Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengingatkan bahwa asam urat kerap kambuh setelah Lebaran akibat pola makan tinggi purin dan menyarankan menjaga pola makan serta minum jus seledri untuk membantu menurunkannya.
Mengutip laman resmi Kementerian Kesehatan, asam urat atau gout merupakan jenis radang sendi yang terjadi akibat penumpukan kristal asam urat di dalam tubuh. Kondisi ini biasanya menyerang bagian sendi seperti jempol kaki, pergelangan, hingga lutut dan menimbulkan nyeri hebat.
Gejala asam urat umumnya muncul secara tiba-tiba dan terasa sangat menyakitkan. Penderitanya bisa mengalami pembengkakan, rasa panas, hingga kemerahan di area sendi.
Kondisi ini terjadi karena tubuh menghasilkan asam urat berlebih atau ginjal tidak mampu membuangnya dengan baik. Akibatnya, kristal asam urat menumpuk di sendi dan memicu peradangan.
Terdapat beberapa faktor juga bisa meningkatkan risiko asam urat, terutama setelah Lebaran. Berikut faktor pemicu utama asam urat:
- Konsumsi jeroan, daging merah, dan makanan laut
- Minuman manis dan beralkohol
- Riwayat keluarga dengan asam urat
- Penyakit seperti diabetes, hipertensi, dan obesitas
Maka dari itu, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengingatkan bahwa gejala asam urat sering muncul setelah makan berlebihan saat Lebaran. Dia menyebut banyak orang merasakan pegal di tubuh setelah mengonsumsi makanan tinggi purin.
“Makan enak, badan suka terasa pegal-pegal. Coba minum jus hijau, jus seledri,” ujarnya dikutip dalam video di akun Instagram pribadinya, Rabu (25/3/2026).
Dia juga mengingatkan pentingnya mengenali tanda kadar asam urat yang tinggi. Menurutnya, ada beberapa ciri yang perlu diwaspadai.
- Sendi bengkak
- Terasa merah atau panas
- Nyeri tiba-tiba, terutama setelah makan
Budi menjelaskan bahwa konsumsi jeroan yang umum saat Lebaran bisa menjadi salah satu penyebab naiknya asam urat. Dia mengaku sempat mengalami kadar asam urat tinggi setelah mengonsumsi makanan tersebut.
Selain menjaga pola makan, dia menyarankan cara sederhana untuk membantu menurunkannya. Salah satunya dengan memperbanyak minum air putih dan mengkonsumsi jus seledri.
“Coba juga minum jus seledri karena ini bisa membantu membersihkan,” jelasnya.
Meski begitu, dia tetap mengingatkan agar masyarakat segera memeriksakan diri jika nyeri tidak kunjung hilang. Penanganan medis tetap diperlukan untuk mencegah kondisi semakin parah.
“Kalau rasa sakitnya tidak hilang, segera ke dokter, nanti bisa diberikan obat,” tutupnya.
Sementara itu dilansir dari laman kemenkes, berikut obat asam urat alami yang berkhasiat.
Berikut beberapa obat asam urat alami yang membantu mengatasi penyakit asam urat tanpa efek samping:
1. Ceri atau Jus Ceri Asam
Kamu bisa mengonsumsi ceri untuk mengatasi penyakit asam urat dengan cara dimakan langsung atau dihaluskan dengan air menjadi jus. Jumlah yang disarankan sekitar setengah cangkir ceri per hari.
2. Jahe
Bila ingin mencoba obat asam urat alami ini, caranya rebus air yang sudah dicampur dengan 1 sendok makan parutan jahe segar. Lalu, rendam kain lap dalam air rebusan tersebut. Saat dingin, tempelkan kompres lap tersebut ke area yang terasa sakit setidaknya sekali sehari selama 15-30 menit.
Kamu juga bias meminum air rebusan jahe. Caranya rebus air dengan tambahan 2 sendok teh jahe selama 10 menit. Minum 3 cangkir sehari.
3. Cuka Sari Apel, Jus Lemon dan Kunyit
Cuka sari apel, jus lemon, dan kunyit merupakan bahan-bahan alami yang sering direkomendasikan untuk mengatasi penyakit asam urat. Bila ketiganya digabungkan, mereka bisa menjadi minuman obat asam urat alami yang nikmat.
Cara membuatnya adalah campurkan perasan setengah lemon ke dalam air hangat, lalu tambahkan 2 sendok teh kunyit dan 1 sendok teh cuka sari apel. Kamu bisa membuatnya sesuai selera. Minum minuman tersebut 2-3 kali sehari
4. Seledri atau Biji Seledri
Seledri merupakan sayuran yang sudah sering digunakan untuk mengatasi masalah buang air kecil. Untuk mengatasi penyakit asam urat, ekstrak dan biji sayuran tersebut sudah menjadi obat asam urat alami yang populer. Diperkirakan seledri bisa mengurangi peradangan, perbanyak makan seledri secara rutin, terutama batang seledri mentah, jus, ekstrak atau bijinya.
5. Vitamin C
Beberapa bukti menunjukkan vitamin C bisa membantu mengurangi kadar asam urat. Namun, perlu diingat, tidak semua orang bisa mengonsumsi suplemen vitamin C. Orang dengan penyakit ginjal perlu membicarakannya dulu dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen tersebut.
Makanan yang harus di Hindari
Berikut daftar makanan yang perlu dihindari oleh penderita asam urat agar penyakitnya tidak kambuh lagi.
· Jeroan
· Seafood
· Daging merah
· Daging olahan
· Minuman manis