).

Lebih lanjut, persyaratan itu juga mencakup penyakit saraf atau gangguan kejiwaan berat yang mempengaruhi kesadaran aktivitas, lansia dengan demensia, kehamilan berisiko tinggi terutama trimester ketiga, serta penyakit menular aktif seperti tuberculosis (TBC) paru terbuka dan demam berdarah.
Selain itu, termasuk pula pasien kanker stadium lanjut atau yang sedang menjalani kemoterapi, penyakit jantung koroner dan hipertensi tidak terkontrol, diabetes melitus tidak terkontrol, penyakit autoimun yang tidak terkendali, epilepsi dan stroke serta gangguan mental berat.
“Calon jemaah dengan kondisi tersebut dipastikan tidak memenuhi syarat kesehatan atau istitaah, dan berpotensi tidak lolos pemeriksaan kesehatan di Indonesia maupun ditolak berangkat atau bahkan dipulangkan oleh otoritas Arab Saudi,” ujar Irfan.
Irfan menyebut bahwa Kemenhaj akan memperketat pemeriksaan kesehatan jemaah haji sejak tahap awal, bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Menurutnya, kebijakan ini merupakan langkah preventif demi menjaga keselamatan, kelancaran dan kekhusyukan ibadah haji bagi seluruh jemaah Indonesia di Tanah Suci.
3. Jadwal
Menhaj Irfan Yusuf menyampaikan bahwa rangkaian operasional penyelenggaraan ibadah haji tahun depan akan dimulai pada 21 April 2026 dengan masuknya jemaah haji di seluruh embarkasi Indonesia.
“Selanjutnya, pada 22 April 2026 akan dimulai pemberangkatan jemaah haji gelombang pertama menuju Madinah, disusul oleh pemberangkatan gelombang kedua ke Jeddah pada tanggal 7 Mei 2026,” jelasnya.
Lebih lanjut, penutupan kedatangan jemaah haji di Bandara King Abdulaziz International Airport di Jeddah dijadwalkan pada 21 Mei 2026.
Irfan lantas menjelaskan bahwa jemaah Tanah Air akan menjalani puncak ibadah haji yakni wukuf di padang Arafah pada 26 Mei 2026.
“Setelah puncak haji, pemulangan jemaah gelombang pertama akan dimulai pada 1 Juni 2026 dari Jeddah, sedangkan pemulangan gelombang kedua dimulai pada 16 Juni 2026 dari Madinah,” ujarnya.
Setelah itu, Irfan memperkirakan seluruh operasional pemulangan jemaah haji akan berakhir pada 1 Juli 2026, sekaligus menandai tuntasnya pelaksanaan penyelenggaraan ibadah haji 2026.
4. Maskapai Haji
Pemerintah menetapkan dua maskapai yakni PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) dan Saudia Airlines untuk melayani jemaah haji Indonesia pada musim haji 1447 Hijriah/2026 masehi.
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan bahwa pemerintah telah menyelesaikan proses seleksi penyediaan transportasi udara terhadap tujuh maskapai penerbangan, terdiri dari enam maskapai nasional dan satu maskapai asing dari negara tujuan.
“Hasil evaluasi menunjukkan bahwa hanya PT Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines [Saudia] yang memenuhi seluruh persyaratan administratif, teknis, dan operasional yang telah ditetapkan,” ujar Irfan.
Dia melanjutkan, penetapan kedua maskapai ini dilakukan melalui mekanisme seleksi yang transparan dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Selain itu, Kemenhaj juga telah menetapkan pembagian operasional penerbangan dari kedua maskapai tersebut.
Garuda Indonesia akan melayani pengangkutan jemaah haji dan petugas kloter sebanyak 102.502 orang yang berasal dari embarkasi Aceh, Medan, Padang, sebagian Jakarta (Pondok Gede), Banten, Solo, Jogja, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar, dan Lombok.
Sementara itu, Saudia akan melayani pengangkutan 101.860 jemaah haji dan petugas kloter dari embarkasi Batam, Palembang, sebagian Jakarta (Pondok Gede), Jakarta (Bekasi), serta Kertajati atau Indramayu, dan Surabaya.
“Pembagian ini disusun dengan mempertimbangkan efisiensi rute, ketersediaan armada, serta kapasitas bandara embarkasi masing-masing,” tuturnya.
Irfan meneruskan, secara keseluruhan, sebanyak 204.362 jemaah haji dan petugas kloter akan diberangkatkan menuju Tanah Suci dalam 525 kelompok terbang melalui 14 bandara embarkasi atau debarkasi haji di Tanah Air.
5. Biaya Haji Turun
DPR dan pemerintah resmi memutuskan besaran biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) 2026 sebesar Rp87,4 juta, sedangkan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) atau biaya haji yang ditanggung calon jemaah sebesar Rp54,2 juta.
Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi VIII Marwan Dasopang dalam rapat kerja penetapan BPIH 2026 bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) di Gedung DPR RI pada hari ini, Rabu (29/10/2025).
“Biaya perjalanan ibadah haji, bipih, atau yang ditanggung langsung oleh jemaah rata-rata per jemaah sebesar Rp54.193.806.58 atau sebesar 62% dari keseluruhan BPIH,” ujar Marwan.
Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa besaran bipih 2026 ini turun sebesar Rp1,23 juta dibandingkan dengan bipih 2025 yang sebesar Rp55,43 juta per jemaah.
Jumlah tersebut akan dialokasikan untuk biaya penerbangan, biaya akomodasi di Makkah, biaya akomodasi di Madinah dan biaya hidup atau living cost jemaah. Marwan tak memerinci besaran masing-masing komponen tersebut.
Sementara itu, sebanyak Rp33,21 juta atau 38% dari BPIH 2026 di atas akan bersumber dari nilai manfaat pengelolaan keuangan haji.

Sebelumnya, Wamenhaj Dahnil Anzar menyampaikan BPIH yang diusulkan pemerintah sebesar Rp88,41 juta, dengan bipih sebesar Rp54,92 juta atau setara dengan 62%.
Dia memerinci, komponen yang dibebankan langsung kepada jemaah haji tersebut terdiri atas biaya penerbangan pulang-pergi dari embarkasi ke Arab Saudi senilai Rp33,1 juta, akomodasi di Makkah sebesar Rp14,65 juta, akomodasi di Madinah sebanyak Rp3,87 juta, serta biaya hidup alias living cost yang dialokasikan Rp3,3 juta.
Sementara itu, sisa sebanyak 38% dari BPIH alias senilai Rp33,48 juta akan berasal dari nilai manfaat atau dana optimalisasi.
6. Batas Pelunasan Biaya Haji
Kemenhaj menjadwalkan pelunasan tahap pertama biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) yang ditanggung calon jemaah haji reguler dimulai pada 19 November 2025.
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan bahwa pihaknya tengah menanti keputusan presiden (Keppres) tentang penetapan BPIH. Proses pelunasan oleh jemaah akan dimulai usai beleid itu terbit.
“Pelunasan tahap pertama ini diperuntukkan bagi jemaah haji reguler lunas tunda berangkat, jemaah haji reguler masuk alokasi kuota keberangkatan tahun 2026 Masehi, dan prioritas jamaah haji reguler lanjut usia,” kata Irfan.
Dia melanjutkan, apabila masih terdapat kuota yang belum terpenuhi saat tahap pertama pelunasan ini rampung, maka pemerintah akan membuka pelunasan tahap kedua.
Irfan menjelaskan bahwa pelunasan tahap kedua akan diperuntukkan bagi jemaah haji yang mengalami kegagalan pelunasan pada tahap pertama, jemaah haji lanjut usia, jemaah haji penyandang disabilitas, jemaah yang terpisah dengan keluarga, serta jemaah pada urutan berikutnya.
“Selain pelunasan haji reguler, kami sedang menyiapkan pula pelunasan jemaah haji khusus yang direncanakan dilakukan pada tanggal 11 November 2025,” jelasnya.
Dia kemudian memaparkan, pelunasan tahap pertama bagi jemaah haji khusus ini akan diperuntukkan bagi jemaah yang masuk alokasi kuota 2026 Masehi, serta jemaah haji khusus prioritas lanjut usia.
Kemenhaj Umumkan Jadwal Haji 2026, Berangkat Mulai 22 April
Kemenhaj umumkan jadwal haji 2026 yang tahapannya bakal dimulai pada 21 April 2026. Berikut jadwal lengkapnya. [289] url asal
#jadwal-haji-2026 #jemaah-haji-indonesia #kemenhaj-2026 #embarkasi-haji-indonesia #pemberangkatan-haji-madinah #pemberangkatan-haji-jeddah #wukuf-arafah-2026 #pemulangan-haji-jeddah #pemulangan-haji-ma
(Bisnis.Com - Ekonomi) 05/11/25 17:24
v/28698/
Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengumumkan jadwal rencana perjalanan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 masehi yang akan dijalani jemaah haji Tanah Air.
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan bahwa rangkaian operasional penyelenggaraan ibadah haji tahun depan akan dimulai pada 21 April 2026 dengan masuknya jemaah haji di seluruh embarkasi Indonesia.
“Selanjutnya, pada 22 April 2026 akan dimulai pemberangkatan jemaah haji gelombang pertama menuju Madinah, disusul oleh pemberangkatan gelombang kedua ke Jeddah pada tanggal 7 Mei 2026,” kata Irfan dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Jakarta, Rabu (5/11/2025).
Lebih lanjut, penutupan kedatangan jemaah haji di Bandara King Abdulaziz International Airport di Jeddah dijadwalkan pada 21 Mei 2026.
Irfan lantas menjelaskan bahwa jemaah Tanah Air akan menjalani puncak ibadah haji yakni wukuf di padang Arafah pada 26 Mei 2026 mendatang.
“Setelah puncak haji, pemulangan jemaah gelombang pertama akan dimulai pada 1 Juni 2026 dari Jeddah, sedangkan pemulangan gelombang kedua dimulai pada 16 Juni 2026 dari Madinah,” ujarnya.
Setelah itu, Irfan memperkirakan seluruh operasional pemulangan jemaah haji akan berakhir pada 1 Juli 2026, sekaligus menandai tuntasnya pelaksanaan penyelenggaraan ibadah haji 2026.
Dia kemudian menjelaskan bahwa Kemenhaj telah menyiapkan sejumlah langkah untuk memastikan kesiapan seluruh asrama haji embarkasi dan debarkasi di Tanah Air.
Sebanyak 14 embarkasi atau debarkasi utama akan beroperasi penuh, antara lain Aceh, Medan, Padang, Pondok Gede, Bekasi, Solo, Surabaya, Balikpapan, Banjarmasin, Lombok, Makassar, Palembang, Batam, dan Indramayu/Kertajati.
Pihaknya menyebut telah melakukan peningkatan kualitas akomodasi, konsumsi, transportasi, pembinaan infrastruktur utama, hingga peningkatan kapasitas SDM.
“Selain itu, dua provinsi baru yaitu Banten dan Daerah Istimewa Yogyakarta telah ditetapkan sebagai embarkasi atau debarkasi baru, mengingat kesiapan sarana asrama, dukungan pemerintah daerah, serta potensi efisiensi pergerakan jemaah dari wilayah sekitarnya,” ujar Irfan.
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56