Harga HP atau smartphone, laptop, hingga tablet berpotensi naik seiring melonjaknya biaya cip memori yang dipicu oleh pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI). Apple salah satu yang mengumumkan rencana kenaikan harga produk.
Cip memori atau RAM merupakan komponen penting bagi berbagai perangkat komputasi, mulai dari ponsel, tablet, hingga laptop. Namun, pasokannya kini semakin terbatas karena tingginya permintaan dari pusat data AI.
Perusahaan teknologi seperti Nvidia, Advanced Micro Devices (AMD), dan Google berlomba mengamankan pasokan RAM untuk mendukung pengembangan teknologi AI mereka. Akibatnya, harga cip memori terus meningkat dan mulai membebani produsen maupun peritel perangkat elektronik.
Dampaknya mulai terlihat. Apple mengumumkan kenaikan harga MacBook dan iPad dengan meneruskan kenaikan biaya cip memori kepada konsumen. Perusahaan juga menyebut kelangkaan memori sebagai tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, serta mengisyaratkan masih ada potensi kenaikan harga berikutnya.
Analis Senior Gartner, Ranjit Atwal, memperkirakan kondisi itu akan berdampak besar terhadap pasar perangkat elektronik tahun ini. Berdasarkan riset Gartner yang dirilis pada Februari, pengiriman komputer pribadi (PC) secara global diproyeksikan turun 10,4%, sedangkan pengiriman smartphone diperkirakan merosot 8,4%.
Di saat yang sama, harga HP hingga laptop diperkirakan ikut meningkat. Gartner memperkirakan harga PC naik sekitar 17% dibandingkan level 2025, sementara harga smartphone diproyeksikan meningkat 13%.
Menurut Atwal, kenaikan kali ini berbeda dibandingkan lonjakan harga chip memori sebelumnya.
"Yang berbeda kali ini yakni seberapa besar kenaikan harga memori dan berapa lama harga tinggi itu akan bertahan," katanya dikutip dari CNBC Internasional, akhir pekan lalu (26/6).
Ia memperkirakan harga cip memori baru kembali mendekati level normal pada akhir 2027.
Meski kenaikan harga belum sepenuhnya terlihat di toko karena sebagian peritel telah menambah stok pada kuartal pertama tahun ini, Atwal menilai kondisi itu hanya bersifat sementara.
"Pada akhirnya semua akan terdampak. Akan tiba saatnya tidak ada lagi yang bisa dilakukan selain meneruskan kenaikan biaya kepada konsumen," ujarnya.
Atwal juga menilai sebagian konsumen kemungkinan tidak langsung menyadari kenaikan harga. Banyak pengguna mengganti laptop setiap empat hingga lima tahun sehingga tidak lagi mengingat harga perangkat lama yang mereka beli. Meski demikian, dampaknya terhadap perilaku konsumen diperkirakan akan muncul dalam beberapa waktu ke depan.
Salah satu peritel elektronik terbesar di Amerika Serikat, Best Buy, memperkirakan divisi komputer menjadi bisnis yang paling terdampak akibat kenaikan harga cip memori.
CEO baru Best Buy Jason Bonfig mengatakan perusahaan sudah melihat kenaikan harga secara bertahap pada kuartal pertama dan memperkirakan harga jual rata-rata perangkat akan meningkat pada kuartal kedua. Kenaikan harga itu juga diperkirakan memengaruhi volume penjualan karena sensitivitas konsumen terhadap harga.
Meski begitu, hingga saat ini Best Buy belum melihat tanda-tanda konsumen mempercepat pembelian ataupun mengurangi belanja akibat kenaikan biaya cip memori. Perusahaan bahkan mencatat penjualan komputer dengan pertumbuhan positif selama sembilan kuartal berturut-turut.
Analis Loop Capital Anthony Chukumba menilai peritel besar seperti Best Buy akan lebih mampu menghadapi kondisi tersebut dibandingkan peritel kecil, karena memiliki posisi tawar yang lebih kuat terhadap pemasok. Hal itu memungkinkan mereka menahan kenaikan harga lebih lama.
Namun, risiko yang lebih besar tetap membayangi industri. Atwal memperingatkan mahalnya chip memori dapat membuat konsumen menunda penggantian smartphone maupun laptop. Jika tren itu berlanjut, siklus pembaruan perangkat akan semakin panjang dan produsen akan lebih sulit mendorong penjualan perangkat AI premium yang membutuhkan kapasitas memori lebih besar.
Kekhawatiran tersebut juga disampaikan sejumlah organisasi ritel di Amerika Serikat, termasuk National Retail Federation (NRF). Dalam surat kepada Departemen Keuangan dan Departemen Perdagangan AS, mereka meminta pemerintah meninjau ketidakseimbangan pasokan chip memori yang dinilai berpotensi memicu kenaikan harga signifikan bagi konsumen dalam jangka pendek.
Wakil Presiden Supply Chain and Customs Policy NRF Jon Gold mengatakan dampaknya bukan hanya kenaikan harga, tetapi juga potensi kelangkaan produk elektronik apabila pasokan chip memori tetap terbatas.
Menurutnya, jika konsumen semakin lama menahan penggunaan perangkat lama karena harga HP maupun laptop baru semakin mahal, pasar elektronik berisiko mengalami perlambatan yang turut memengaruhi peritel maupun produsen.
KOMPAS.com - Saham Samsung Electronics melonjak lebih dari 6 persen pada perdagangan Rabu (24/6/2026) setelah muncul laporan perusahaan teknologi asal Korea Selatan itu tengah menyiapkan program pembelian kembali (buyback) saham senilai sekitar 90 triliun won atau sekitar 58,6 miliar dollar AS (sekitar Rp1.051 triliun asumsi kurs Rp17.942).
Mengutip laporan Yonhap News Agency, Samsung disebut telah menyusun rencana buyback tersebut menyusul kesepakatan baru mengenai skema kompensasi karyawan yang dicapai dalam perundingan upah.
Meski demikian, hingga berita ini ditulis Samsung Electronics belum memberikan tanggapan atas laporan tersebut.
Jika terealisasi, program buyback tersebut diperkirakan menjadi salah satu aksi korporasi terbesar yang pernah dilakukan Samsung.
Laporan Yonhap menyebut perusahaan kemungkinan akan segera mengumumkan rincian program pembelian kembali saham tersebut.
Bonus karyawan dalam bentuk saham
Rencana buyback disebut berkaitan dengan kesepakatan antara manajemen dan serikat pekerja yang dicapai pada Mei 2026.
Dalam kesepakatan itu, Samsung akan mengalokasikan sekitar 10,5 persen laba operasional tahunan divisi semikonduktor sebagai bonus khusus bagi karyawan dalam bentuk saham perusahaan.
Kebijakan tersebut sempat memicu perdebatan internal mengenai kesetaraan kompensasi antardivisi di Samsung.
Berdasarkan skema yang disiapkan, karyawan dapat langsung menjual sepertiga saham yang diterima. Sementara dua pertiga sisanya baru dapat dilepas secara bertahap setelah masing-masing melewati masa tunggu satu tahun.
Selain itu, Samsung juga dikabarkan berpotensi membeli kembali saham tambahan untuk memenuhi kebutuhan program insentif jangka panjang Performance Stock Unit (PSU) yang diperkenalkan pada Oktober 2025.
Program tersebut dirancang untuk menyelaraskan kompensasi karyawan dengan kinerja saham perusahaan dalam jangka panjang.
Didorong booming AI
Di tengah kabar buyback tersebut, prospek bisnis Samsung juga mendapat sentimen positif dari meningkatnya permintaan chip memori untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI).
Samsung bersama SK Hynix diperkirakan membukukan laba tertinggi pada tahun ini dan tahun depan seiring melonjaknya kebutuhan perusahaan teknologi global terhadap chip memori berkapasitas tinggi untuk membangun pusat data AI.
Permintaan yang kuat tersebut mendorong harga chip memori terus meningkat dan memperkuat prospek kinerja kedua perusahaan.
Pada perdagangan Rabu (24/6/2026), saham Samsung Electronics ditutup melonjak sekitar 6,3 persen, jauh mengungguli kenaikan saham SK Hynix yang naik sekitar 1,6 persen. Lonjakan tersebut juga mengantarkan Samsung kembali menjadi perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Korea Selatan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Indeks saham Korea Selatan, KOSPI, jatuh 9,99 persen pada Selasa (23/6/2026), mencatat penurunan harian terdalam dalam lebih dari tiga bulan. [335] url asal
IDXChannel - Indeks saham Korea Selatan, KOSPI, jatuh 9,99 persen pada Selasa (23/6/2026), mencatat penurunan harian terdalam dalam lebih dari tiga bulan.
Pelemahan terjadi setelah investor asing melepas saham-saham perusahaan semikonduktor menyusul sinyal regulator bahwa reli sektor tersebut mulai mengalami overheating.
Indeks acuan KOSPI ditutup turun 910,71 poin, menjadi di level 8.203,84. Penurunan tersebut menjadi yang terbesar sejak 4 Maret.
Saham unggulan pasar, Samsung Electronics dan perusahaan sejenis SK Hynix, masing-masing merosot lebih dari 12 persen.
Penurunan itu menghapus nilai pasar hingga miliaran dolar Amerika Serikat (AS) dan memicu penghentian perdagangan otomatis selama 20 menit di seluruh bursa pada sesi sore.
Dominasi dua perusahaan chip tersebut terhadap KOSPI semakin besar. Keduanya kini mencakup lebih dari separuh kapitalisasi pasar indeks, setelah mendorong KOSPI menembus level historis 9.100 poin untuk pertama kalinya pada Senin.
Kepala Strategi Ekuitas CLSA Alexander Redman menilai koreksi pada Selasa menunjukkan volatilitas pasar yang semakin meningkat. Menurut dia, sejumlah pihak mulai mengkhawatirkan reli KOSPI telah bergerak terlalu jauh.
"Volatilitas meningkat tajam. (Volatilitas seperti ini) tidak dapat dijelaskan tanpa keterlibatan besar investor ritel," ujar Redman, dikutip Reuters.
"Apa yang mengkhawatirkan saya adalah investor ritel kini berada di posisi pengendali karena mereka banyak menggunakan margin, meskipun rasionya terhadap kapitalisasi pasar masih kecil. Yang lebih mengkhawatirkan, regulator kini mengizinkan ETF dengan leverage untuk saham individual, sehingga justru menambah bahan bakar terhadap situasi ini," imbuh dia.
Pada Senin, Kepala Otoritas Pengawas Pasar Korea Selatan Lee Chan-jin mengatakan pemerintah terlalu terburu-buru dalam menyetujui dana dengan leverage yang terkait dengan sejumlah saham chip unggulan. Produk tersebut baru diperkenalkan bulan lalu dan dinilai turut meningkatkan volatilitas pasar.
Regulator juga baru-baru ini mengingatkan investor ritel agar berhati-hati menggunakan leverage di pasar KOSPI, setelah utang margin atau pinjaman untuk membeli saham mencapai rekor tertinggi pada Juni.
Sepanjang tahun berjalan, KOSPI telah menguat 94,67 persen, sementara nilai tukar won Korea Selatan melemah 6,5 persen terhadap dolar AS. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.
Untuk mewujudkan proyek ini, perusahaan telah menandatangani kemitraan strategis dengan perusahaan pelayaran Yunani, Capital Clean Energy Carriers Perusahaan galangan... | Halaman Lengkap [186] url asal
SEOUL - Perusahaan galangan kapal Samsung Heavy Industries mengumumkan rencana untuk mengembangkan pusat data terapung (FDC) di permukaan laut untuk mengatasi kurangnya lahan dan konsumsi air yang tinggi dari pusat data tradisional.
Untuk mewujudkan proyek ini, perusahaan telah menandatangani kemitraan strategis dengan perusahaan pelayaran Yunani, Capital Clean Energy Carriers.
Di antara fitur utama desain pusat data terapung termasuk penggunaan sistem pendingin berbasis air laut, yang memungkinkan server didinginkan secara alami dengan lebih hemat energi.
Struktur ini juga diharapkan menggunakan gas alam cair (LNG) sebagai sumber energi utamanya, selain dirancang untuk beroperasi secara fleksibel di area pelabuhan, pesisir, atau sungai.
Samsung juga memperkenalkan konsep FDC 50 megawatt (MW), yang telah menerima persetujuan awal dari Biro Perkapalan Amerika (ABS) dan Lloyd’s Register untuk standar keselamatan dan asuransi maritim.
Selain itu, perusahaan bekerja sama dengan Supermicro untuk menguji daya tahan server kecerdasan buatan (AI) di lingkungan laut.
Inisiatif ini dipandang sebagai alternatif untuk membangun pusat data di darat, yang sering dikritik karena penggunaan sumber daya air dan lahan yang tinggi.
Namun, proyek ini masih menghadapi tantangan termasuk erosi air asin, kelembaban tinggi, getaran, dan stabilitas struktural akibat gelombang.
Harga iPhone dan Samsung Galaxy naik Juni 2026 akibat pelemahan rupiah dan kelangkaan cip. Kenaikan signifikan pada model premium seperti iPhone 17 dan Galaxy S26. [1,576] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Harga SmartphoneSamsung dan Apple mengalami kenaikan pada Juni 2026 dibandingkan dengan Mei 2026. Peningkatan harga terjadi signifikan untuk kelas premium seperti lini iPhone 17 dan Galaxy S26. Pengamat telah memprediksi kenaikan ini yang salah satu faktornya diduga imbas pelemahan rupiah di tengah kelangkaan cip.
Berdasarkan data tradingview, rupiah ditutup melemah sebesar 0,53% ke level Rp17.879 pada 29 Mei 2026. Adapun jika dibandingkan dengan 1 Mei 2026 yang saat itu masih berada pada level 17.228, rupiah konsisten mengalami kenaikan.
Pengamat telekomunikasi sekaligus Direktur Eksekutif Information and Communication Technology (ICT) Institute Heru Sutadi mengatakan, industri smartphone global saat ini tengah tertekan akibat perebutan pasokan chip dengan sektor pusat data dan infrastruktur kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Menurutnya, lonjakan pembangunan data center membuat produsen semikonduktor lebih memprioritaskan pasokan untuk server AI dibanding perangkat konsumen seperti smartphone, laptop, maupun komputer pribadi.
"Pasokan chip di dunia sedang bermasalah karena berebutan dengan data center, sehingga ini kan mempengaruhi bisnis smartphone dan ada potensi, bahkan sudah terjadi kenaikan harga karena kelangkaan chip," tutur Heru kepada Bisnis, dikutip Senin (1/6/2026).
Dia menjelaskan, kenaikan biaya komponen global diperparah oleh pelemahan nilai tukar rupiah yang kini bergerak di atas Rp17.000 per dolar AS. Padahal, sebagian besar bahan baku dan komponen smartphone masih menggunakan denominasi dolar AS.
“Kalau dulu rata-rata ponsel dihitung dengan kurs Rp15.000 per dolar AS, sekarang sudah Rp17.000 lebih. Banyak komponen dalam dollar AS sehingga mau tidak mau akan ada penyesuaian harga,” katanya.
Heru menilai, kombinasi tekanan biaya produksi dan depresiasi rupiah membuat kenaikan harga smartphone di Indonesia sulit dihindari pada kuartal II/2026. Di sisi lain, masyarakat juga cenderung menahan pembelian perangkat baru di tengah ketidakpastian ekonomi.
Dia menyebut, konsumen kini lebih selektif dan memilih bersikap wait and see sebelum mengganti perangkat lama.
"Kalau memang mereka [konsumen] membutuhkan ponsel baru, dia akan beli. kalau misalnya panel nya masih berfungsi dengan baik mereka akan melihat perkembangan ke depan," jelas Heru.
Jajaran iPhone 17
iPhone dan Samsung Galaxy Naik Harga 1 Juni 2026
Ramalan tersebut benar terjadi. Pada 1 Juni 2026 sejumlah produsen smartphone menaikkan harga perangkat mereka untuk sejumlah produk kelas atas. Adapun untuk produk segmen mid dan entry level, harga relatif terjangkau.
Merujuk data iBox, Senin (1/6/2026), kenaikan harga yang cukup signifikan melanda lini reguler jadul hingga generasi terbaru. Pada seri iPhone 15, varian 128GB kini dibanderol Rp12.999.000 naik dari bulan sebelumnya Rp11.999.000, diikuti varian 256GB yang naik menjadi Rp15.249.000, dan varian 512GB menyentuh Rp18.499.000.
Tren serupa terjadi pada iPhone 16 reguler yang mengalami lonjakan merata sebesar Rp500.000 hingga Rp1.000.000 pada seluruh kapasitas penyimpanan, serta iPhone 17 varian 256GB yang ikut merangkak naik menjadi Rp17.999.000.
Kontras dengan model reguler, konsumen yang mengincar layar lebih besar dapat memanfaatkan koreksi harga pada lini iPhone 16 Plus. Varian terendah iPhone 16 Plus 128GB kini turun menjadi Rp16.499.000 dari bulan lalu yang mencapai Rp16.999.000. Penurunan paling tajam terjadi pada kapasitas 512GB yang merosot hingga Rp2,5 juta, menetap di angka Rp20.499.000 dari harga sebelumnya Rp22.999.000.
Sementara itu jika ditarik kebelakang, iPhone konsisten naik selama periode Januari-Mei 2026.
Lonjakan harga paling signifikan terlihat pada generasi yang lebih tua, sementara lini terbaru mengalami kenaikan harga yang moderat namun konsisten di seluruh varian kapasitas penyimpanan.
Sebagai contoh, varian standar generasi teranyar, iPhone 17 berkapasitas 256 GB, dibanderol Rp17.999.000 pada Mei 2026. Angka ini mencatatkan pertumbuhan harga positif alias naik sebesar 4,34% dari banderol akhir Januari 2026 yang berada di level Rp17.249.000. Tren serupa diikuti oleh iPhone 17 varian 512 GB yang naik 3,40% menjadi Rp22.749.000 dari harga sebelumnya Rp21.999.000.
Kenaikan harga yang cukup tajam justru melanda lini iPhone 15. Untuk varian iPhone 15 128 GB, harganya melonjak dari Rp11.249.000 pada awal tahun menjadi Rp12.999.000 pada akhir Mei ini. Penyesuaian tersebut mencerminkan pertumbuhan harga yang melesat hingga 15,55%, menjadi persentase kenaikan tertinggi di antara seluruh model yang ada.
Tidak ketinggalan, portofolio iPhone 16 ikut merangkak naik dalam 4 bulan terakhir. Varian dasar iPhone 16 128 GB saat ini dipasarkan seharga Rp15.499.000, tumbuh sebesar 10,71% dari posisi Januari 2026 yang senilai Rp13.999.000. Untuk kasta tertinggi, iPhone 17 Pro Max dengan kapasitas penyimpanan 2 TB, per Mei 2026 dipatok seharga Rp45.249.000, atau mengalami kenaikan 2,84% dari harga awal tahun sebesar Rp43.999.000.
Di sisi lain, iBox memberikan pemotongan harga untuk model yang lebih lawas seiring dengan berjalannya siklus produk. Efek ini paling terasa pada iPhone 14 kapasitas 128 GB yang kini dilepas ke pasar dengan harga Rp8.749.000. Angka tersebut menyusut atau minus 10,25% jika disandingkan dengan harga Januari 2026 yang bertengger di angka Rp9.749.000. Penurunan harga juga dialami oleh lini iPhone 15 Plus 128 GB yang terkoreksi sebesar 7,40% menjadi Rp12.499.000 dari semula Rp13.499.000.
Salah satu lini produk smartphone Samsung
Sementara itu Samsung mengerek varian tertinggi Galaxy S26 Ultra dengan kapasitas penyimpanan 12/512GB menembus angka Rp27.499.000 pada Mei 2026, mengalami kenaikan tajam dari harga April yang berada di posisi Rp22.999.000. Langkah penyesuaian serupa juga diikuti oleh varian reguler Galaxy S26 12/512GB yang merangkak naik ke level Rp19.499.000 dari harga sebelumnya Rp14.999.000.
Tren kenaikan ini tidak hanya mengunci seri paling gres, melainkan turut mengerek harga generasi pendahulunya, Galaxy S25 Series. Model Galaxy S25 Ultra 12/512GB kini dipatok Rp25.999.000 atau naik tipis Rp1.000.000 dari bulan April. Untuk varian Galaxy S25 reguler 12/256GB warna Navy, harga pasar saat ini bertengger di angka Rp14.999.000, naik dari posisi April senilai Rp13.329.900. Adapun untuk model Fan Edition, varian Galaxy S25 FE kapasitas 512GB dan 256GB terpantau stabil masing-masing pada level Rp15.499.000 dan Rp12.499.000.
Daftar Harga iPhone dan Samsung Galaxy yang mengalami kenaikkan
Update Harga iPhone dan Samsung Galaxy
Berikut adalah daftar harga smartphone Samsung seri A, S, dan Z pada Juni 2026:
Samsung Galaxy S Series
Samsung Galaxy S26 Ultra 12/512GB — Rp27.499.000 naik dari April Rp22.999.000
Samsung Galaxy S26 12/512GB —Rp19.499.000 naik dari April Rp14.999.000
Samsung Galaxy S25 Ultra 12/512GB — Rp25.999.000 naik ari April Rp24.999.000
Samsung Galaxy S25 12/256GB - Navy —Rp14.999.000 naik dari April Rp13.329.900
Samsung Galaxy S25 FE /512GB— Rp15.499.000
Samsung Galaxy S25 FE /256GB - Navy — Rp12.499.000
Samsung Galaxy Z Series
Samsung Galaxy Z Fold7 12/256GB - Silver — Rp28.499.000
Samsung Galaxy Z Fold7 12/512GB - Silver — Rp27.999.000
Samsung menawarkan kenaikan gaji dan bonus Rp 370 triliun untuk mencegah mogok kerja yang akan dilakukan oleh 48 ribu karyawan, terutama di divisi semikonduktor. [815] url asal
Samsung menawarkan kenaikan gaji rata-rata 6,2% hingga bonus kinerja yang diperkirakan 31,5 triliun won atau Rp 370 triliun (kurs Rp 11,73 per won) untuk karyawan bisnis semikonduktor. Hal ini untuk mencegah ribuan pekerja mogok kerja.
Sebanyak 48 ribu pekerja Samsung atau 38% dari total pegawai, berencana menggelar mogok kerja selama 18 - 21 Mei. Salah satu pemicu utamanya yakni kesenjangan bonus karyawan.
Samsung awalnya ingin memberikan bonus setidaknya enam kali lipat lebih banyak kepada 27 ribu karyawan cip memori dibandingkan pekerja lainnya di bisnis desain dan manufaktur cip logika.
Sementara itu, Serikat pekerja Samsung menilai bahwa 23 ribu pekerja lainnya di perusahaan itu, yang bertanggung jawab untuk membuat cip AI, tidak boleh ditinggalkan, meskipun menderita kerugian miliaran dalam beberapa tahun terakhir karena bisnis foundry atau manufaktur cip kontrak mengalami kemerosotan.
Untuk mencegah terjadinya mogok kerja massal, Samsung berdiskusi dengan serikat pekerja. Keduanya akhirnya mencapai kesepakatan sementara pada Rabu (20/5) setelah berbulan-bulan melakukan pembicaraan, sebagaimana dikutip dari The Korea Herald.
Samsung menawarkan paket uang mencakup kenaikan upah rata-rata 6,2%, program pinjaman perumahan baru hingga 500 juta won, dan bonus kinerja manajemen khusus untuk divisi Device Solutions.
Berdasarkan kesepakatan itu, dana bonus khusus akan setara dengan 10,5% dari laba operasional setelah dikurangi biaya tenaga kerja, termasuk ketentuan untuk insentif kinerja keseluruhan perusahaan yang sudah ada. Beberapa perusahaan pialang lokal memperkirakan laba operasional tahunan Samsung Electronics akan mencapai sekitar 300 triliun won tahun ini, didorong oleh siklus kenaikan harga chip memori.
Jika mengacu pada proyeksi laba operasional 300 triliun won dari sejumlah perusahaan sekuritas lokal, maka dana bonus potensial dapat mencapai sekitar 31,5 triliun won atau Rp 370 triliun.
Para pekerja yang tergabung dalam serikat pekerja di Samsung Electronics mulai melakukan pemungutan suara pada Jumat (22/5) mengenai kesepakatan upah sementara 2026, yang mencakup skema bonus kinerja cip baru.
Pemungutan suara elektronik berlangsung mulai pukul 14.00 pada Jumat (22/5) hingga pukul 10.00 tanggal 27 Mei. Perjanjian ini akan mengikat jika lebih dari setengah anggota serikat pekerja yang memenuhi syarat ikut serta dan mayoritas dari mereka yang memberikan suara menyetujuinya. Jika ditolak, Samsung dan serikat pekerja harus melanjutkan negosiasi.
Namun, kelompok advokasi pemegang saham mempertanyakan legalitas rencana Samsung, dengan alasan bahwa bonus kinerja khusus yang diusulkan harus disetujui oleh pemegang saham dan bukan semata-mata disepakati antara serikat pekerja dan manajemen.
Markas Aksi Pemegang Saham Korea mengatakan dalam konferensi pers di luar Mahkamah Agung di Seoul selatan, bahwa ketentuan bonus itu tidak termasuk dalam upah atau kondisi kerja yang dapat diputuskan melalui perundingan bersama. Kelompok ini mengatakan akan mengajukan perintah pengadilan dan gugatan untuk membatalkan perjanjian itu, kecuali Samsung meminta persetujuan pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham.
Karyawan Divisi Lain Tolak Rencana Bonus untuk Pegawai Cip
Struktur bonus itu menuai kritik dari para pekerja di divisi Device eXperience, yang mengawasi ponsel pintar, peralatan rumah tangga, dan TV. Karyawan di bisnis memori dapat menerima total bonus hingga sekitar 600 juta won tahun ini, jika bonus khusus baru digabungkan dengan insentif yang sudah ada, sementara karyawan DX mungkin hanya menerima sekitar 6 juta won dalam bentuk saham perusahaan.
Kesenjangan ini telah memicu frustrasi di kalangan karyawan DX dan beberapa pekerja di luar industri cip memori, dengan para kritikus berpendapat bahwa kesepakatan sementara tersebut secara tidak proporsional menguntungkan bisnis memori.
Reaksi negatif itu juga menyebabkan lonjakan keanggotaan serikat pekerja di menit-menit terakhir. Serikat Buruh Samsung Electronics Donghaeng, yang sebagian besar terdiri dari karyawan DX, mengatakan bahwa mereka memperoleh sekitar 10.000 anggota dalam satu hari, karena beberapa pekerja mendesak rekan-rekan mereka untuk mengamankan hak suara dan menentang kesepakatan tersebut.
Namun, lonjakan itu telah menimbulkan perselisihan mengenai apakah anggota Donghaeng berhak untuk memilih. Kepala Serikat Buruh Samsung Electronics Choi Seung-ho, serikat pekerja terbesar perusahaan dan anggota kelompok perundingan bersama, telah memberi tahu Donghaeng bahwa mereka dipahami tidak memiliki hak suara setelah meninggalkan grup tersebut.
Donghaeng berpendapat bahwa hak suara semua anggota serikat pekerja harus dihormati, dengan mengatakan bahwa suara karyawan DX berisiko "dihapus" dari proses tersebut. Tiga serikat pekerja utama Samsung memiliki total anggota sebanyak 101.075 pada Jumat (22/5), termasuk anggota yang tumpang tindih: 70.850 di Samsung Electronics Labor Union, 19.053 di National Samsung Electronics Union, dan 11.172 di Donghaeng.
Choi mengatakan kepada para anggota bahwa kesepakatan sementara tersebut mencerminkan upaya serikat pekerja dan komite perjuangan bersama, sambil mengatakan bahwa ia akan mengajukan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinannya jika kesepakatan itu ditolak.
“Jika kesepakatan disetujui, saya akan berupaya membangun serikat pekerja yang lebih kuat dengan mendesak manajemen untuk melakukan perbaikan lebih lanjut,” kata Choi dalam pemberitahuan kepada para anggota. “Jika ditolak, saya akan menyerahkan negosiasi selanjutnya kepada pimpinan eksekutif dan melanjutkan dengan pemungutan suara kepercayaan.”
Choi mengatakan bahwa ia telah menerima lebih dari 500 panggilan dan pesan sejak kesepakatan sementara tercapai, dan menambahkan bahwa beberapa tanggapan tersebut sulit untuk diterima.
“Saya akan menganggap hasil pemungutan suara anggota sebagai tolok ukur kinerja saya,” katanya.
Samsung menunda mogok kerja dengan menaikkan gaji 6,2% dan bonus 10,5% dari pendapatan semikonduktor, menghindari dampak besar pada pasar chip global. [483] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Rencana aksi mogok kerja karyawan Samsung Electronics selama 18 hari akhirnya ditangguhkan usai adanya kesepakatan terkait kenaikan gaji dan pemberian bonus yang nilainya cukup fantastis.
Pada menit-menit terakhir, raksasa teknologi asal Korea Selatan itu sepakat untuk memberikan kenaikan gaji sebesar 6,2% serta pemberian bonus khusus berbasis kinerja bisnis semikonduktor. Mengutip Yonhap, Samsung menyetujui alokasi bonus khusus semikonduktor sebesar 10,5% dari pendapatan kinerja bisnis tanpa batas maksimum.
Skema bonus tersebut akan dibayarkan sebagian dalam bentuk saham perusahaan selama sedikitnya 10 tahun. Pembayaran bonus didasarkan pada target laba operasional divisi chip Samsung yang dipatok melampaui 200 triliun won pada 2026—2028 dan 100 triliun won pada 2029—2035.
Berdasarkan proyeksi laba operasional Samsung yang diperkirakan mencapai 300 triliun won tahun ini, setiap pekerja di divisi chip berpotensi menerima bonus hingga 600 juta won atau sekitar Rp7 miliar.
Dari total dana bonus yang disiapkan, sebanyak 40% akan dialokasikan untuk divisi secara keseluruhan, sedangkan 60% sisanya dibagikan ke masing-masing unit bisnis.
Adapun formula pembagian bonus untuk divisi yang masih mencatat kerugian menjadi salah satu isu paling alot dalam negosiasi. Samsung dan serikat pekerja sepakat menunda pembahasan tersebut selama satu tahun.
Dari hasil negosiasi ini, aksi mogok yang sebelumnya direncanakan melibatkan hampir 48.000 anggota serikat pekerja resmi ditangguhkan sembari menunggu hasil pemungutan suara anggota.
Serikat pekerja Samsung Electronics Labor Union menyebut, sekitar dua pertiga anggotanya telah memberikan suara pada hari pertama pemungutan suara terkait kesepakatan tersebut, pada Jumat (24/5/2026).
Dari total 70.850 anggota serikat pekerja terbesar Samsung, sekitar 66% telah menggunakan hak suaranya hingga pukul 20.25 waktu setempat. Sementara itu, sekitar 69% dari 19.000 anggota National Samsung Electronics Union juga ikut dalam proses pemungutan suara yang berlangsung hingga 27 Mei 2026.
“Jika kesepakatan disetujui, saya akan berupaya membangun serikat pekerja yang lebih kuat dengan mendesak manajemen untuk melakukan perbaikan lebih lanjut,” ujar Choi Seung-ho, ketua Samsung Electronics Labor Union, dikutip Bisnis dari Korea Herald, Minggu (24/5/2026).
Diketahui, Pemerintah Korea Selatan disebut turun langsung mengawal negosiasi lantaran industri semikonduktor menjadi tulang punggung ekonomi negara tersebut. Pengiriman chip tercatat menyumbang sekitar 35% ekspor Korea Selatan di tengah melonjaknya investasi pusat data AI global.
Data pemerintah menunjukkan ekspor Korea Selatan mencapai rekor US$219,9 miliar pada kuartal I/2026, dengan ekspor semikonduktor melonjak 139% secara tahunan menjadi US$78,5 miliar.
Ancaman mogok di Samsung sebelumnya memicu kekhawatiran pasar global lantaran perusahaan menguasai sekitar sepertiga pasar dynamic random access memory (DRAM) dunia. Chip DRAM menjadi komponen utama pada laptop, ponsel pintar, hingga pusat data AI.
Perusahaan riset pasar TrendForce mencatat, Samsung kembali menjadi pemimpin pasar DRAM global pada kuartal IV/2025 berkat peningkatan penjualan chip high bandwidth memory (HBM).
Sementara sejumlah analis industri memperkirakan mogok kerja selama 18 hari dapat memangkas pasokan DRAM global sebesar 3% hingga 4% serta menurunkan suplai NAND flash sebesar 2% hingga 3%, yang berpotensi memicu kenaikan harga chip dunia.
Samsung, Google, dan Gentle Monster berkolaborasi menciptakan kacamata AI stylish yang menggabungkan teknologi canggih dengan desain modis, memadukan fungsi dan estetika. [328] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Dunia teknologi dan dunia mode selama ini seolah berjalan di jalur yang berbeda. Namun, kolaborasi terbaru antara Samsung, Google, dan Gentle Monster tampaknya ingin membuktikan bahwa keduanya bisa berpadu secara harmonis, terutama dalam wujud kacamata bertenaga kecerdasan buatan.
Samsung dan Google dilaporkan tengah menggandeng Gentle Monster, merek eyewear asal Korea Selatan yang dikenal dengan desain avant-garde-nya, untuk menghadirkan kacamata AI generasi terbaru.
Pembagian peran dalam kolaborasi ini cukup jelas: Samsung dan Google menangani pondasi teknologi, mulai dari sistem AI hingga perangkat kerasnya, sementara Gentle Monster bertugas memastikan kacamata tersebut tampil stylish, ringan, dan nyaman untuk dikenakan sepanjang hari.
Bukan sekadar aksesori biasa, kacamata ini dikabarkan akan mengandalkan Gemini sebagai asisten AI utama dan berjalan di atas platform Android XR. Artinya, pengguna dapat berinteraksi langsung lewat perintah suara, mengambil foto, hingga mendapatkan informasi secara cepat, semua tanpa perlu menjangkau ponsel di saku.
Yang menjadikan kolaborasi ini menarik perhatian bukan hanya soal spesifikasi teknologinya, melainkan pendekatan yang diambil oleh ketiga perusahaan tersebut. Selama ini, perangkat wearable kerap terjebak dalam dilema: canggih secara fungsi, tetapi kurang menarik secara estetika.
Banyak pengguna enggan memakainya sehari-hari karena terasa seperti membawa "gadget" ke mana-mana, bukan aksesori yang menyatu dengan penampilan.
Dengan menggandeng Gentle Monster, Samsung dan Google tampaknya memahami bahwa tantangan terbesar bukan lagi pada sisi teknologi semata. Desain frame yang stylish dan terasa natural sebagai aksesori harian menjadi kunci agar pengguna benar-benar mau mengenakannya, bukan hanya sesekali.
Langkah ini juga memberikan sinyal penting tentang arah persaingan perangkat AI ke depan. Jika sebelumnya kompetisi di dunia teknologi lebih berpusat pada performa prosesor, kapasitas baterai, atau kecanggihan fitur, kini dimensi desain dan pengalaman pengguna mulai mengambil porsi yang sama pentingnya.
Kacamata AI ini bisa menjadi bukti bahwa masa depan perangkat pintar bukan hanya tentang seberapa hebat kemampuannya, tetapi juga tentang seberapa mulus ia menyatu dalam kehidupan sehari-hari penggunanya. Ketika teknologi sudah cukup canggih, pemenang persaingan sering kali ditentukan oleh siapa yang lebih mampu membuatnya terasa manusiawi.
Buruh Samsung di Korsel ancam mogok 18 hari karena bonus, sementara di Indonesia, mogok diatur UU No. 13/2003, dilakukan jika perundingan gagal. [332] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Rencana mogok kerja selama 18 hari yang akan dilakukan buruhSamsung Electronics di Korea Selatan memunculkan pertanyaan mengenai aksi serupa di Indonesia. Aksi mogok kerja tersebut dilatarbelakangi oleh bonus berbasis kinerja yang belum dipenuhi perusahaan.
Mengutip kantor berita Yonhap, Ketua serikat pekerja Samsung Electronics Choi Seung-ho menyebut sekitar 41.000 pekerja yang telah menyatakan kesiapannya. Jumlahnya disebut berpotensi meningkat menjadi lebih dari 50.000 pekerja.
Di sisi lain, pemerintah Korea Selatan mulai menyiapkan langkah darurat untuk mencegah mogok massal pekerja Samsung Electronics yang dinilai berisiko mengguncang ekspor, pasar keuangan, hingga investasi nasional di tengah lonjakan permintaan industri cip kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Perdana Menteri Korea Selatan Kim Min-seok mengatakan pemerintah akan mempertimbangkan seluruh langkah yang tersedia, termasuk emergency arbitration atau arbitrase darurat, guna meminimalkan dampak terhadap perekonomian nasional.
“Pemerintah menyambut baik keputusan untuk melanjutkan dialog,” kata Kim dalam pernyataan resminya kepada publik, Minggu (18/5/2026) waktu setempat.
Aturan Mogok Kerja di Indonesia
Pengamat ketenagakerjaan sekaligus Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar menyampaikan bahwa hukum Indonesia turut mengatur tentang mogok kerja, yakni Undang-undang (UU) No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.
Menurutnya, mogok kerja dapat dilakukan sebagai tuntutan atas hak pekerja seperti bonus, sebagaimana kasus Samsung Electronics tersebut.
Namun, mogok kerja umumnya dilakukan sebagai upaya terakhir dari hasil perundingan yang tidak selesai mengenai perselisihan ketenagakerjaan, misalnya terkait hak dasar seperti upah.
“Tinggal nanti dia harus bisa memastikan administrasinya dijalani yaitu gagalnya perundingan, ada atau tidak bukti gagalnya perundingan,” kata Timboel kepada Bisnis, Selasa (19/5/2026).
Setelah itu, terdapat pula proses berikutnya yang mencakup penyampaian informasi rencana mogok kerja kepada Dinas Ketenagakerjaan terkait maupun Kementerian Ketenagakerjaan setidaknya tujuh hari sebelum rencana mogok kerja.
Selama rentang waktu tersebut, terdapat langkah pencegahan mogok yang dapat diupayakan pemerintah, termasuk dengan pembicaraan ulang dengan pekerja.
Apabila belum membuahkan hasil, maka mogok kerja dapat dilakukan oleh pekerja sebagaimana ketentuan yang berlaku.
“Harus ada sebuah risalah bahwa perundingan gagal. Jadi enggak boleh ujug-ujug. Kalau ujug-ujug dia nanti disebut illegal strike,” terang Timboel.
Bisnis.com, JAKARTA — Pengadilan Korea Selatan membatasi ruang gerak aksi mogok massal pekerja Samsung Electronics di tengah kekhawatiran gangguan terhadap produksi cip kecerdasan buatan atauartificial intelligence(AI) dan stabilitas ekonomi nasional.
Hal itu terungkap dari putusan Pengadilan Distrik Suwon pada Senin (18/5/2026) yang mengabulkan sebagian permohonaninjunctionatau penetapan larangan yang diajukan Samsung Electronics terhadap serikat pekerja perusahaan.
Dalam putusannya, sebagaimana dilansir kantor beritaYonhap, Senin (18/5/2026), pengadilan memerintahkan agar jumlah pekerja untuk menjaga fasilitas keamanan, fasilitas vital, serta produk perusahaan tetap dipertahankan pada level normal selama periode aksi mogok.
Pengadilan juga melarang serikat pekerja terbesar Samsung mengambil alih fasilitas perusahaan atau menghalangi pekerja lain memasuki area kerja.
Putusan itu secara efektif mengakomodasi sebagian besar permintaan Samsung Electronics untuk membatasi potensi gangguan operasional menjelang rencana mogok selama 18 hari mulai Kamis mendatang.
Samsung sebelumnya mengajukan permohonan injunction pada 16 April terhadap dua serikat pekerja perusahaan dengan alasan potensi kerusakan dan gangguan terhadap operasional perusahaan.
Keputusan pengadilan keluar pada hari yang sama ketika manajemen Samsung Electronics dan serikat pekerja kembali membuka negosiasi terakhir guna mencegah mogok massal yang diperkirakan melibatkan sekitar 50.000 pekerja.
Perselisihan kedua pihak masih berkutat pada bonus berbasis kinerja dari bisnis semikonduktor AI Samsung yang tengah mencetak rekor keuntungan.
Serikat pekerja disebut menuntut bonus tetap sebesar 15% dari laba operasi divisi semikonduktor sekaligus meminta penghapusan batas maksimum pembayaran bonus.
Sebaliknya, manajemen Samsung tetap menolak penghapusan payout cap atau batas pembayaran bonus tersebut.
Konflik industrial di Samsung Electronics kini semakin menjadi perhatian pemerintah Korea Selatan karena berpotensi mengganggu rantai pasok cip global di tengah tingginya permintaan semikonduktor AI.
Pada Senin (18/5/2026), Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung ikut angkat bicara di tengah memanasnya perselisihan industrial antara Samsung Electronics dan serikat pekerja.
Dalam unggahan di platform X, Lee menegaskan bahwa hak pekerja dan hak pengelolaan perusahaan harus dihormati secara seimbang dalam sistem demokrasi liberal dan ekonomi pasar kapitalis Korea Selatan.
“Pekerjaan harus dihormati sebesar perusahaan, dan hak pengelolaan perusahaan harus dihormati sebesar hak buruh,” tulisnya melalui akun @Jaemyung_Lee.
Presiden Korea Selatan menekankan pekerja berhak memperoleh kompensasi yang adil atas tenaga yang diberikan. Namun, pemegang saham juga memiliki hak atas keuntungan perusahaan karena telah menanggung risiko dan kerugian investasi.
“Pekerja harus dapat menerima imbalan yang adil atas jasa tenaga kerja yang mereka berikan, dan para pemegang saham yang menanggung risiko dan kerugian serta berinvestasi berbagi bagian dari keuntungan perusahaan,” tulisnya.
Dalam unggahannya, Presiden Korea Selatan juga menyinggung pentingnya solidaritas sosial dan kesejahteraan bersama.
“Bukan karena kuat lalu memiliki lebih banyak dan lebih bahagia, tetapi dunia di mana kita bersolidaritas, bertanggung jawab, dan semua orang hidup sejahtera bersama yang menjadi masa depan baru Republik Korea,” tulis Lee.
Presiden turut mengingatkan bahwa hak dasar warga negara memang dijamin konstitusi, tetapi dapat dibatasi demi kepentingan umum dan kesejahteraan publik.
Bisnis.com, JAKARTA — Ancaman mogok massal karyawan Samsung Electronics dinilai berisiko memicu gangguan pasokan cip global selama berbulan-bulan, serta memperburuk tekanan terhadap industri elektronik dunia, termasuk Indonesia.
Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) Anggawira mengatakan, potensi mogok kerja di Samsung tidak lagi sekadar persoalan hubungan industrial di Korea Selatan, melainkan telah menjadi ancaman terhadap rantai pasok global sektor semikonduktor.
“Ini sudah masuk kategori risiko global supply chain, khususnya di industri semikonduktor dan elektronik yang saat ini menjadi tulang punggung ekonomi digital dunia,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (18/5/2026).
Menurutnya, Samsung merupakan salah satu pemain terbesar dunia dalam industri memory cip seperti DRAM dan NAND, AI memory atau High Bandwidth Memory (HBM), komponen smartphone, display, hingga ekosistem manufaktur elektronik.
Dia menjelaskan, apabila aksi mogok berlangsung panjang dan mengganggu lini produksi cip, dampaknya dapat menjalar ke berbagai industri elektronik global, termasuk industri perakitan di Asia Tenggara dan Indonesia.
Secara global, gangguan paling dikhawatirkan terjadi pada pasokan DRAM, NAND flash, dan HBM yang saat ini menjadi komponen penting bagi industri kecerdasan buatan (AI), pusat data, otomotif, smartphone, hingga consumer electronics.
Anggawira menyebut, industri semikonduktor memiliki karakter berbeda dibandingkan manufaktur biasa. Proses fabrikasi cip berjalan terus-menerus dan sangat sensitif.
Dengan demikian, bila terjadi penghentian produksi meski singkat, dapat menimbulkan kerugian besar serta mengganggu pasokan dalam jangka panjang.
“Ketika lini produksi cip berhenti, restart-nya tidak sederhana karena proses fabrikasi berjalan terus-menerus dan sangat sensitif. Bahkan penghentian singkat bisa menyebabkan kerugian besar dan mengganggu supply berbulan-bulan,” tuturnya.
Anggawira menambahkan, Indonesia memang belum menjadi pemain utama dalam produksi wafer fabrication. Namun, industri domestik tetap sangat bergantung pada rantai pasok global karena terkait erat dengan sektor perakitan elektronik, smartphone, consumer electronics, otomotif, dan industri berbasis komponen impor lainnya.
Menurutnya, apabila pasokan cip global terganggu akibat mogok massal karyawan Samsung, dampak awal yang umumnya muncul adalah lead time impor komponen yang lebih panjang, kenaikan harga komponen, peningkatan biaya inventori, serta terganggunya jadwal produksi industri assembling.
Kondisi serupa katanya pernah terjadi saat krisis cip global pada 2021—2022, ketika industri otomotif dan elektronik mengalami keterlambatan produksi akibat kelangkaan semikonduktor.
“Industri perakitan di Indonesia relatif rentan karena sebagian besar komponen inti masih impor. Jadi ketika ada shock global seperti ini, industri domestik ikut terkena efek domino,” katanya.
Di sisi lain, dia menilai tekanan terhadap rantai pasok global saat ini semakin besar karena permintaan cip AI dunia sedang melonjak seiring ekspansi data center dan pengembangan artificial intelligence.
Kondisi tersebut membuat pasar cip global berada dalam situasi ketat sehingga gangguan produksi Samsung berpotensi memicu lonjakan harga semikonduktor lebih tinggi lagi.
Mogok pekerja Samsung dapat memicu kenaikan harga perangkat elektronik global, termasuk di Indonesia, akibat terganggunya pasokan chip memori dan AI. [549] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Ancaman mogok massal pekerja di Samsung Electronics dinilai berpotensi memicu kenaikan harga gadget global, termasuk di Indonesia, akibat terganggunya pasokan chip memori dan chip AI dari Korea Selatan.
Analis Pasar Smartphone Indonesia Aryo Meidianto Aji mengatakan, dampak gangguan tersebut memang tidak akan terasa secara instan, tetapi berisiko mengerek biaya produksi perangkat elektronik jika berlangsung berkepanjangan.
“Dampaknya sangat besar, tapi tidak instan. Samsung adalah pemain kunci di chip memori DRAM dan NAND serta memproduksi chip untuk AI. Jika mogok benar-benar berlangsung 18 hari, yang pertama terganggu adalah pasokan chip memori kelas server dan HBM [High Bandwidth Memory] untuk AI,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (18/5/2026).
Menurut Aryo, gangguan awal akan lebih terasa pada industri pusat data dan server AI global yang sangat bergantung pada pasokan HBM. Sementara itu, dampak terhadap smartphone dan laptop diperkirakan belum langsung terlihat dalam satu hingga dua bulan pertama lantaran produsen perangkat umumnya memiliki stok pengaman komponen.
Kendati demikian, apabila aksi mogok berlangsung lebih lama, pasokan DRAM dan NAND global diperkirakan akan semakin mengetat sehingga memicu lonjakan harga komponen dan keterlambatan produksi berbagai perangkat elektronik premium.
“Jika berlarut-larut, pengiriman chip DRAM dan NAND bisa melonjak, menyebabkan keterlambatan produksi perangkat flagship di banyak merek,” katanya.
Aryo menjelaskan proyeksi industri memperkirakan gangguan produksi Samsung dapat memangkas sekitar 3%—4% pasokan DRAM global dan 2%—3% pasokan NAND dunia. Meski secara persentase terlihat kecil, penurunan tersebut dinilai signifikan dalam skala industri semikonduktor global.
“Dalam skala volume global, persentase tersebut bernilai miliaran dolar dan setara dengan jutaan unit perangkat,” sebutnya.
Dia menambahkan, kondisi tersebut sulit segera ditutupi produsen lain seperti SK Hynix maupun Micron Technology karena industri memori membutuhkan kapasitas produksi dan investasi yang besar.
Akibatnya, tekanan harga komponen dinilai sangat mungkin terjadi, terutama di tengah lonjakan permintaan chip untuk kebutuhan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). “Sangat mungkin terjadi. Ketika pasokan komponen inti terhambat namun permintaan terus meroket, terutama didorong tren AI, harga komponen akan melonjak,” kata Aryo.
Menurut dia, kenaikan biaya produksi pada akhirnya berpotensi diteruskan ke harga jual perangkat elektronik di tingkat ritel, termasuk di pasar Indonesia, meskipun dampaknya diperkirakan belum terlalu signifikan dalam satu hingga tiga bulan ke depan.
Aryo menilai, perangkat yang paling rentan terdampak adalah server AI, pusat data, smartphone flagship, dan laptop spesifikasi tinggi karena sangat bergantung pada memori berkapasitas besar dan berkecepatan tinggi.
Dia juga menyoroti tingginya ketergantungan industri gadget global terhadap pasokan chip dari Korea Selatan. Saat ini, Korea Selatan melalui Samsung dan SK Hynix menguasai lebih dari 60% pasar DRAM global, sedangkan hampir 90% pasokan HBM untuk AI berasal dari negara tersebut.
“Kondisi ini menunjukkan industri global masih over-dependence terhadap Korea Selatan,” imbuhnya.
Situasi ini, lanjutnya, menjadi pelajaran penting bagi industri teknologi untuk mulai memperluas diversifikasi rantai pasok ke negara lain seperti Taiwan, Jepang, Amerika Serikat, dan China. Sementara itu, dia mengingatkan distributor dan ritel elektronik di Indonesia mulai mengantisipasi potensi gangguan pasokan tanpa memicu kepanikan pasar.
“Sekarang saat yang krusial untuk memperpanjang proyeksi pemesanan dan mengamankan inventaris sebelum efek kelangkaan global benar-benar terasa,” katanya.
Di sisi lain, Aryo menilai gangguan rantai pasok juga berpotensi menjadi momentum bagi merek lain untuk memperbesar pangsa pasar apabila ketersediaan produk pesaing terganggu akibat krisis komponen.
“Dalam setiap krisis rantai pasok selalu ada ruang untuk rekalibrasi pangsa pasar. Konsumen akan mencari alternatif yang lebih stabil,” sebutnya.