#30 tag 24jam
Negosiasi AS-Iran Belum Jelas, Harga Minyak Dunia Masih Berfluktuasi
Harga minyak dunia diperkirakan mencatat penurunan bulanan sekitar 20 persen di tengah ketidakpastian rencana perundingan AS-Iran di Doha [527] url asal
#amerika-serikat #minyak-mentah #perundingan-damai #harga-minyak-dunia #harga-minyak #perang-iran #harga-minyak-wti #harga-minyak-brent
(Kompas.com - Money) 01/07/26 07:16
v/264524/
KOMPAS.com - Harga minyak dunia bergerak fluktuatif pada Selasa (30/6/2026), di tengah perhatian pelaku pasar terhadap kemungkinan dimulainya kembali perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Doha, Qatar.
Meski sempat menguat tipis, harga minyak diperkirakan tetap menutup Juni dengan penurunan tajam.
Dilansir dari CNBC, Rabu (1/7/2026), pasar energi masih mencermati perkembangan diplomasi antara Washington dan Teheran yang dinilai akan memengaruhi prospek pasokan minyak global.
Kontrak minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus turun 0,2 persen menjadi 72,99 dollar AS per barrel. Secara bulanan, kontrak tersebut turun sekitar 19 dollar AS atau 20 persen dibandingkan penutupan pada 29 Mei.
Sementara itu, kontrak minyak Brent untuk pengiriman September melemah 0,7 persen menjadi 73,36 dollar AS per barrel.
Adapun minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Agustus terkoreksi 1,3 persen ke level 69,80 dollar AS per barel.
Kontrak ini diperkirakan turun sekitar 16 dollar AS atau 19 persen dibandingkan akhir bulan lalu.
Pasar Tunggu Kepastian Perundingan AS-Iran
Pergerakan harga minyak dunia dipengaruhi ketidakpastian mengenai rencana pertemuan antara AS dan Iran di Doha.
Presiden AS, Donald Trump pada Senin (29/6/2026) menyatakan melalui media sosial bahwa pembicaraan kedua negara akan berlangsung di ibu kota Qatar pada Selasa (30/6/2026).
Trump mengklaim Teheran telah "meminta pertemuan" setelah kedua negara saling melancarkan serangan pada akhir pekan lalu.
Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran membantah adanya jadwal perundingan dalam beberapa hari ke depan.
Pihak Iran juga menegaskan bahwa kunjungan delegasi teknis negara itu ke Qatar pekan ini tidak berkaitan dengan kedatangan pejabat AS.
Di sisi lain, utusan khusus AS Jared Kushner dan Steve Witkoff telah tiba di Doha pada Selasa.
Juru bicara pemerintah Qatar mengatakan keduanya dijadwalkan bertemu para mediator, bukan melakukan pembicaraan langsung dengan delegasi Iran.
Perbedaan pernyataan dari kedua belah pihak tersebut menunjukkan bahwa kesepakatan damai sementara yang dicapai awal bulan ini masih rentan berubah.
Gencatan Senjata Masih Dinilai Rapuh
AS dan Iran sebelumnya menyepakati memorandum saling pengertian berisi 14 poin pada 17 Juni 2026 untuk menghentikan sementara konflik yang sempat mengganggu arus distribusi minyak melalui Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang berada di antara Oman dan Iran.
Sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia melintasi perairan sempit tersebut sehingga setiap gangguan di kawasan ini dapat berdampak besar terhadap pasokan energi global.
Meski demikian, sejumlah analis menilai pasar terlalu cepat menganggap gencatan senjata sementara itu sebagai solusi jangka panjang.
"Pergerakan harga dalam beberapa pekan terakhir mencerminkan pasar yang memperlakukan gencatan senjata sementara antara AS dan Iran seolah-olah merupakan kesepakatan permanen. Jelas bukan demikian, dan seperti yang telah kita lihat dalam empat bulan terakhir, situasinya dapat berubah sangat cepat," kata para analis ING dalam laporan risetnya.
Mereka menambahkan bahwa proses mencapai gencatan senjata sementara saja membutuhkan waktu yang tidak singkat.
Karena itu, harapan untuk mencapai kesepakatan permanen yang juga menyelesaikan isu program nuklir Iran dalam waktu 60 hari dinilai terlalu optimistis.
"Selalu ada kemungkinan gencatan senjata diperpanjang. Namun, itu hanya akan menunda penyelesaian masalah ke waktu berikutnya," tulis analis ING.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangAS Balas Serangan Iran di Selat Hormuz, Bagaimana Nasib Kesepakatan Damai?
AS menyerang Iran di Selat Hormuz setelah insiden kapal kargo, memicu ketegangan dan mengancam kesepakatan damai yang baru ditandatangani. [489] url asal
#amerika-serang-iran #serangan-iran #selat-hormuz #kesepakatan-damai #kapal-kargo-diserang #pesawat-tempur-amerika #rudal-dan-drone-iran #kebebasan-navigasi #pelabuhan-sirik #gencatan-senjata #memorand
(Bisnis.Com - Terbaru) 27/06/26 10:46
v/261432/
Bisnis.com,JAKARTA — Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap Iran sebagai respons atas insiden penyerangan terhadap sebuah kapal kargo oleh kapal nirawak Iran di Selat Hormuz sehari sebelumnya.
Melansir Aljazeera, Sabtu (27/6/2026), Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), yang membawahi operasi militer AS di Timur Tengah, pada Jumat menyatakan telah memberikan "respons yang kuat terhadap serangan kemarin."
"Pesawat tempur Amerika Serikat menyerang lokasi penyimpanan rudal dan drone Iran serta fasilitas radar pesisir," demikian pernyataan CENTCOM.
CENTCOM menegaskan tindakan Iran telah mengancam kebebasan bernavigasi di salah satu jalur perdagangan internasional terpenting di dunia.
"Perilaku berbahaya Iran telah merusak kebebasan navigasi ketika aktivitas perdagangan semakin meningkat di koridor perdagangan internasional yang vital ini,” lanjut mereka.
Media melaporkan serangan AS terjadi di sekitar Pelabuhan Sirik di Iran selatan tidak lama setelah pengumuman tersebut disampaikan.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) kemudian menyatakan telah membalas dengan menyerang instalasi militer Amerika Serikat di kawasan.
Dalam pernyataannya kepada kantor berita pemerintah IRNA, IRGC memperingatkan, "Jika agresi kembali terulang, respons kami akan jauh lebih luas daripada kali ini."
Gencatan Senjata Kembali Dipertanyakan
Aksi saling serang tersebut kembali memunculkan keraguan terhadap keberlangsungan nota kesepahaman (memorandum of understanding atau MoU) yang ditandatangani Amerika Serikat dan Iran pada 17 Juni.
Kedua pihak saling menuduh telah melanggar kesepakatan yang di dalamnya mencakup penghentian operasi militer.
Dokumen tersebut menyerukan penghentian permanen operasi militer di seluruh medan konflik, termasuk di Lebanon, sehingga secara efektif menghentikan perang yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari.
Namun, nota kesepahaman itu belum bersifat final dan dimaksudkan sebagai dasar bagi perundingan lanjutan, termasuk pembahasan mengenai lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran paling penting bagi perdagangan global.
Sejak perang dimulai, Iran menutup lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz sehingga mendorong lonjakan harga bahan bakar, pupuk, dan berbagai komoditas lainnya di pasar internasional.
Ketegangan kembali meningkat setelah kapal komersial berbendera Singapura, Ever Lovely, diserang pada Kamis (25/6/2026).
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyebut insiden terhadap Ever Lovely sebagai "pelanggaran bodoh" terhadap nota kesepahaman tersebut.
Kesepakatan itu semestinya membuka periode selama 60 hari ketika Iran berkewajiban mengupayakan kelancaran pelayaran kapal-kapal komersial di Selat Hormuz tanpa mengenakan biaya.
Meski demikian, gencatan senjata tetap berada dalam kondisi rapuh setelah Israel terus melancarkan serangan ke Lebanon, yang menurut Iran bertentangan dengan isi nota kesepahaman.
Sebagai respons atas serangan tersebut, Iran pekan lalu menyatakan akan kembali menutup Selat Hormuz.
Insiden terhadap Ever Lovely terjadi saat kapal kontainer tersebut melintasi perairan dekat pantai Oman di Selat Hormuz pada Kamis. Kapal terkena sebuah proyektil, namun tidak ada awak yang terluka dan pelayaran tetap dapat dilanjutkan.
Trump menuding Iran bertanggung jawab atas serangan itu.
"Iran menembakkan sedikitnya empat drone bunuh diri ke kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz," kata Trump.
Dia mengklaim tiga drone berhasil ditembak jatuh, sementara satu drone lainnya mengenai sasaran.
"Salah satu drone menghantam dek atas sebuah kapal kargo yang sangat besar dan sangat mahal," tulis Trump melalui media sosialnya pada Jumat.
Tepat Satu Dekade, 70mai Luncurkan Dashcam dengan Teknologi True 4K dan Konektivitas 4G
Resolusi True 4K UHD memungkinkan dashcam merekam detail seperti pelat nomor. [321] url asal
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Produsen perangkat kamera kendaraan 70mai meluncurkan dashcam terbaru A800SE-4G di Indonesia bertepatan dengan peringatan satu dekade perusahaan tersebut sejak didirikan pada 2016.
Peluncuran produk ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun ke-10 70mai, perusahaan dashcam yang berada dalam ekosistem Xiaomi. Peluncuran ini juga disertai program apresiasi pelanggan berupa hadiah perjalanan ke Bali.
A800SE-4G hadir dengan kemampuan perekaman True 4K UHD (3840×2160). Resolusi tersebut memungkinkan perangkat merekam detail seperti pelat nomor kendaraan dan kondisi lalu lintas di sekitar kendaraan. Perangkat ini juga dilengkapi kamera belakang beresolusi Full HD 1080P.
Selain peningkatan kualitas gambar, A800SE-4G dibekali konektivitas 4G yang memungkinkan pemilik kendaraan mengakses berbagai fitur pemantauan jarak jauh melalui aplikasi. Fitur yang tersedia antara lain notifikasi instan, pelacakan lokasi kendaraan, pemantauan kondisi kendaraan saat parkir, serta pengawasan secara real-time.
Perangkat ini juga dilengkapi teknologi Hardware-Level HDR, aperture F1.55, dan Super Night Vision yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas perekaman dalam berbagai kondisi pencahayaan. Sejumlah fitur lain yang disematkan meliputi App Live Streaming, Live GPS Tracking, Find My Car, dan 24H Parking Surveillance.
Menurut 70mai, A800SE-4G dirancang untuk segmen menengah dengan menggabungkan resolusi 4K dan berbagai fitur pendukung, termasuk opsi konektivitas 4G.
Sebagai bagian dari perayaan anniversary ke-10, 70mai Indonesia juga menghadirkan program berhadiah liburan ke Bali sebagai bentuk apresiasi kepada para pelanggan yang telah mendukung perjalanan 70mai selama satu dekade terakhir. Program ini menjadi cara 70mai untuk merayakan pencapaian tersebut bersama para pengguna yang telah tumbuh dan berkembang bersama brand selama bertahun-tahun.
“Informasi lebih lanjut mengenai program anniversary, syarat dan ketentuan, serta ketersediaan produk dapat diperoleh melalui kanal resmi 70mai Indonesia,” kata Marketing Manager 70mai Deodato dalam keterangannya, Kamis (25/6/2026).
Didirikan pada 2016, 70mai merupakan perusahaan yang bergerak di bidang teknologi otomotif dan kamera dasbor. Perusahaan ini telah menjual sekitar 10 juta unit produknya di lebih dari 100 negara di Eropa, Amerika Utara, dan Asia Tenggara.
Emiten Transportasi ASSA, BIRD Cs Siap Tadah Berkah Meredanya Konflik AS-Iran
Meredanya konflik Iran-AS membawa dampak positif bagi emiten transportasi seperti ASSA dan BIRD, meningkatkan stabilitas ekonomi dan potensi pertumbuhan bisnis. [904] url asal
#iran-as-damai #emiten-transportasi #assa-bird #geopolitik-stabil #pasokan-energi #nilai-tukar-rupiah #suku-bunga #bisnis-rental-kendaraan #bisnis-logistik #pertumbuhan-bisnis #harga-energi #ekonomi-gl
(Bisnis.Com - Market) 25/06/26 11:10
v/259315/
Bisnis.com, JAKARTA — Meredanya tensi geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) melalui kesepakatan damai sementara dinilai menjadi sentimen positif bagi sejumlah emiten transportasi seperti ASSA hingga BIRD.
Direktur PT Adi Sarana Armada Tbk. (ASSA) Direktur PT Adi Sarana Armada Tbk Jerry Fandy melihat stabilitas geopolitik berpotensi memperbaiki pasokan energi, nilai tukar rupiah, hingga tingkat suku bunga yang pada akhirnya dapat mendukung pertumbuhan bisnis rental kendaraan dan logistik.
Emiten yang terafiliasi dengan Grup konglomerasi TP Rachmat mengatakan dengan kondisi geopolitik yang lebih kondusif diharapkan dapat mengurangi ketidakpastian global yang selama ini membayangi dunia usaha.
"Kalau bicara soal geopolitik yang mereda, tentu saja kita sangat berharap keadaan semakin membaik. Baik itu suplai BBM maupun nilai tukar. Kalau itu membaik, kita juga bisa membukukan kinerja yang lebih baik," ujarnya kepada Bisnis, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, stabilitas harga energi dan membaiknya kondisi ekonomi global berpotensi mendorong peningkatan permintaan pada bisnis utama ASSA, baik di segmen rental kendaraan maupun logistik. Selain itu, penurunan tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan suku bunga juga dapat memberikan dampak positif terhadap profitabilitas perusahaan.
ASSA sendiri masih mengandalkan pembiayaan perbankan untuk mendukung ekspansi bisnis. Tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal (capex) sekitar Rp1,5 triliun yang sebagian besar akan digunakan untuk pembelian armada kendaraan baru dan peremajaan armada eksisting.
"Jika tingkat suku bunga membaik, otomatis akan berpengaruh positif terhadap profitabilitas ASSA karena sebagian besar capex kami berasal dari pinjaman bank," katanya.
Meski demikian, perseroan tetap memilih bersikap konservatif dalam menyusun target kinerja 2026. ASSA membidik pertumbuhan atau top line sekitar 5%-10% dengan kenaikan laba bersih pada level dua digit rendah.
Perseroan menilai masih banyak faktor eksternal yang sulit dikendalikan, mulai dari dinamika harga energi, kondisi makroekonomi global, hingga perubahan permintaan pasar.
Untuk tahun ini, ASSA menargetkan mesin pertumbuhan utama berasal dari bisnis logistik yang diproyeksikan masih mampu mencatatkan pertumbuhan dua digit. Sementara segmen rental kendaraan dan bisnis mobil bekas diperkirakan tumbuh lebih moderat seiring kondisi pasar otomotif yang masih berfluktuasi.
Di sisi lain, ASSA menegaskan kenaikan harga BBM non subsidi belum memberikan dampak langsung terhadap operasional perusahaan. Pada bisnis rental, biaya bahan bakar ditanggung pelanggan, sementara pada segmen logistik perseroan memiliki mekanisme penyesuaian tarif dengan pelanggan apabila terjadi kenaikan harga BBM maupun upah minimum.
Meski demikian, dia tetap mencermati potensi perlambatan permintaan akibat kenaikan harga energi.
Dengan mulai meredanya ketegangan geopolitik global dan tetap kuatnya permintaan domestik, ASSA berharap kondisi bisnis pada paruh kedua 2026 dapat bergerak lebih positif dibandingkan ekspektasi awal yang konservatif.
Kinerja ASSA pada kuartal I/2026 ditandai oleh pertumbuhan pendapatan yang kuat, meski laba bersih sedikit terkoreksi. Per Maret 2026, perseroan membukukan pendapatan Rp1,54 triliun, tumbuh 11% secara tahunan (YoY) dari Rp1,39 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dari sisi laba bersih, ASSA mencatatkan sebesar Rp98,47 miliar, turun tipis 3,25% dibandingkan Rp101,77 miliar pada kuartal I/2025.
Bluebird (BIRD) Proyeksikan Mobilitas Berpotensi Melesat
Sementara itu, emiten transportasi milik keluarga Djokosoetono PT Blue Bird Tbk. (BIRD) melihat dengan mulai meredanya tensi geopolitik global dapat mendorong stabilitas harga minyak, memperbaiki nilai tukar rupiah, serta meningkatkan mobilitas masyarakat yang menjadi faktor utama pertumbuhan bisnis perseroan.
Direktur Utama BIRD Adrianto Djokosoetono mengatakan konflik geopolitik sebelumnya telah menciptakan berbagai tekanan terhadap perekonomian global, termasuk risiko kenaikan harga energi yang berdampak pada aktivitas perjalanan regional maupun internasional.
"Tentu itu salah satu katalis yang positif bagi kinerja. Salah satu tantangan sebelumnya adalah ketika harga minyak tinggi, maka pergerakan regional maupun internasional bisa terganggu. Harapannya dengan stabilisasi harga minyak, mobilitas regional, nasional, maupun internasional bisa kembali meningkat," ujarnya.
Dia melanjutkan dampak perdamaian Iran-AS terhadap perseroan memang tidak terjadi secara langsung. Namun stabilitas geopolitik berpotensi menciptakan efek berantai yang menguntungkan, mulai dari meredanya tekanan harga energi, membaiknya kurs rupiah, hingga meningkatnya aktivitas ekonomi dan perjalanan masyarakat.
"Harapannya dolar juga membaik dan industri bisa berkembang lebih baik. Mudah-mudahan mobilitas kembali seperti sebelum terdampak konflik," katanya.
Selama ini imbas kenaikan BBM non subsidi memang berdampak ke sejumlah lini usaha tetapi Andre menyebut kontribusi segmen tersebut terhadap keseluruhan bisnis Bluebird masih relatif kecil sehingga dampaknya terhadap kinerja perusahaan belum material.
Optimisme pada kuartal II/2026 tersebut muncul di tengah kinerja pendapatan BIRD yang tumbuh dua digit mencapai Rp1,45 triliun, namun laba bersih mengalami penurunan sebesar 6% secara tahunan menjadi Rp155 hingga Rp157 miliar.
menilai paruh kedua tahun ini berpotensi menjadi periode yang lebih baik seiring normalisasi kondisi global dan faktor musiman yang biasanya mendorong peningkatan mobilitas masyarakat.
"Kami melihat secara historis mobilitas memang cenderung meningkat pada semester kedua. Dengan kondisi global yang lebih kondusif, kami berharap momentum pertumbuhan juga semakin kuat," ujar Andre.
Di tengah optimisme tersebut, Blue Bird tetap melanjutkan ekspansi armada secara terukur. Perseroan menganggarkan belanja modal (capex) sekitar Rp1,7 triliun hingga Rp1,9 triliun pada 2026 yang akan digunakan untuk penggantian armada, penambahan kendaraan baru, serta pengembangan infrastruktur pendukung.
____
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Emiten Transportasi ASSA, BIRD Cs Siap Tadah Berkah Meredanya Konflik AS-Iran
Meredanya konflik Iran-AS membawa dampak positif bagi emiten transportasi seperti ASSA dan BIRD, meningkatkan stabilitas ekonomi dan potensi pertumbuhan bisnis. [904] url asal
#iran-as-damai #emiten-transportasi #assa-bird #geopolitik-stabil #pasokan-energi #nilai-tukar-rupiah #suku-bunga #bisnis-rental-kendaraan #bisnis-logistik #pertumbuhan-bisnis #harga-energi #ekonomi-gl
(Bisnis.Com - Market) 24/06/26 18:35
v/258782/
Bisnis.com, JAKARTA — Meredanya tensi geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) melalui kesepakatan damai sementara dinilai menjadi sentimen positif bagi sejumlah emiten transportasi seperti ASSA hingga BIRD.
Direktur PT Adi Sarana Armada Tbk. (ASSA) Direktur PT Adi Sarana Armada Tbk Jerry Fandy melihat stabilitas geopolitik berpotensi memperbaiki pasokan energi, nilai tukar rupiah, hingga tingkat suku bunga yang pada akhirnya dapat mendukung pertumbuhan bisnis rental kendaraan dan logistik.
Emiten yang terafiliasi dengan Grup konglomerasi TP Rachmat mengatakan dengan kondisi geopolitik yang lebih kondusif diharapkan dapat mengurangi ketidakpastian global yang selama ini membayangi dunia usaha.
"Kalau bicara soal geopolitik yang mereda, tentu saja kita sangat berharap keadaan semakin membaik. Baik itu suplai BBM maupun nilai tukar. Kalau itu membaik, kita juga bisa membukukan kinerja yang lebih baik," ujarnya kepada Bisnis, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, stabilitas harga energi dan membaiknya kondisi ekonomi global berpotensi mendorong peningkatan permintaan pada bisnis utama ASSA, baik di segmen rental kendaraan maupun logistik. Selain itu, penurunan tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan suku bunga juga dapat memberikan dampak positif terhadap profitabilitas perusahaan.
ASSA sendiri masih mengandalkan pembiayaan perbankan untuk mendukung ekspansi bisnis. Tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal (capex) sekitar Rp1,5 triliun yang sebagian besar akan digunakan untuk pembelian armada kendaraan baru dan peremajaan armada eksisting.
"Jika tingkat suku bunga membaik, otomatis akan berpengaruh positif terhadap profitabilitas ASSA karena sebagian besar capex kami berasal dari pinjaman bank," katanya.
Meski demikian, perseroan tetap memilih bersikap konservatif dalam menyusun target kinerja 2026. ASSA membidik pertumbuhan atau top line sekitar 5%-10% dengan kenaikan laba bersih pada level dua digit rendah.
Perseroan menilai masih banyak faktor eksternal yang sulit dikendalikan, mulai dari dinamika harga energi, kondisi makroekonomi global, hingga perubahan permintaan pasar.
Untuk tahun ini, ASSA menargetkan mesin pertumbuhan utama berasal dari bisnis logistik yang diproyeksikan masih mampu mencatatkan pertumbuhan dua digit. Sementara segmen rental kendaraan dan bisnis mobil bekas diperkirakan tumbuh lebih moderat seiring kondisi pasar otomotif yang masih berfluktuasi.
Di sisi lain, ASSA menegaskan kenaikan harga BBM non subsidi belum memberikan dampak langsung terhadap operasional perusahaan. Pada bisnis rental, biaya bahan bakar ditanggung pelanggan, sementara pada segmen logistik perseroan memiliki mekanisme penyesuaian tarif dengan pelanggan apabila terjadi kenaikan harga BBM maupun upah minimum.
Meski demikian, dia tetap mencermati potensi perlambatan permintaan akibat kenaikan harga energi.
Dengan mulai meredanya ketegangan geopolitik global dan tetap kuatnya permintaan domestik, ASSA berharap kondisi bisnis pada paruh kedua 2026 dapat bergerak lebih positif dibandingkan ekspektasi awal yang konservatif.
Kinerja ASSA pada kuartal I/2026 ditandai oleh pertumbuhan pendapatan yang kuat, meski laba bersih sedikit terkoreksi. Per Maret 2026, perseroan membukukan pendapatan Rp1,54 triliun, tumbuh 11% secara tahunan (YoY) dari Rp1,39 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dari sisi laba bersih, ASSA mencatatkan sebesar Rp98,47 miliar, turun tipis 3,25% dibandingkan Rp101,77 miliar pada kuartal I/2025.
Bluebird (BIRD) Proyeksikan Mobilitas Berpotensi Melesat
Sementara itu, emiten transportasi milik keluarga Djokosoetono PT Blue Bird Tbk. (BIRD) melihat dengan mulai meredanya tensi geopolitik global dapat mendorong stabilitas harga minyak, memperbaiki nilai tukar rupiah, serta meningkatkan mobilitas masyarakat yang menjadi faktor utama pertumbuhan bisnis perseroan.
Direktur Utama BIRD Adrianto Djokosoetono mengatakan konflik geopolitik sebelumnya telah menciptakan berbagai tekanan terhadap perekonomian global, termasuk risiko kenaikan harga energi yang berdampak pada aktivitas perjalanan regional maupun internasional.
"Tentu itu salah satu katalis yang positif bagi kinerja. Salah satu tantangan sebelumnya adalah ketika harga minyak tinggi, maka pergerakan regional maupun internasional bisa terganggu. Harapannya dengan stabilisasi harga minyak, mobilitas regional, nasional, maupun internasional bisa kembali meningkat," ujarnya.
Dia melanjutkan dampak perdamaian Iran-AS terhadap perseroan memang tidak terjadi secara langsung. Namun stabilitas geopolitik berpotensi menciptakan efek berantai yang menguntungkan, mulai dari meredanya tekanan harga energi, membaiknya kurs rupiah, hingga meningkatnya aktivitas ekonomi dan perjalanan masyarakat.
"Harapannya dolar juga membaik dan industri bisa berkembang lebih baik. Mudah-mudahan mobilitas kembali seperti sebelum terdampak konflik," katanya.
Selama ini imbas kenaikan BBM non subsidi memang berdampak ke sejumlah lini usaha tetapi Andre menyebut kontribusi segmen tersebut terhadap keseluruhan bisnis Bluebird masih relatif kecil sehingga dampaknya terhadap kinerja perusahaan belum material.
Optimisme pada kuartal II/2026 tersebut muncul di tengah kinerja pendapatan BIRD yang tumbuh dua digit mencapai Rp1,45 triliun, namun laba bersih mengalami penurunan sebesar 6% secara tahunan menjadi Rp155 hingga Rp157 miliar.
menilai paruh kedua tahun ini berpotensi menjadi periode yang lebih baik seiring normalisasi kondisi global dan faktor musiman yang biasanya mendorong peningkatan mobilitas masyarakat.
"Kami melihat secara historis mobilitas memang cenderung meningkat pada semester kedua. Dengan kondisi global yang lebih kondusif, kami berharap momentum pertumbuhan juga semakin kuat," ujar Andre.
Di tengah optimisme tersebut, Blue Bird tetap melanjutkan ekspansi armada secara terukur. Perseroan menganggarkan belanja modal (capex) sekitar Rp1,7 triliun hingga Rp1,9 triliun pada 2026 yang akan digunakan untuk penggantian armada, penambahan kendaraan baru, serta pengembangan infrastruktur pendukung.
____
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Dari "Walk Out" ke "Roadmap", Mengapa Harga Minyak Berubah?
Di era ekonomi global, yang diperdagangkan bukan hanya barel minyak, melainkan persepsi, ekspektasi, dan keyakinan perdamaian mungkin diwujudkan. [772] url asal
#harga-minyak #as-iran-damai #perdamaian-as-iran
(Kompas.com - Money) 24/06/26 07:09
v/257967/
DUNIA kembali diingatkan bahwa harga minyak tidak hanya ditentukan oleh sumur-sumur minyak, tetapi juga oleh meja perundingan.
Beberapa saat lalu, pasar energi global bergejolak ketika Iran memilih walk out dari perundingan dengan Amerika Serikat di Swiss setelah memanasnya perbedaan sikap kedua negara.
Harga minyak dunia pun melonjak hingga mendekati 81 dolar AS per barel. Namun, hanya berselang singkat, arah pasar berbalik.
Ketika Washington dan Teheran kemudian menyepakati sebuah roadmap perundingan selama 60 hari, harga minyak kembali melemah.
Tidak ada ladang minyak baru yang ditemukan. Tidak ada pula produksi minyak yang tiba-tiba meningkat. Yang berubah hanyalah suasana diplomasi.
Mengapa perubahan sikap para diplomat mampu menggerakkan harga minyak dunia dalam hitungan jam?
Pasar Membeli Masa Depan
Di sinilah ekonomi modern bekerja dengan cara yang berbeda dari yang dibayangkan banyak orang. Jika teori klasik Alfred Marshall menjelaskan harga melalui keseimbangan penawaran dan permintaan, pasar global saat ini bergerak jauh sebelum keseimbangan itu benar-benar berubah. Yang diperdagangkan bukan hanya minyak, melainkan juga ekspektasi.
Konsep Expectation Theory yang dikembangkan John F. Muth dan kemudian diperkaya Robert Lucas menjelaskan bahwa pelaku ekonomi mengambil keputusan berdasarkan perkiraan mengenai masa depan.
Ketika Iran meninggalkan meja perundingan, pasar segera membaca peluang konflik semakin besar. Ancaman terhadap distribusi minyak dianggap meningkat sehingga harga langsung melonjak.
Sebaliknya, ketika kedua negara kembali menyepakati peta jalan perundingan selama 60 hari, ekspektasi berubah.
Peluang terciptanya stabilitas kembali terbuka sehingga harga minyak pun turun. Pasar ternyata lebih dahulu memperdagangkan harapan daripada kenyataan.
Perubahan ekspektasi itu kemudian diterjemahkan pasar menjadi perubahan harga melalui apa yang dikenal sebagai risk premium.
Harry Markowitz dan William Sharpe menjelaskan, semakin besar ketidakpastian, semakin tinggi kompensasi risiko yang diminta investor.
Selama Iran walk out, kekhawatiran terhadap keamanan Selat Hormuz kembali meningkat.
Jalur sempit ini menjadi urat nadi sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.
Ancaman sekecil apa pun terhadap kawasan tersebut segera diterjemahkan menjadi kenaikan biaya pengiriman, premi asuransi kapal, dan potensi gangguan logistik. Semua risiko itu akhirnya tercermin dalam harga minyak.
Namun ketika dialog kembali dibuka melalui roadmap 60 hari, premi risiko mulai menyusut.
Risiko yang sebelumnya dihargai mahal oleh pasar perlahan dilepaskan. Harga minyak pun ikut terkoreksi. Yang berubah bukan jumlah minyak, melainkan harga dari rasa cemas.
Fenomena tersebut juga memperlihatkan bahwa pasar tidak selalu bergerak secara rasional.
Daniel Kahneman dan Amos Tversky melalui Prospect Theory menunjukkan bahwa manusia bereaksi lebih cepat terhadap ancaman kerugian daripada peluang keuntungan.
Ketika berita walk out menyebar, investor berbondong-bondong membeli minyak, emas, dan aset aman.
Mereka belum mengetahui apakah konflik benar-benar akan membesar, tetapi rasa takut sudah cukup untuk mendorong transaksi besar-besaran.
Sebaliknya, ketika muncul kabar adanya kesepakatan menuju perundingan lanjutan, rasa takut perlahan digantikan optimisme. Pasar kembali melakukan penyesuaian.
Artinya, harga minyak bukan hanya cermin kondisi ekonomi, melainkan juga cermin psikologi kolektif pelaku pasar.
Diplomasi Menjadi Variabel Ekonomi
Seluruh dinamika tersebut memperlihatkan semakin relevannya konsep Geopolitical Risk yang dikembangkan Dario Caldara dan Matteo Iacoviello.
Dalam ekonomi global, diplomasi kini memiliki nilai ekonomi yang sangat nyata.
Keberhasilan atau kegagalan sebuah perundingan dapat memengaruhi harga energi, inflasi, nilai tukar, suku bunga, hingga biaya hidup masyarakat di berbagai negara.
Dengan kata lain, ruang diplomasi kini menjadi bagian dari mekanisme pasar.
Peristiwa Iran menjadi contoh nyata bahwa satu keputusan politik dapat mengubah persepsi jutaan pelaku pasar di seluruh dunia hanya dalam hitungan jam.
Bagi Indonesia, pelajaran yang paling penting bukan sekadar naik atau turunnya harga minyak, melainkan bagaimana membangun ketahanan menghadapi gejolak global.
Sebagai negara yang masih bergantung pada impor minyak, perubahan sentimen di Timur Tengah dengan cepat menjalar ke biaya transportasi, harga pangan, logistik, inflasi, hingga daya beli masyarakat.
Karena itu, memperkuat cadangan energi strategis, mempercepat diversifikasi menuju bioenergi, gas alam, panas bumi, dan energi terbarukan, serta membangun sistem early warning terhadap risiko geopolitik menjadi semakin mendesak.
Indonesia tidak mungkin mengendalikan konflik dunia, tetapi dapat mengurangi dampaknya terhadap perekonomian nasional.
Perjalanan dari Iran walk out menuju roadmap perundingan 60 hari menunjukkan bahwa harga minyak sesungguhnya mengikuti arah kepercayaan.
Ketika dialog terputus, pasar segera menghitung risiko dan harga melonjak. Ketika komunikasi kembali dibangun, harapan tumbuh dan harga pun turun.
Di era ekonomi global, yang diperdagangkan bukan hanya barel minyak, melainkan juga persepsi, ekspektasi, dan keyakinan bahwa perdamaian masih mungkin diwujudkan.
Karena itu, negara yang ingin menjaga stabilitas ekonominya tidak cukup hanya membangun kilang, memperbesar cadangan energi, atau meningkatkan produksi.
]Yang tidak kalah penting adalah kemampuan membaca dinamika geopolitik dan menjadikan diplomasi sebagai bagian dari strategi ekonomi nasional.
Pada akhirnya, harga minyak tidak lagi hanya ditentukan oleh kedalaman sumur minyak, tetapi juga oleh kedalaman kepercayaan dunia terhadap masa depan yang lebih damai.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com. Download sekarang
Harga Minyak Turun Usai AS-Iran Sepakati Peta Jalan Perundingan 60 Hari
Harga minyak dunia melemah setelah Qatar dan Pakistan mengumumkan peta jalan 60 hari kesepakatan AS-Iran di Swiss. [515] url asal
#iran #amerika-serikat #perundingan-damai #harga-minyak-dunia #harga-minyak #harga-minyak-mentah #pasokan-minyak #harga-minyak-brent
(Kompas.com - Money) 22/06/26 12:12
v/256040/
KOMPAS.com - Harga minyak dunia berbalik melemah pada perdagangan Senin (22/6/2026) setelah mediator Qatar dan Pakistan mengumumkan bahwa Amerika Serikat (AS) dan Iran telah menyepakati peta jalan untuk mencapai kesepakatan final dalam waktu 60 hari.
Dilansir dari CNBC, harga minyak sempat menguat pada awal perdagangan Asia, namun kemudian terkoreksi setelah muncul optimisme terkait kelanjutan dialog antara Washington dan Teheran.
Dalam pernyataan bersama yang dirilis setelah perundingan di kawasan resor Bürgenstock, Swiss, Qatar dan Pakistan menyatakan bahwa kedua negara akan melanjutkan negosiasi teknis sepanjang pekan ini. Selain itu, akan dibentuk komite tingkat tinggi untuk mengawasi proses mediasi.
Perkembangan tersebut terjadi setelah Presiden AS Donald Trump kembali mengancam tindakan militer terhadap Iran. Pernyataan itu memicu kekhawatiran pasar mengenai keberlangsungan kesepakatan damai sementara yang dicapai pekan lalu.
Trump menyampaikan pernyataan tersebut pada Minggu (21/6/2026), saat Wakil Presiden AS JD Vance bertemu dengan pejabat Iran di Swiss.
Pertemuan itu berlangsung di tengah keputusan Teheran yang kembali menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang dilalui sebagian besar pengiriman minyak dunia.
Harga Minyak Brent dan WTI Berfluktuasi
Kontrak berjangka minyak Brent untuk pengiriman Agustus sempat menguat pada awal perdagangan Asia sebelum akhirnya turun 0,38 persen menjadi 80,26 dollar AS per barel.
Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juli memangkas lonjakan sekitar 3 persen yang terjadi sebelumnya dan diperdagangkan sekitar 1 persen lebih tinggi pada level 77,52 dollar AS per barel.
Pergerakan harga tersebut mencerminkan tarik-menarik sentimen antara risiko geopolitik di Timur Tengah dan harapan terhadap kemajuan diplomasi antara AS dan Iran.
Shutterstock/Ded Pixto Harga minyak mentah dunia.Perundingan Pertama Setelah Nota Kesepahaman
Pertemuan di Bürgenstock menjadi negosiasi pertama sejak Washington dan Teheran menandatangani nota kesepahaman pekan lalu untuk mengakhiri konflik dan memperpanjang gencatan senjata yang masih rapuh selama sedikitnya 60 hari.
Kesepakatan itu mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz serta penghentian aksi permusuhan di kawasan, termasuk di Lebanon.
Namun, Iran menuduh AS gagal menjamin pelaksanaan gencatan senjata di Lebanon. Karena itu, Teheran menegaskan bahwa pembicaraan terbaru akan difokuskan pada implementasi nota kesepahaman yang sudah disepakati, bukan membahas isu lain seperti program nuklir Iran.
Pasokan Minyak Dinilai Masih Rentan
Menurut analis Quantum Strategy, David Roche, pasokan minyak dari Timur Tengah saat ini mendekati level sebelum konflik jika memperhitungkan minyak yang tersimpan di fasilitas penyimpanan dan kapal tanker.
Meski demikian, Roche mengingatkan bahwa kondisi tersebut lebih banyak ditopang oleh pelepasan stok cadangan daripada pemulihan produksi. Akibatnya, pasar tetap berisiko menghadapi tekanan pasokan ketika persediaan tersebut mulai menipis.
Di sisi lain, Goldman Sachs menilai gangguan pasokan yang berlangsung dalam jangka panjang justru dapat mempercepat transisi menuju kendaraan listrik.
Menurut bank investasi tersebut, percepatan penggunaan kendaraan listrik berpotensi mengurangi permintaan minyak mentah dalam jangka panjang dan menambah risiko penurunan harga minyak di masa depan.
Meski ketegangan di Timur Tengah masih menjadi faktor utama yang menggerakkan pasar energi global, kesepakatan awal antara AS dan Iran memberi harapan bahwa risiko gangguan pasokan dapat diredam dalam beberapa bulan mendatang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
AS dan Iran Capai Kemajuan, Selat Hormuz Diupayakan Tetap Aman
AS dan Iran melaporkan kemajuan dalam perundingan di Swiss. Kedua pihak sepakat menjaga Selat Hormuz tetap terbuka dan aman. [719] url asal
#amerika-serikat #kesepakatan-damai #perundingan-damai #perang-iran #jd-vance #abbas-araghchi #selat-hormuz
(Kompas.com - Money) 22/06/26 12:01
v/256039/
KOMPAS.com - Amerika Serikat (AS) dan Iran melaporkan kemajuan dalam perundingan perdamaian yang berlangsung di Bürgenstock, Swiss, Minggu (21/6/2026), di tengah ketegangan yang masih membayangi hubungan kedua negara.
Dilansir dari Bloomberg, Senin (22/6/2026), para mediator dari Qatar dan Pakistan menyebut pembicaraan tersebut menghasilkan "kemajuan yang menggembirakan" dan membuka jalan bagi negosiasi teknis lanjutan dalam beberapa hari ke depan.
Wakil Presiden AS, JD Vance dan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menjadi peserta utama dalam pertemuan tersebut. Kedua pihak juga menyepakati peta jalan menuju kesepakatan final yang ditargetkan tercapai dalam waktu 60 hari.
"Kemajuan yang menggembirakan telah dicapai, termasuk pembentukan mekanisme untuk pembicaraan teknis lanjutan," demikian pernyataan bersama Qatar dan Pakistan.
Selain itu, AS dan Iran sepakat membentuk jalur komunikasi langsung guna mencegah insiden maupun salah perhitungan yang berpotensi memicu konflik baru.
Langkah tersebut juga bertujuan menjamin kelancaran pelayaran kapal-kapal komersial di Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia.
Sepakat Bentuk Mekanisme untuk Lebanon
Dalam perundingan itu, para pihak juga menyetujui pembentukan "de-confliction cell" yang melibatkan Lebanon.
Mekanisme tersebut dirancang untuk membantu memastikan penghentian operasi militer di Lebanon dapat dipatuhi seluruh pihak yang terlibat.
Araghchi menyebut mediasi Qatar dan Pakistan telah menghasilkan kemajuan penting dalam upaya mengakhiri konflik di Lebanon.
Melalui unggahan di platform X, ia juga mengungkapkan sejumlah hasil yang diklaim telah dicapai Iran.
"Ekspor minyak dan petrokimia dibebaskan, blokade dicabut, sebagian aset yang dibekukan dilepas, serta rencana besar rekonstruksi dan pembangunan Iran diluncurkan," tulis Araghchi.
Trump Kembali Ancam Iran
Meski perundingan menunjukkan perkembangan positif, Presiden AS, Donald Trump kembali melontarkan peringatan keras kepada Teheran.
Saat pembicaraan dimulai, Trump menulis di media sosial bahwa AS akan kembali menyerang Iran apabila kelompok-kelompok yang didukung Teheran di Lebanon terus menyerang Israel.
Trump juga mengancam akan memberlakukan pungutan terhadap Iran jika kesepakatan tidak tercapai.
Dalam wawancara dengan Fox News pada Minggu, Trump mengatakan dirinya telah memperingatkan langsung para pemimpin Iran terkait kemungkinan penutupan Selat Hormuz.
Menurut Trump, apabila Iran menutup jalur pelayaran tersebut, konsekuensinya akan sangat berat bagi Teheran.
Ancaman itu sempat memunculkan kebingungan setelah media Iran melaporkan bahwa Teheran menghentikan pembicaraan sebagai respons atas pernyataan terbaru Trump.
Namun, perundingan tetap berlangsung dan menghasilkan kesepakatan awal yang dinilai dapat meredakan ketegangan antara kedua negara.
Negosiasi Diperkirakan Masih Panjang
Meski kesepakatan sementara telah tercapai, para pejabat mengingatkan bahwa proses menuju penyelesaian akhir masih panjang.
Isu-isu utama seperti program nuklir Iran dan keringanan ekonomi bagi Teheran masih menjadi topik yang harus dinegosiasikan lebih lanjut.
"Apa yang terjadi hari ini sebenarnya adalah awal dari negosiasi teknis yang tidak akan menyelesaikan seluruh perbedaan," kata Vance kepada wartawan usai pertemuan.
Ia menyampaikan pernyataan tersebut bersama perwakilan Qatar dan Pakistan yang menjadi mediator dalam proses negosiasi.
Menurut seorang pejabat yang mengetahui jalannya pembicaraan, keberhasilan negosiasi AS-Iran sangat bergantung pada perkembangan situasi di Lebanon.
Pejabat tersebut mengatakan bahwa hasil positif hanya dapat terwujud jika terdapat dukungan dari Israel, termasuk kemungkinan penarikan pasukan dari Lebanon agar kesepakatan sementara dapat berjalan.
Israel sendiri tidak terlibat dalam perundingan yang menghasilkan kesepakatan tersebut.
SEPAH NEWS via AFP Kapal-kapal perahu bermanuver mengelilingi kapal militer dalam latihan Garda Revolusi Iran (IRGC) di Selat Hormuz, 17 Februari 2026.Selat Hormuz Tetap Dilalui Kapal Tanker
Menjelang perundingan, Iran sempat menyatakan bahwa Selat Hormuz akan kembali ditutup setelah menuduh Israel melanggar gencatan senjata di Lebanon.
Meski demikian, lalu lintas minyak melalui jalur tersebut tetap berlangsung.
Data pelacakan kapal menunjukkan tiga kapal tanker raksasa yang terkait dengan India kembali muncul di Teluk Oman pada Minggu setelah sebelumnya mencoba melintasi selat itu pada Jumat.
Ketiga kapal tersebut mengangkut hampir 6 juta barel minyak dari Irak dan Kuwait.
Sementara itu, Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyatakan lalu lintas kapal komersial di Selat Hormuz meningkat pada Sabtu.
Sebanyak 55 kapal niaga yang membawa muatan serta lebih dari 17 juta barel minyak tercatat melintasi jalur perairan tersebut.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia. Karena itu, setiap ancaman penutupan kawasan tersebut selalu menjadi perhatian pasar global.
Kesepakatan untuk menjaga jalur komunikasi dan memastikan pelayaran tetap aman menjadi salah satu hasil penting dari perundingan terbaru antara AS dan Iran, meski sejumlah isu krusial masih harus dirundingkan dalam beberapa pekan mendatang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Saat uji coba MRT Bundaran HI-Lebak Bulus untuk publik, kedatangan kereta setiap 10 menit sekali. CNNIndonesia/Safir Makki
Dirut MRT sebut hasil studi kelayakan akan menjadi dasar untuk menentukan langkah lanjutan proyek, termasuk aspek kelembagaan, pembiayaan hingga desain teknis. [408] url asal
#mrt #lebak-bulus #serpong #mrt-jakarta #pembangunan-mrt #tangerang-selatan #tuhiyat #lebak-bulus #pemerintah #mrt-jakarta #perseroda #bumi-serpong-damai #west #kementerian-perhubungan #farchad
(CNN Indonesia - Ekonomi) 22/06/26 08:50
v/255836/
PT MRT Jakarta (Perseroda) mengungkapkan studi kelayakan atau feasibility study (FS) proyek perpanjangan jalur MRT Lebak Bulus ke Serpong masih berlangsung dan ditargetkan rampung pada akhir tahun ini.
Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat mengatakan hasil kajian tersebut nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan langkah lanjutan proyek, termasuk pembahasan aspek kelembagaan, pembiayaan hingga desain teknis.
"Hasil kajiannya akhir tahun baru selesai," kata Tuhiyat saat ditemui usai acara pencanangan pembangunan pedestrian deck Dukuh Atas di Jakarta Pusat, Minggu (21/6).
Meski studi kelayakan ditargetkan selesai pada akhir tahun ini, Tuhiyat mengatakan proyek MRT Lebak Bulus-Serpong masih harus melewati sejumlah tahapan sebelum memasuki fase pembangunan.
Tahapan tersebut mencakup pembahasan kelembagaan, penyusunan skema pendanaan, hingga penyelesaian desain teknis rinci atau detail engineering design (DED).
"Abis kajian masih banyak, kelembagaan, finansial, baru pen-detailan, detail engineering design," kata Tuhiyat.
[Gambas:Youtube]
Dengan demikian, proyek MRT Lebak Bulus-Serpong diperkirakan belum akan langsung dibangun dalam waktu dekat.
Rencana perpanjangan MRT hingga Serpong sebelumnya telah dikaji bersama oleh MRT Jakarta dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (Sinar Mas Land).
Jalur tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif transportasi massal bagi warga yang beraktivitas di koridor Jakarta Selatan hingga Tangerang Selatan yang selama ini dikenal padat.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Allan Tandiono sebelumnya mengatakan studi kelayakan proyek tersebut ditargetkan selesai pada akhir 2026.
"MRT Jakarta dan Sinar Mas Land sudah memulai studi kelayakan perpanjangan jalur MRT Jakarta dari Lebak Bulus ke Serpong," kata Allan dalam konferensi pers pada April lalu.
Menurut Allan, pemerintah menyambut positif rencana pengembangan rute tersebut karena dinilai berpotensi membantu mengurangi kepadatan lalu lintas di wilayah selatan Jakarta dan Tangerang Selatan.
Kajian perpanjangan MRT Lebak Bulus-Serpong sendiri telah dimulai sejak Juli 2025. Saat itu, MRT Jakarta dan Sinar Mas Land menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk melakukan studi komprehensif terkait trase, teknologi, serta skema pembiayaan proyek.
CEO Digital Tech Ecosystem and Development Sinar Mas Land Irawan Harahap mengatakan inisiatif tersebut berangkat dari tingginya mobilitas warga Tangerang Selatan menuju Jakarta yang selama ini bergantung pada kendaraan pribadi.
Sementara itu, Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta Farchad Mahfud menyebut studi tersebut juga bertujuan memetakan kebutuhan investasi sekaligus mencari model pembiayaan yang dinilai layak untuk proyek tersebut.
Selain rencana perpanjangan ke Serpong, pemerintah juga tengah menggarap sejumlah proyek transportasi berbasis rel di Jakarta.
Pembangunan MRT Jakarta fase 2 yang menghubungkan Bundaran HI hingga Kota ditargetkan berlanjut dalam beberapa tahun ke depan, sementara proyek MRT East-West rute Balaraja-Cikarang dijadwalkan mulai memasuki tahap konstruksi awal tahun ini.
Harga Minyak Naik, Ancaman Trump Bayangi Perundingan Damai AS-Iran
Harga minyak mentah Brent naik 1,4 persen jadi 81,72 dollar AS per barrel. Sementara harga minyak mentah WTI AS naik jadi 78,75 dollar AS per barrel. [508] url asal
#trump #perjanjian-damai #harga-minyak-dunia #perang-iran
(Kompas.com - Money) 22/06/26 08:17
v/255666/
KOMPAS.com - Harga minyak dunia menguat pada perdagangan awal Asia, Senin (22/6/2026), setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam bakal menyerang Iran jika Hizbullah terus menyerang Israel.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran pasar mengenai kelangsungan perundingan damai antara AS dan Iran.
Mengutip The Straits Times, harga minyak mentah Brent naik 1,4 persen menjadi 81,72 dollar AS per barrel. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 2,8 persen menjadi 78,75 dollar AS per barrel.
Perundingan damai antara AS dan Iran yang berlangsung di Bürgenstock, Swiss, dilaporkan menghadapi awal yang tidak mulus.
Media Iran menyebut Teheran sempat menghentikan pembicaraan menyusul ancaman terbaru dari Trump, meski sejumlah sumber yang mengetahui jalannya negosiasi mengatakan perundingan masih berlanjut.
Pertemuan tingkat tinggi tersebut menandai dimulainya periode negosiasi selama 60 hari setelah Trump menandatangani nota kesepahaman pekan lalu yang membuka jalan bagi proses deeskalasi konflik.
Meski Iran mengklaim kembali menutup Selat Hormuz, jutaan barrel minyak tetap mengalir melalui jalur pelayaran strategis tersebut sepanjang akhir pekan.
Selain minyak, komoditas energi lainnya juga mengalami kenaikan. Harga kontrak berjangka gas alam Eropa sempat menguat hingga 3,9 persen pada perdagangan Senin.
Sebelum perang pecah pada akhir Februari lalu, sekitar seperlima ekspor gas alam cair (LNG) dunia melewati Selat Hormuz.
Harga bensin dan solar berjangka di AS juga ikut menguat seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan energi global.
Dalam wawancara dengan Fox News pada Minggu (21/6/2026), Trump mengatakan dirinya telah menyampaikan peringatan langsung kepada para pemimpin Iran terkait Selat Hormuz.
"Jika menutup Hormuz, Anda bahkan tidak akan berhasil kembali ke Iran," kata Trump kepada para pemimpin Iran, sebagaimana dikutip Fox News.
Seorang pejabat yang mengetahui jalannya pembicaraan mengatakan penyelesaian konflik di Lebanon akan menjadi faktor penentu keberhasilan negosiasi damai yang berlangsung di Swiss.
Perang di Timur Tengah telah mengganggu pasokan energi dari kawasan yang menyumbang sekitar sepertiga produksi minyak dunia.
Meski harga minyak masih berada di atas level sebelum perang, kontrak berjangka minyak telah mengalami koreksi dalam beberapa pekan terakhir, setelah kilang-kilang global menemukan jalur pasokan alternatif sementara dan meningkatnya harapan bahwa konflik akan segera berakhir.
Pasar juga memperkirakan kesepakatan damai berpotensi memicu lonjakan pasokan minyak ke pasar global, terutama di tengah melemahnya permintaan dari China sebagai importir minyak terbesar dunia.
Diperkirakan sekitar 80 juta barrel minyak mentah dapat kembali masuk ke pasar apabila Selat Hormuz dibuka sepenuhnya, sehingga berpotensi menciptakan kelebihan pasokan bagi kilang-kilang pengolahan.
Sementara itu, sejumlah produsen minyak di kawasan Teluk Persia mulai bersiap meningkatkan produksi. Kuwait telah mencabut status force majeure yang sebelumnya diberlakukan akibat konflik.
Perusahaan minyak nasional Abu Dhabi juga dilaporkan telah meminta pelanggan untuk kembali memuat minyak dari wilayah Teluk Persia serta mulai menawarkan minyak mentah di pasar spot melalui serangkaian tender.
Aktivitas perdagangan minyak juga meningkat tajam pada awal sesi perdagangan Senin. Lebih dari 11.000 kontrak Brent diperdagangkan dalam 10 menit pertama, jauh lebih tinggi dibandingkan aktivitas normal pada pembukaan pasar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangBSDE Rombak Susunan Komisaris, Tahan Laba Rp 2,5 Triliun demi Perkuat Modal
PT Bumi Serpong Damai Tbk atau BSDE melakukan perombakan jajaran pengurus perseroan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 2026 yang digelar pekan lalu. [432] url asal
PT Bumi Serpong Damai Tbk atau BSDE melakukan perombakan jajaran pengurus perseroan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 2026 yang digelar pekan lalu. Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris, termasuk pergantian posisi komisaris utama perusahaan.
Dalam keputusan RUPSLB yang diselenggarakan pada Rabu (17/6) itu, pemegang saham menerima pengunduran diri Muktar Widjaja dari posisi presiden komisaris serta Michael Jackson Purwanto Widjaja dari jabatan wakil presiden direktur. Selain itu, perseroan juga memberhentikan dengan hormat Teky Mailoa dari posisi wakil presiden komisaris dan Yoseph Franciscus Bonang dari posisi komisaris.
Sebagai bagian dari penyegaran struktur manajemen, emiten anggota Grup Sinar Mas itu kemudian mengangkat Teky Mailoa sebagai presiden komisaris baru, Hongky Jeffry Nantung sebagai komisaris, serta Irhoan Tanudiredja sebagai komisaris independen. Dengan perubahan tersebut, susunan Dewan Komisaris BSDE hingga RUPS Tahunan Tahun Buku 2029 dipimpin oleh Teky Mailoa sebagai presiden komisaris, didampingi Teddy Pawitra, Susiyati Bambang Hirawan, Hongky Jeffry Nantung, dan Irhoan Tanudiredja.
Sementara itu, jajaran Direksi BSDE tetap dipimpin Franciscus Xaverius Ridwan Darmali sebagai presiden direktur. Posisi direktur lainnya diisi oleh Lie Jani Harjanto, Syukur Lawigena, Hermawan Wijaya, Liauw Herry Hendarta, Monik William, dan Siswanto Adisaputro.
Perubahan struktur pengurus tersebut mendapat persetujuan mayoritas pemegang saham. Sebanyak 94,45% suara menyetujui agenda perubahan susunan manajemen perseroan.
Selain perombakan pengurus, keputusan penting lain dalam RUPS Tahunan BSDE adalah terkait penggunaan laba bersih Tahun Buku 2025. Meskipun membukukan laba bersih sebesar Rp 2,54 triliun, perseroan memutuskan tidak membagikan dividen kepada pemegang saham.
Dalam RUPS, BSDE menetapkan sebesar Rp 2 miliar dari laba bersih dialokasikan sebagai dana cadangan wajib, sedangkan sisa laba sebesar Rp 2,543 triliun akan dicatat sebagai laba ditahan.
“Sebesar Rp 2.543.380.719.106 akan dicatat sebagai laba ditahan perseroan untuk tujuan modal kerja,” bunyi keputusan RUPST BSDE mengenai penggunaan laba bersih Tahun Buku 2025.
Keputusan menahan seluruh laba tersebut menunjukkan strategi perseroan untuk menjaga fleksibilitas pendanaan, terutama di tengah kebutuhan pengembangan proyek properti dan kawasan terpadu yang menjadi bisnis utama BSDE.
Sebelumnya, perseroan juga melaporkan penggunaan dana hasil penerbitan obligasi dan sukuk berkelanjutan pada 2025 dengan total penerbitan mencapai Rp 2,25 triliun. Dana tersebut digunakan antara lain untuk pengembangan infrastruktur BSD City serta kebutuhan modal kerja perusahaan.
Dalam RUPST 2026, pemegang saham juga menyetujui laporan tahunan, laporan keuangan Tahun Buku 2025, serta memberikan pembebasan tanggung jawab atau acquit et de charge kepada jajaran Direksi dan Dewan Komisaris BSDE atas tindakan pengurusan dan pengawasan selama Tahun Buku 2025.
Dengan kombinasi perubahan struktur pengawasan dan keputusan mempertahankan laba di dalam perusahaan, BSDE menempatkan penguatan modal internal sebagai fokus utama untuk mendukung ekspansi bisnis properti ke depan.
Trump Akui Takut Krisis Ekonomi, Posisi AS atas Iran Melemah
Trump mengaku khawatir konflik Iran memicu krisis ekonomi global. Pengakuan itu dinilai melemahkan posisi tawar AS dalam negosiasi. [765] url asal
#amerika-serikat #krisis-ekonomi #donald-trump #kesepakatan-damai #pasar-keuangan #harga-minyak #perang-iran
(Kompas.com - Money) 21/06/26 10:07
v/255427/
KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengakui bahwa kekhawatiran terhadap potensi krisis ekonomi global menjadi salah satu alasan dirinya menyetujui kesepakatan damai sementara dengan Iran.
Pengakuan itu dinilai mengungkap kelemahan posisi AS menjelang dimulainya putaran baru negosiasi dengan Teheran di Swiss.
Dilansir dari Bloomberg, Minggu (21/6/2026), Trump mengatakan dirinya tidak ingin melihat perekonomian dunia mengalami krisis akibat konflik yang berkepanjangan di Timur Tengah.
Pernyataan tersebut muncul setelah AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang membuka kembali Selat Hormuz serta memulai proses pelonggaran sanksi terhadap ekspor minyak Iran ke pasar internasional.
Dampaknya langsung terasa di pasar keuangan. Harga minyak dunia turun, sementara pasar saham AS menguat.
"Saya tidak ingin melihat bencana ekonomi terjadi. Jika konflik ini terus berlanjut, hal itu bisa saja terjadi," kata Trump dalam konferensi pers di Evian, Perancis, Kamis (18/6/2026).
Namun, pernyataan tersebut dinilai mengungkap salah satu titik lemah AS menjelang dimulainya pembicaraan baru dengan Iran di Swiss pada Minggu (21/6/2026).
Berdasarkan kesepakatan sementara itu, kedua negara memiliki waktu 60 hari untuk membahas pembatasan program nuklir Iran sekaligus kemungkinan pemberian keringanan ekonomi bagi Teheran.
Iran Dinilai Punya Posisi Tawar Lebih Kuat
Sejumlah analis menilai Iran kini mengetahui bahwa Trump kemungkinan enggan kembali menempuh jalur militer karena berisiko memicu gejolak ekonomi baru.
Kondisi itu berpotensi mengurangi tekanan terhadap Iran untuk segera mencapai kesepakatan.
Bahkan sebelum perundingan dimulai, Iran pada Sabtu (20/6/2026) kembali mengumumkan penutupan Selat Hormuz sebagai respons terhadap meningkatnya ketegangan antara Israel dan Lebanon.
Tekanan terhadap AS juga diperkirakan meningkat apabila konflik regional berlangsung lebih lama.
Bloomberg melaporkan bahwa konflik berkepanjangan berpotensi memicu perlambatan ekonomi global terdalam dalam empat dekade terakhir.
Di dalam negeri, perang dengan Iran juga tidak mendapat dukungan luas dari publik AS.
Survei Universitas Maryland menunjukkan 56 persen warga AS menilai konflik tersebut lebih banyak merugikan kepentingan Amerika dibandingkan memberikan manfaat.
Menjelang pemilu paruh waktu yang akan digelar pada November 2026, sejumlah anggota Partai Republik mulai menyuarakan kekhawatiran. Bahkan DPR AS yang dikuasai Partai Republik sebelumnya telah memberikan suara untuk menghentikan perang dengan Iran.
"Jika melihat keseluruhan 14 poin dalam nota kesepahaman tersebut, Teheran berada dalam posisi negosiasi yang kuat ketika kedua pihak mulai membahas isu nuklir," kata Chris Kennedy, pemimpin riset economic statecraft di Bloomberg Economics dan mantan pejabat Departemen Luar Negeri AS.
Kritik terhadap Konsesi AS
Sejumlah pihak menilai kesepakatan sementara itu lebih menguntungkan Iran dibandingkan AS.
Analisis Bloomberg Economics terhadap 14 poin kesepakatan menemukan bahwa 10 poin memberikan keuntungan bagi Iran, hanya satu poin yang secara jelas menguntungkan AS, sementara tiga poin lainnya bersifat netral.
Dalam nota tersebut, AS disebut akan memberikan pengecualian sanksi agar Iran dapat segera melanjutkan ekspor minyaknya.
Kesepakatan itu juga membuka peluang penghapusan seluruh program sanksi selama proses negosiasi 60 hari berlangsung.
Selain itu, Iran akan memperoleh program pembangunan senilai 300 miliar dollar AS untuk membantu proses rekonstruksi pascakonflik.
Kebijakan tersebut memicu kritik dari sejumlah legislator Partai Republik.
Di sisi lain, konsesi utama dari Iran dinilai relatif terbatas, yakni kembali menegaskan komitmennya untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.
Komitmen serupa sebenarnya telah tercantum dalam perjanjian nuklir Iran tahun 2015.
AS memang memperoleh keuntungan berupa dibukanya kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang sebelumnya sempat ditutup dan memicu lonjakan harga energi global.
Namun, sejumlah pengamat menilai keuntungan tersebut tidak terlalu signifikan karena jalur tersebut pada dasarnya sudah terbuka sebelum konflik pecah.
Negosiasi Bisa Berlangsung Berbulan-bulan
Kesepakatan itu juga menyebut masa negosiasi selama 60 hari dapat diperpanjang.
Ketentuan tersebut membuka kemungkinan perundingan berlangsung selama berbulan-bulan, bahkan lebih lama.
Menurut Miad Maleki, mantan pejabat sanksi Departemen Keuangan AS yang kini menjadi peneliti senior di Foundation for Defense of Democracies, skenario itu lebih menguntungkan Iran dibandingkan AS.
"Anda tidak akan menukar program nuklir dengan keringanan sanksi yang sebenarnya sudah Anda terima. AS masih bisa meningkatkan tekanan militer, tetapi mereka telah menghilangkan pengaruh ekonomi yang justru paling dibutuhkan saat ini," kata Maleki.
Sementara itu, Wakil Presiden AS, JD Vance menyatakan program nuklir Iran pada dasarnya telah dihancurkan dan memberi sinyal bahwa Washington tidak terlalu bergantung pada keberhasilan perundingan untuk mencapai terobosan baru.
"Iran sudah melemah, program nuklir mereka telah dihancurkan, dan ekonominya berada dalam kondisi sulit. Jika mereka mengubah perilakunya, hal-hal besar bisa terjadi bagi Iran dan bagi perang ini. Jika tidak, itu bukan masalah bagi kami," ujar Vance.
Meski demikian, sejumlah analis menilai konsesi ekonomi yang telah diberikan Washington sebelum negosiasi dimulai membuat posisi AS menjadi lebih sulit dalam upaya memperoleh kesepakatan yang lebih menguntungkan pada tahap berikutnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#50 tag sepekan
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56