#30 tag 24jam
Tips dan Strategi Memulai Usaha dari Nol Tanpa Pengalaman
Jangan tunggu waktu sempurna, ide besar, atau modal besar. Keterampilan bisa dipelajari, dan pengalaman dibangun seiring waktu. [523] url asal
#memulai-usaha #usaha-dari-nol #tanpa-pengalaman #strategi-bisnis #ide-bisnis #keterbatasan-modal #belajar-keterampilan #pengalaman-bisnis #pengusaha-sukses #peluang-bisnis #membangun-bisnis #mengatasi
(Bisnis.Com - Entrepreneur) 27/06/26 22:00
v/261785/
Bisnis.com, BANDA ACEH — Memulai usaha dari nol tanpa pengalaman bukan hal yang mustahil, selama pelaku usaha memahami pola pikir, strategi, dan kesiapan yang dibutuhkan sejak awal.
Banyak calon wirausaha sering terhambat oleh keraguan, seperti tidak memiliki keterampilan, modal, atau ide bisnis yang jelas. Namun, pengalaman menunjukkan bahwa faktor-faktor tersebut bukanlah syarat utama untuk memulai usaha, melainkan dapat dibangun seiring proses berjalan.
Mengutip dari Forbes, Rabu (22/4/2026), sejumlah pelaku usaha bahkan memulai bisnis dari kondisi terbatas, baik dari sisi pengetahuan maupun finansial. Kunci utamanya terletak pada kemauan untuk mencoba, kesiapan menghadapi kegagalan, serta konsistensi dalam mengembangkan usaha dari tahap awal.
Dalam praktiknya, pengalaman memang menjadi faktor penting, tetapi bukan prasyarat mutlak. Banyak pengusaha sukses justru belajar dari kesalahan di bisnis pertama mereka dan menjadikannya bekal untuk berkembang lebih jauh.
Berikut panduan lengkap memulai usaha dari nol tanpa pengalaman:
1. Tidak Perlu Menunggu Waktu yang “Sempurna”
Salah satu hambatan terbesar dalam memulai usaha adalah anggapan bahwa harus menunggu waktu yang tepat. Padahal, waktu bersifat relatif dan dapat diciptakan sesuai prioritas.
Jika seseorang benar-benar ingin membangun bisnis, ia akan mencari cara untuk meluangkan waktu. Sebaliknya, menunda dengan alasan kesiapan justru berpotensi membuat peluang terlewat.
2. Ide Bukan Faktor Penentu Utama
Banyak orang berpikir bahwa bisnis harus dimulai dari ide besar. Namun, dalam praktiknya, ide bukanlah faktor paling penting.
Peluang bisnis bisa muncul dari hal sederhana di sekitar, selama pelaku usaha mampu melihat kebutuhan pasar dan menawarkan solusi yang lebih baik. Passion dan ketekunan justru menjadi faktor yang lebih menentukan dibanding sekadar ide.
3. Keterbatasan Modal Bukan Penghalang
Ketiadaan modal sering dianggap sebagai alasan utama tidak memulai usaha. Padahal, banyak bisnis dimulai dari sumber daya yang sangat terbatas.
Pelaku usaha dapat memulai dari apa yang dimiliki, kemudian mengembangkan secara bertahap. Yang dibutuhkan adalah kesiapan untuk berinvestasi, baik dalam bentuk waktu, tenaga, maupun uang, serta komitmen untuk terus berkembang.
4. Keterampilan Bisa Dipelajari Seiring Waktu
Kurangnya pengalaman atau keterampilan sering menjadi kekhawatiran utama. Namun, banyak kemampuan bisnis seperti manajemen, pemasaran, hingga operasional dapat dipelajari dalam proses menjalankan usaha.
Keberhasilan bisnis tidak hanya ditentukan oleh pengetahuan teknis, tetapi juga oleh etos kerja, integritas, dan kemauan untuk belajar dari pengalaman.
5. Pengalaman Memang Penting, Tapi Bisa Dibangun
Pengalaman akan memberikan pemahaman lebih dalam terkait pengambilan keputusan, manajemen tim, dan strategi bisnis. Namun, pengalaman tidak harus dimiliki sejak awal.
Banyak pengusaha sukses yang mengalami kegagalan sebelum akhirnya berhasil. Proses tersebut justru menjadi sumber pembelajaran yang penting dalam membangun bisnis yang lebih kuat.
6. Mengatasi Minimnya Pengalaman
Melansir dari Entrepreneur, bagi pemula, ada beberapa strategi untuk menutup kekurangan pengalaman:
- Bermitra dengan orang berpengalaman;
- Menggunakan jasa konsultan;
- Melakukan outsourcing pekerjaan tertentu;
- Merekrut tenaga ahli di bidang tertentu;
- Belajar dari mentor atau penasihat;
- Tetap adaptif dan siap menghadapi kesalahan.
Langkah-langkah ini membantu pelaku usaha mengambil keputusan yang lebih tepat sekaligus mempercepat proses pembelajaran.
Memulai usaha dari nol tanpa pengalaman tetap memiliki peluang untuk berhasil, selama pelaku usaha memiliki komitmen, kemauan belajar, dan strategi yang tepat. Keterbatasan bukan menjadi penghalang utama, melainkan tantangan yang dapat diatasi melalui proses dan adaptasi.
Memanfaatkan sumber daya yang ada, belajar dari pengalaman, serta terbuka terhadap kolaborasi, bisnis yang dibangun dari nol tetap memiliki potensi untuk berkembang secara berkelanjutan.
Ketua BPI Nilai Bioskop dan OTT Idealnya Saling Melengkapi, Bukan Bersaing
Ketua BPI, Fauzan Zidni, menekankan bahwa bioskop dan OTT harus saling melengkapi, bukan bersaing. Indonesia butuh lebih banyak layar bioskop untuk mendukung distribusi film. [501] url asal
#bioskop-indonesia #layar-bioskop #pertumbuhan-film-nasional #distribusi-film #platform-ott #layanan-streaming #saling-melengkapi #model-bisnis-bioskop #original-production #indikator-film-sukses #nila
(Bisnis.Com - Terbaru) 27/06/26 19:10
v/261738/
Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Badan Perfilman Indonesia (BPI) Fauzan Zidni menyoroti masih terbatasnya jumlah layar bioskop di Indonesia yang belum mampu mengimbangi pertumbuhan produksi film nasional. Menurutnya, ketimpangan tersebut menjadi salah satu tantangan utama dalam distribusi film ke penonton.
Menurut Fauzan, Indonesia idealnya memiliki sekitar 10.000 layar bioskop. Namun, hingga saat ini jumlah layar yang tersedia baru berkisar 2.500. Kesenjangan tersebut membuat antrean film yang menunggu jadwal tayang di bioskop semakin panjang.
Meski demikian, kondisi itu tidak lantas membuat film-film yang telah diproduksi beralih menjadikan platform over-the-top (OTT) sebagai saluran utama penayangan di masa depan. Menurutnya, penambahan jumlah layar bioskop tetap jadi prioritas yang utama, meski pembangunannya dilakukan perlahan karena investasinya yang besar.
Di luar itu, Fauzan juga menegaskan bahwa model bisnis bioskop dan layanan streaming berbeda, sehingga keduanya memiliki fungsi dan peran yang saling melengkapi, bukan saling menggantikan.
"Saya sendiri juga pernah bekerja di OTT dan melihat bahwa hubungan antara bioskop dan OTT bukan saling menggantikan (substitutif), melainkan saling melengkapi," katanya dalam konferensi pers JAFF Market 2026 di Jakarta, Jumat, (26/6/2026)
Menurut Fauzan, platform OTT tidak akan serta-merta membeli semua film yang diproduksi, kecuali untuk proyek yang sejak awal memang dibuat sebagai original production milik platform tersebut. Untuk film-film lain, biasaya OTT tetap mempertimbangkan rekam jejak performa di bioskop sebelum memutuskan untuk mengakuisisi hak tayangnya.
Fauzan menyebut keberhasilan sebuah film di bioskop masih menjadi indikator penting bagi platform OTT. Film yang mampu menarik banyak penonton di layar lebar dinilai memiliki potensi lebih besar untuk kembali diminati ketika tayang di layanan streaming. Dengan kata lain, kesuksesan di bioskop menjadi nilai tambah dalam proses negosiasi dengan OTT.
Fauzan menambahkan, capaian jumlah penonton di bioskop juga berpengaruh terhadap nilai lisensi (licensing fee) yang ditawarkan platform OTT. Semakin tinggi jumlah penonton yang berhasil diraih sebuah film di bioskop, semakin besar pula peluang film tersebut memperoleh nilai lisensi yang lebih tinggi saat dibeli oleh platform streaming.
"Hal itu karena OTT melihat beberapa indikator utama, seperti berapa banyak orang yang mendaftar (sign up) karena judul tersebut, berapa banyak yang menontonnya, dan berapa lama durasi tontonnya," imbuhnya.
Menurutnya, kesuksesan sebuah film di bioskop umumnya berbanding lurus dengan performanya di platform OTT. Indikator seperti jumlah penonton, tingkat ketertarikan audiens, hingga durasi waktu menonton biasanya juga menunjukkan hasil yang serupa ketika film tersebut masuk ke layanan streaming.
Oleh karena itu, alih-alih menonjolkan satu kanal distribusi film, dirinya berpandangan industri kini justru membutuhkan film yang berhasil di kedua kanal distribusi tersebut.
Saat ini, katanya, tantangan yang perlu dibenahi justru terletak pada pengaturan jeda waktu atau windowing antara penayangan di bioskop dan perilisan di OTT agar keduanya tetap dapat tumbuh secara sehat.
Menurutnya, jika jeda penayangan di OTT terlalu lama, momentum dan antusiasme penonton terhadap film bisa memudar. Sebaliknya, apabila film terlalu cepat hadir di layanan streaming, hal itu berpotensi mengurangi jumlah penonton di bioskop.
Ke depan, Fauzan menilai perlu adanya aturan main yang lebih jelas mengenai pengaturan masa tayang antara bioskop dan OTT agar kepentingan seluruh pelaku industri dapat terjaga.
Tips Membangun Kesiapan Finansial
Kesadaran finansial penting untuk kesejahteraan jangka panjang. Kelola arus kas dengan metode 50/30/20, siapkan dana darurat, dan investasi rutin. [385] url asal
#kesiapan-finansial #perencanaan-keuangan #investasi-jangka-panjang #edukasi-keuangan #pengembangan-karakter #kesuksesan-finansial #pola-pikir-sukses #pengelolaan-keuangan #literasi-keuangan #arus-kas
(Bisnis.Com - Entrepreneur) 25/06/26 19:30
v/261258/
Bisnis.com, JAKARTA - Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keuangan dan investasi menjadi salah satu faktor utama dalam mewujudkan kesejahteraan finansial jangka panjang.
Di tengah semakin tingginya minat masyarakat untuk mengembangkan diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik, kebutuhan akan edukasi keuangan yang mudah diakses dan relevan menjadi semakin penting.
Founder ESQ Corporation, Ary Ginanjar Agustian, menyampaikan berdasarkan berbagai riset dan pengalaman yang dilakukan selama bertahun-tahun dalam pengembangan karakter manusia, dari 100 orang yang ingin berhasil, hanya sekitar 5% yang benar-benar mencapai kesuksesan, sementara 95% lainnya gagal tanpa pernah mengetahui ataupun menyadari apa yang menjadi penyebabnya.
"Banyak orang memiliki mimpi dan tujuan yang besar, tetapi tidak semua memahami faktor yang menentukan keberhasilan mereka. Sering kali yang menghambat bukanlah kemampuan, melainkan pola pikir, karakter, kebiasaan, dan kurangnya persiapan dalam menghadapi tantangan kehidupan. Karena itu, katanya, penting menemukan potensi terbaik dalam diri agar mampu mencapai kehidupan yang lebih sukses dan bermakna," ujar Ary Ginanjar Agustian.
Direktur PT Generasi Paham Investasi (Ayovest), Sonny Afriansyah, menyampaikan, orang perlu memiliki kesiapan finansial yang lebih baik.
Karena baginya, kesuksesan jangka panjang perlu didukung oleh pengelolaan keuangan yang sehat dan kebiasaan investasi yang konsisten.
"Kami ingin mengajak lebih banyak masyarakat untuk memahami investasi sesuai profil risiko, kebutuhan, dan tujuan keuangan masing-masing," kata dia terkait digelarnya The Amazing You 6 Unlock Your Power.
Dia juga menyoroti pentingnya literasi keuangan nasional sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki visi serupa dalam membangun masyarakat Indonesia yang lebih sejahtera secara finansial.
Membangun kesiapan finansial yang kokoh dapat dicapai dengan mengatur arus kas menggunakan metode 50/30/20, menyiapkan dana darurat minimal 3-6 bulan pengeluaran, serta memulai investasi reksa dana secara rutin untuk mencapai tujuan keuangan jangka panjang.
Langkah Membangun Kesiapan Finansial menurut Ayovest
1. Kelola Arus Kas (Cashflow)
Gunakan metode penganggaran 50/30/20. Alokasikan 50% untuk kebutuhan pokok, 30% untuk gaya hidup (hiburan), dan 20% untuk tabungan serta investasi masa depan.
2. Evaluasi Rutin
Lakukan pengecekan kesehatan keuangan berkala menggunakan fitur Ayovest Financial Checkup untuk mengetahui apakah kondisi keuangan Anda dalam keadaan sehat atau butuh perbaikan.
3. Siapkan Dana Darurat
Sisihkan dana likuid yang cukup untuk menutupi 3 hingga 6 bulan pengeluaran rutin Anda, sehingga Anda siap menghadapi risiko tak terduga tanpa harus berutang.
4. Tentukan Tujuan Keuangan
Susun resolusi keuangan yang spesifik (seperti dana menikah, dana pensiun, atau dana pendidikan) dan pantau perkembangannya.
5 Kiat Jaga Mental Tetap Sehat di Tengah Tekanan Bisnis dan Ekonomi
ekanan bisnis bisa memengaruhi kesehatan mental. Simak 5 cara menjaga mental tetap sehat agar tetap produktif dan mampu mengambil keputusan terbaik. [509] url asal
#kesehatan-mental-pebisnis #cara-menjaga-kesehatan-mental #tips-bisnis #mental-entrepreneur #burnout-pengusaha #stres-bisnis #kesehatan-mental-kerja #produktivitas-bisnis #pengusaha-sukses #ma
Jakarta: Menjalankan bisnis tidak selalu berjalan mulus. Ada kalanya penjualan menurun, biaya operasional naik, pasar berubah cepat, hingga ketidakpastian ekonomi global membuat banyak pelaku usaha harus bekerja ekstra keras.Di tengah tekanan tersebut, kesehatan mental sering kali menjadi aspek yang terlupakan. Padahal, kondisi psikologis yang stabil justru menjadi modal penting bagi pengusaha untuk tetap fokus, produktif, dan mampu mengambil keputusan yang tepat.
Saat mental terjaga, pebisnis akan lebih siap menghadapi tantangan, beradaptasi dengan perubahan, dan menemukan peluang baru meski kondisi pasar sedang tidak ideal.
Mengapa kesehatan mental penting bagi pebisnis?
Menjaga kesehatan mental bukan hanya soal kesejahteraan pribadi. Dampaknya juga sangat besar terhadap performa bisnis.Melansir laman BCA Prioritas, Sabtu, 13 Juni 2026, sebuah studi yang dipublikasikan Frontiers in Psychology terhadap 217 pengusaha menemukan bahwa kesehatan mental memiliki hubungan positif dengan efisiensi dan operasional usaha.
Sementara itu, penelitian yang dipublikasikan PubMed menunjukkan bahwa tekanan mental yang tinggi dapat menurunkan produktivitas, kualitas pengambilan keputusan, hingga performa kerja secara keseluruhan.
Artinya, menjaga kesehatan mental bukan lagi sekadar kebutuhan pribadi, melainkan bagian dari strategi bisnis jangka panjang.
1. Kenali sumber stres sejak awal
Menjadi pemilik bisnis berarti harus siap menghadapi berbagai risiko, mulai dari masalah keuangan, persaingan pasar, hingga tekanan operasional sehari-hari.Karena itu, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengenali sumber stres yang paling sering muncul.
Dengan memahami apa yang menjadi pemicu tekanan, kamu bisa menyusun solusi yang lebih rasional dan terukur dibanding bereaksi secara emosional.
2. Tetapkan batas antara kerja dan waktu pribadi
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan pelaku usaha adalah bekerja tanpa mengenal waktu.Padahal, penelitian menunjukkan bahwa batas yang jelas antara waktu kerja dan waktu istirahat dapat membantu mengurangi risiko burnout sekaligus meningkatkan produktivitas.
Meski bisnis sedang menghadapi tekanan, usahakan tetap memiliki waktu untuk beristirahat, berkumpul bersama keluarga, atau melakukan aktivitas yang disukai.
3. Jaga pola hidup sehat
Tubuh yang sehat akan membantu pikiran tetap stabil saat menghadapi tekanan bisnis. Penelitian dari Aston University menemukan bahwa pengusaha yang memiliki pola hidup sehat cenderung memiliki daya tahan mental atau resilience yang lebih baik dibandingkan mereka yang mengabaikan kesehatan fisik.4. Bangun lingkaran dukungan yang positif
Menjalankan bisnis sendirian sering kali membuat seseorang merasa terisolasi. Karena itu, penting untuk memiliki mentor, komunitas bisnis, atau teman diskusi yang bisa menjadi tempat bertukar pikiran saat menghadapi tantangan.Dukungan sosial terbukti mampu membantu menjaga kestabilan mental dan memberikan perspektif baru terhadap masalah yang sedang dihadapi. Tidak jarang solusi terbaik justru muncul dari pengalaman orang lain yang pernah mengalami situasi serupa.
5. Jangan samakan nilai diri dengan hasil bisnis
Salah satu kesalahan terbesar yang sering dilakukan pengusaha adalah menganggap kegagalan bisnis sebagai kegagalan pribadi. Padahal, naik turunnya performa usaha merupakan bagian alami dari perjalanan bisnis.Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pebisnis yang mampu memisahkan identitas diri dari hasil bisnis cenderung lebih tenang, objektif, dan cepat bangkit ketika menghadapi kegagalan.
Ketika kondisi ekonomi sedang tidak menentu, menjaga kesehatan mental bisa menjadi investasi yang sama pentingnya dengan mengelola keuangan atau strategi pemasaran. Mental yang kuat membantu pengusaha tetap fokus, adaptif, dan mampu melihat peluang di tengah tekanan.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)
CBDK Bagikan Dividen Rp28,3 Miliar, Cair 8 Juli 2026
CBDK membagikan dividen tunai sebesar Rp28,3 miliar atau Rp5 per saham untuk tahun buku 2025. [426] url asal
#bangun-kosambi-sukses #dividen #cbdk
(IDX-Channel - Market News) 11/06/26 19:09
v/247543/
IDXChannel - PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) membagikan dividen tunai sebesar Rp28,3 miliar atau Rp5 per saham untuk tahun buku 2025.
Besaran dividen tersebut setara 2,08 persen dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk Rp1,36 triliun.
Presiden Direktur CBDK, Steven Kusumo mengatakan, pemegang saham yang berhak menerima dividen sudah harus tercatat dalam daftar pemegang saham pada 12 Juni 2026.Adapun pembayaran dividen dijadwalkan berlangsung pada 8 Juli 2026.
"Para pemegang saham yang berhak untuk mendapatkan dividen adalah yang namanya tercantum sebagai pemegang saham pada tanggal 12 Juni 2026 dengan tanggal pembayaran pada 8 Juli 2026," katanya dalam Public Expose yang digelar secara virtual, Kamis (11/6/2026).
Pembagian dividen tersebut dilakukan di tengah kinerja perseroan yang tumbuh signifikan pada awal tahun ini. Pada kuartal I-2026, CBDK membukukan pendapatan sebesar Rp743 miliar atau meningkat 74 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp542 miliar, melonjak 317 persen secara tahunan.
Perseroan menilai, pencapaian tersebut mencerminkan optimalisasi monetisasi kawasan bisnis CBD PIK2 sekaligus peningkatan kualitas profitabilitas perusahaan.
Kontributor utama pertumbuhan pendapatan berasal dari penjualan kaveling tanah komersial yang meningkat seiring bertambahnya aktivitas bisnis dan investasi di kawasan CBD PIK2.
Selain itu, sejumlah produk komersial seperti SOHO Manhattan, SOHO Wallstreet, Bizpark PIK2, Rukan Milenial, dan Rukan Asia Afrika turut memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan pendapatan perusahaan.
Di segmen residensial, produk Rumah Milenial dan Permata Hijau Residence juga terus mendukung kebutuhan hunian di kawasan terintegrasi yang dikembangkan perseroan.
Untuk mendukung ekspansi jangka panjang, CBDK memiliki land bank strategis seluas sekitar 694 hektare. Perseroan juga mencatat total aset sekitar Rp22,4 triliun dengan posisi kas mencapai Rp2,7 triliun per 31 Maret 2026.
Menurut manajemen, struktur permodalan yang konservatif memberikan ruang yang cukup bagi perusahaan untuk menangkap berbagai peluang pertumbuhan di masa mendatang.
Selain mengandalkan penjualan lahan komersial, CBDK juga terus memperkuat sumber pendapatan berulang (recurring income). Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mengoperasikan Nusantara International Convention Exhibition (NICE), yang disebut sebagai salah satu pusat MICE terbesar di Indonesia dengan kapasitas lebih dari 100.000 pengunjung.
Sejak mulai beroperasi, NICE telah mengamankan puluhan agenda sepanjang 2026 yang mencakup konser internasional, pameran industri, konferensi, hingga berbagai kegiatan berskala nasional dan internasional.
"Fokus kami tidak hanya pada monetisasi commercial land plot, tetapi juga memperkuat fondasi recurring income melalui aset-aset strategis seperti NICE dan Hotel Hilton Jakarta PIK2. Seiring dengan berkembangnya ekosistem bisnis di kawasan, kami optimistis CBD PIK2 akan terus memperluas sumber pertumbuhan usaha dan meningkatkan kualitas pendapatan Perseroan dalam jangka panjang,” tutur Steven.
(DESI ANGRIANI)
Mentan Amran Beri Kuliah Umum di IPB: Belajar Gagal Menuju Sukses
Dari kegagalan kita belajar menjadi lebih kuat dan lebih siap menghadapi kehidupan. [681] url asal
#kementan #mentan #kuliah-umum #ipb #zona-nyaman #keberhasilan-besar #orang-sukses #generasi-tangguh
REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak generasi muda tidak takut menghadapi kegagalan dalam meraih cita-cita.
Menurutnya, kegagalan merupakan bagian penting dari proses menuju kesuksesan karena membentuk karakter, ketangguhan, dan daya juang seseorang dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Pesan tersebut disampaikan Mentan Amran saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa dan sivitas akademika Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam kegiatan Ministerial and Top Executive Lecture Series.
Acara tersebut merupakan bagian dari perayaan Dies Natalis ke-25 Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University di Auditorium Andi Hakim Nasution, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Kamis (11/6/2026). Kuliah umum mengangkat tema “Gagal Menuju Sukses: Membangun Kewirausahaan dan Agribisnis dalam Memperkuat Ketahanan Pangan Nasional.”
Dalam paparannya, Mentan Amran menegaskan, banyak orang ingin sukses tetapi tidak mau keluar dari zona nyaman. Padahal, menurutnya, setiap keberhasilan besar selalu diawali dengan keberanian mengambil risiko dan menghadapi berbagai kesulitan.
"Kebanyakan kita tidak ingin keluar dari comfort zone, tetapi ingin sukses. Itu tidak bisa. Kalau ingin mencapai sesuatu yang besar, kita harus berani keluar dari zona nyaman dan menghadapi tantangan yang lebih besar," ujar Mentan Amran.
Ia mengatakan masa muda merupakan waktu terbaik untuk mencoba, belajar dan bahkan mengalami kegagalan. Karena itu, mahasiswa tidak perlu takut mengambil langkah baru atau mencoba hal-hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya.
"Hari ini kita belajar gagal. Kita belajar menderita. Jangan takut mencoba dan jangan takut gagal saat masih muda. Justru dari kegagalan itulah kita belajar menjadi lebih kuat dan lebih siap menghadapi kehidupan yang sesungguhnya," katanya.
Mentan Amran juga membagikan pengalaman hidupnya saat merintis usaha dari nol. Berbagai kegagalan dan kerugian yang pernah dialaminya justru menjadi pelajaran berharga yang membentuk mental dan daya juangnya hingga mampu mencapai berbagai keberhasilan.
Menurutnya, salah satu faktor yang membedakan orang sukses dengan yang gagal adalah kemampuan bertahan ketika menghadapi tekanan. "Orang sukses adalah orang yang mampu bertahan dalam tekanan. Ketika dihina, diremehkan, dicemooh, atau menghadapi kegagalan, dia tetap bertahan dan terus melangkah. Di situlah mental pemenang dibentuk," tegasnya.
Karena itu, Mentan Amran mengingatkan mahasiswa agar memanfaatkan masa muda untuk berjuang dan membangun kapasitas diri, bukan sekadar mencari kenyamanan sesaat.
"Struggle now, enjoy your life later. Jangan enjoy now, struggle for life later. Pilihannya hanya itu. Berjuanglah sekarang ketika tenaga, semangat, dan kesempatan masih terbuka lebar," ujarnya.
Dalam sesi dialog, sejumlah mahasiswa menyampaikan pengalaman hidup, gagasan, serta pandangan mereka terkait pembangunan pertanian Indonesia.
Salah satunya disampaikan Muslimin, mahasiswa Pascasarjana Ilmu Tanah IPB, yang menceritakan perjuangannya menempuh pendidikan tinggi melalui beasiswa dan bekerja sebagai petugas kebersihan selama kuliah karena keterbatasan ekonomi keluarga.
"Orang tua menjadi motivasi terbesar saya untuk terus melanjutkan pendidikan. Akses pendidikan tidak mudah sehingga saya berjuang melalui beasiswa dan bekerja sambil kuliah," ujar Muslimin.
Selain itu, mahasiswa Teknologi Pangan, Aesha, memaparkan inovasi smart skin packaging berbahan dasar ganyong untuk produk kemasan berbasis daging.
Abdul Aziz dari Fakultas Pertanian menyoroti pentingnya disiplin, penghormatan kepada orang tua, serta keberlanjutan program swasembada pangan nasional.
Menanggapi berbagai pertanyaan tersebut, Mentan Amran menegaskan, sektor pertanian Indonesia saat ini menunjukkan kinerja yang membanggakan di tengah ancaman krisis pangan global yang melanda banyak negara.
"Saat ini dunia menghadapi krisis pangan. Namun Indonesia mampu menunjukkan capaian membanggakan. Pada 2025 kita berhasil mencapai produksi beras 34,69 juta ton dan menjadi salah satu capaian terbaik dalam beberapa tahun terakhir," katanya.
Mentan Amran menambahkan, sektor pertanian juga menjadi salah satu penopang utama perekonomian nasional dengan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) pertanian yang mencapai 5,74 persen, tertinggi dalam 25 tahun terakhir.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh pihak, mulai dari petani, pemerintah pusat dan daerah, akademisi, hingga generasi muda yang terus berinovasi di sektor pertanian.
Menutup kuliah umum, Mentan Amran mengajak mahasiswa memiliki mimpi besar dan keberanian untuk mewujudkannya melalui tindakan nyata serta konsistensi dalam menjalani proses.
"Make big dreams, take action, and be persistent. Bermimpilah besar, ambil tindakan, lalu bertahan dalam prosesnya. Yang paling sulit bukan bermimpi, tetapi konsisten dan tidak menyerah ketika menghadapi tantangan," ujarnya.
Mentan Amran berharap mahasiswa IPB dapat menjadi generasi tangguh yang tidak hanya siap menghadapi tantangan masa depan, tetapi juga mampu menjadi wirausahawan, inovator, dan pemimpin yang berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Mendagri: Banyak Tim Sukses Jadi Pegawai Honorer Tambah Beban Belanja Pegawai
Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan banyak tim sukses menjadi pegawai honorer, menambah beban belanja pegawai daerah bila diangkat menjadi PPPK. [682] url asal
#pegawai-honorer #beban-belanja-pegawai #tim-sukses #pengangkatan-pppk #aparatur-sipil-negara #keuangan-daerah #kompetensi-khusus #tenaga-administrasi #ruang-fiskal-daerah #belanja-pegawai-maksimal #an
(Bisnis.Com - Terbaru) 09/06/26 09:58
v/244372/
Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan bahwa banyak tim sukses masuk menjadi pegawai honorer sehingga menambah beban belanja pegawai.
Menurut Tito, pengangkatan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) maupun aparatur sipil negara (ASN) yang berasal dari tenaga honorer selama ini telah meningkatkan beban keuangan daerah.
Dia memberi catatan bahwa tidak masalah jika tenaga honorer menyangkut kebutuhan tenaga yang memiliki kompetensi khusus, seperti guru dan tenaga kesehatan.
"Tapi kalau tenaga administrasi kan, mohon maaf, dulunya banyak (anggota) tim sukses dijadikan tenaga honorer. Setelah bertahun-tahun, ya mereka minta diangkat menjadi P3K. Setelah itu, beban APBD jadi berat," jelasnya kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senin (8/6/2026).
Dia mengingatkan bahwa besarnya belanja pegawai dapat membatasi ruang fiskal daerah dan berpotensi melampaui ketentuan yang mengatur porsi belanja pegawai maksimal 30% dari APBD.
Berdasarkan data yang dia paparkan sebanyak 479 atau 87,73% daerah memiliki porsi beban belanja pegawai di atas 30%, sedangkan di bawah 30% hanya 67 daerah tahun anggaran 2026.
Menurut Tito, pola menitipkan tim sukses agar dapat bekerja di ruang lingkup pemerintahan hanya akan menjadi beban secara terus menerus seiring bergantinya kepempimpinan suatu daerah.
Terlebih, anggaran daerah seharusnya lebih banyak diarahkan untuk kepentingan masyarakat, seperti pembangunan infrastruktur, perbaikan sekolah, layanan kesehatan, dan program pelayanan publik lainnya.
"Yang kedua, jadi beban bagi (pemimpin) berikutnya. Sedapat mungkin APBD yang ada itu, sebanyak mungkin digunakan untuk kepentingan rakyat. Bangun jalan, perbaiki sekolah, kesehatan, dan lain-lain, dibanding merekrut pegawai yang banyak itu loh, ya?" jelasnya.
Namun dirinya menegaskan kepada pemerintah daerah agar tidak memberhentikan pegawai yang sudah bekerja karena berdampak terhadap meningkatnya angka pengangguran.
Dia memberikan sederet strategi guna menyesuaikan postur belanja pegawai maksimal 30 persen, sebagaimana diamanatkan Undang-Undang (UU) Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah (HKPD) mulai tahun 2027.
Pemerintah daerah diminta untuk menyesuaikan Tambahan Penghasilan Karyawan (TPP) dengan kemampuan keuangan masing-masing daerah.
Dari aspek postur belanja, Tito menyarankan Pemda untuk lebih kreatif mendapatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan catatan tidak membebankan rakyat. Dia memberikan contoh Wali Kota Pekanbaru 2024 yang mampu mendongkrak PAD dari Rp800 miliar menjadi Rp1,2 triliun.
Dirinya hingga menurunkan tim khusus guna mengulik cara Pemda tersebut menumbuhkan PAD. Jawabannya adalah memberikan kemudahan perizinan kepada masyarakat.
"Resepnya ternyata mempermudah perizinan. Masyarakat juga banyak yang mau membayar pajak retribusi, tapi kemudian kadang-kadang dipersulit. Akhirnya mereka tidak bayar, karena dipersulit. Tapi begitu dipermudah, mereka bayar," ungkapnya.
Tito menambahkan contoh lainnya, yaitu Pemda Bali di mana pemerintah setempat menerapkan digitalisasi pembayaran pajak sehingga mampu menghubungkan langsung para wajib pajak dengan pemerintah daerah sehingga penerimaan retribusi dan pajak dapat tercatat lebih transparan.
Menurutnya selama ini pajak restoran sebesar 10% yang dipungut dari konsumen terlebih dahulu dikelola oleh pelaku usaha sebelum disetorkan ke dinas pendapatan daerah (Dispenda). Namun, dalam praktiknya, tidak seluruh penerimaan tersebut selalu masuk secara optimal ke kas daerah.
"Oleh karena dibuat sistem, yang langsung dari restoran, hotel, langsung masuk ke dispenda, dan itu naik. Nah ini kreatif, tapi tidak beratkan rakyat," jelasnya.
Selain itu, Tito meminta kepada Pemda dapat memaksimalkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai pintu pemasukan bagi kas daerah. Langkah lain untuk memberikan stimulus ekonomi daerah adalah Transfer ke Daerah (TKD).
Tito mengungkapkan pemerintah telah mengidentifikasi sekitar 140 daerah yang menjadi perhatian dalam upaya penguatan kapasitas fiskal daerah. Temuan tersebut diperoleh saat pelaksanaan retret bersama para sekretaris daerah (sekda) di Jatinangor.
Menurutnya, para sekda umumnya memahami aspek teknis pengelolaan pemerintahan dan keuangan daerah. Karena itu, kepala daerah, terutama yang masih baru menjabat, diminta untuk cepat beradaptasi dan memanfaatkan masukan dari sekda, kepala badan pendapatan daerah (Bapenda), serta badan keuangan dan aset daerah (BKAD).
Namun, dari sekitar 140 daerah yang telah dipetakan, terdapat 39 daerah yang kondisinya dinilai paling mendesak karena tidak lagi memiliki ruang yang cukup untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) maupun kontribusi badan usaha milik daerah (BUMD).
Akibatnya, daerah-daerah tersebut memerlukan tambahan dukungan melalui transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
"Dan ini perlu dibicarakan dengan Menteri Keuangan untuk men-top up ke APBD, TKD, sehingga pendapatannya menjadi tinggi. Kalau pendapatannya tinggi, maka otomatis belanja pegawainya nanti presentasinya akan menjadi lebih rendah. Menjadi mudah-mudahan di bawah 30%," urai Tito.
Cerita Taufan Rahmadi, Pernah Jadi Loper Koran, Kini Jadi Pejabat Danantara
Taufan Rahmadi melalui perjalanan panjang selama 23 tahun dari memasarkan koran di Lombok hingga menjadi SVP Danantara. [1,047] url asal
#inspirasi #kisah-sukses #danantara-indonesia
(Kompas.com - Money) 08/06/26 09:21
v/243339/
JAKARTA, KOMPAS.com - Dua puluh tiga tahun lalu, Taufan Rahmadi berkeliling Pulau Lombok dengan sepeda motor menawarkan koran dari rumah ke rumah. Saat itu, ia hanya berusaha mencari pekerjaan setelah pulang kampung dan membantu keluarga yang sedang menghadapi masa sulit.
Kini, pria kelahiran Mataram, 15 September 1974 itu menduduki posisi Senior Vice President (SVP) Brand Management Danantara Asset Management, salah satu jabatan strategis di lingkungan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia.
Perjalanan dari "loper koran" hingga menjadi pejabat di lembaga pengelola investasi negara itu tidak berlangsung singkat. Kariernya dibangun melalui proses panjang selama lebih dari dua dekade, dimulai dari pekerjaan sederhana yang mempertemukannya dengan banyak orang di Lombok pada 2003.
"Sekitar 23 tahun kalau dihitung dari saya mulai menjadi loper koran sampai sekarang," ujar Taufan kepada Kompas.com, dikutip Senin (8/6/2026).
Taufan menghabiskan masa sekolahnya di Jawa. Ia merupakan alumnus SMA Negeri 3 Yogyakarta dan kemudian menyelesaikan pendidikan di Jurusan Hubungan Internasional Universitas Airlangga, Surabaya.
Namun, setelah menyelesaikan kuliah, ia diminta pulang ke Lombok karena kondisi keluarganya saat itu sedang mengalami kesulitan. Setibanya di kampung halaman, Taufan justru menghadapi kenyataan baru: mencari pekerjaan ternyata tidak mudah.
Ia sempat mencoba berbagai pekerjaan, termasuk menjadi pemandu wisata. Hingga akhirnya seorang senior yang baru merintis surat kabar Suara NTB mengajaknya membantu distribusi koran.
Tawaran itu diterimanya. Setiap pagi, Taufan mengendarai sepeda motor Suzuki Spirit-nya menyusuri berbagai wilayah di Lombok untuk mengantarkan sekaligus mencari pelanggan baru.
Persaingan saat itu tidak mudah. Suara NTB masih menjadi koran baru yang harus bersaing dengan media yang lebih dulu dikenal masyarakat.
Alih-alih menawarkan langganan secara langsung, Taufan memilih pendekatan yang berbeda.
Ia mendatangi calon pelanggan, duduk bersama mereka di berugak atau gazebo khas Lombok, menikmati kopi sambil berbincang mengenai isu-isu yang sedang berkembang.
Jika yang ditemuinya pelaku pariwisata, ia membahas perkembangan wisata. Jika seorang tokoh politik, pembicaraan mengarah ke isu politik. Setelah percakapan terjalin, barulah ia memperkenalkan koran yang dibawanya.
"Saya tidak langsung menjual koran, tapi membangun silaturahmi. Di Lombok itu ada budaya ngopi pagi, jadi dibuka dengan diskusi kecil terkait isu-isu yang ada di koran yang saya bawa, nah dari situ komunikasi berjalan," ucapnya.
Dok. Pribadi Taufan Rahmadi, Senior Vice President (SVP) Brand Management Danantara Asset Management sedang bersalaman dengan Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria.Cara tersebut perlahan berhasil memperluas jaringan pelanggan sekaligus memperkenalkan dirinya kepada banyak kalangan di Lombok.
Di tengah kesibukan memasarkan koran, Taufan melihat peluang lain. Ia mulai sering diminta membantu berbagai kegiatan dan acara di Lombok.
Kesempatan itu kemudian mendorongnya mendirikan event organizer (EO) kecil-kecilan sekitar 2005.
Usahanya dimulai dari bawah. Acara yang ditanganinya bukan konser besar atau pameran nasional, melainkan kegiatan masyarakat seperti syukuran keberangkatan haji, dokumentasi acara duka, hingga berbagai pagelaran budaya.
Meski sederhana, pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk memahami dunia event dan komunikasi.
Melalui EO itu pula, Taufan semakin banyak berinteraksi dengan pejabat daerah, pelaku usaha, perbankan, hingga komunitas seni dan budaya.
"Di dunia event itu, salah satu keuntungannya adalah kita bisa berkomunikasi
dengan banyak orang tanpa dibatasi struktur formal, karena kita bicara kreativitas dan ide diskusi," kata dia.
Seiring waktu, EO yang dirintisnya mulai dipercaya menangani kegiatan yang lebih besar. Jaringannya juga berkembang setelah bergabung dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) pada 2007.
Dari organisasi tersebut, Taufan mulai membangun relasi hingga tingkat nasional. Kesempatan demi kesempatan pun berdatangan.
Ia dipercaya menjadi show director berbagai acara besar, mulai dari Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional di Bengkulu, SEA Games Jakarta-Palembang, hingga sejumlah event nasional dan internasional lainnya.
Ketika kariernya mulai berkembang di Jakarta, Taufan justru mendapat panggilan untuk kembali ke daerah asalnya.
Pada 2013, Gubernur Nusa Tenggara Barat saat itu, TGH Muhammad Zainul Majdi, memintanya pulang untuk membantu pengembangan pariwisata daerah.
Setahun kemudian, ia dipercaya menjadi Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB.
Jabatan tersebut ternyata tidak datang bersama kenyamanan. Pada hari pertama menjabat, Taufan mengaku langsung menghadapi aksi penolakan dari sejumlah pihak yang meragukan kapasitasnya.
Rumahnya bahkan sempat beberapa kali diteror. Namun, ia memilih menjawab keraguan itu melalui kinerjanya.
Salah satu terobosan yang dilakukannya adalah menggandeng Garuda Indonesia untuk mempromosikan pariwisata NTB melalui penerbangan maskapai tersebut. Pada 2014, ia juga menggagas "Catwalk In The Air: Lombok Sumbawa di Langit Indonesia", peragaan busana budaya NTB yang digelar di dalam pesawat.
Setahun kemudian, Lombok meraih penghargaan World Best Halal Tourism Destination dan World Best Halal Honeymoon Destination dalam ajang World Halal Travel Awards di Abu Dhabi.
Pencapaian itu menjadi titik balik yang mengangkat nama Lombok di panggung pariwisata dunia.
Kesuksesan mempromosikan NTB mengantarkan Taufan ke tingkat yang lebih tinggi.
Pada 2016, ia ditunjuk menjadi staf Menteri Pariwisata Arief Yahya untuk mengawal pengembangan 10 destinasi prioritas nasional, termasuk Mandalika.
Ia kemudian terus berkecimpung dalam berbagai program pengembangan pariwisata, menjadi penulis, hingga terlibat dalam penyusunan gagasan sektor pariwisata nasional.
Pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Taufan bahkan pernah dipercaya menjadi juru bicara bidang pariwisata untuk pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.
Usai Pilpres, Taufan kembali aktif memberikan masukan terkait pengembangan pariwisata nasional. Ia bahkan menerbitkan buku Protokol Destinasi pada masa pandemi Covid-19.
Pada Pilpres 2024, ia pun kembali terlibat dalam tim pemenangan Prabowo Subianto dan
Gibran Rakabuming Raka sebagai Dewan Pakar bidang pariwisata. Ia menyusun gagasan kebijakan pariwisata yang menjadi bagian dari program pasangan tersebut.
Sampai akhirnya pada 2026, Taufan mendapat kesempatan bergabung dengan Danantara.
Ia mengikuti proses seleksi yang berlangsung dalam beberapa tahap sebelum akhirnya dipercaya menjadi SVP Brand Management Danantara Asset Management.
Bagi Taufan, posisi tersebut merupakan kelanjutan dari perjalanan panjang yang dimulai sejak ia berkeliling Lombok menjajakan koran lebih dari dua dekade lalu.
"Tempatkan saya di tempat yang paling banyak tantangannya, yang paling banyak masalahnya," kata Taufan, saat mengingat jawaban yang ia sampaikan saat proses wawancara di Danantara.
Dari seorang pemuda yang pulang kampung karena kondisi keluarga, memasarkan koran, pengusaha event organizer, promotor pariwisata daerah, hingga kini menjadi pejabat Danantara, Taufan melihat seluruh perjalanan kariernya sebagai rangkaian proses yang tidak bisa dilewati secara instan.
Perjalanan itu dimulai dari jalan-jalan kecil di Lombok, lalu membawanya menuju salah satu lembaga yang kini menjadi tengah sorotan publik nasional.
"Saya hanya orang biasa, orang-orang kelas biasa saja, yang kebetulan Allah menganugerahkan saya kesempatan untuk berkarier di sini (Danantara)," ucap Taufan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Jalan Panjang Taufan Rahmadi, Pasarkan Koran hingga Jadi Pejabat Danantara
Taufan Rahmadi melalui perjalanan panjang selama 23 tahun dari memasarkan koran di Lombok hingga menjadi SVP Danantara. [1,047] url asal
#inspirasi #kisah-sukses #danantara-indonesia
(Kompas.com - Money) 08/06/26 09:21
v/243041/
JAKARTA, KOMPAS.com - Dua puluh tiga tahun lalu, Taufan Rahmadi berkeliling Pulau Lombok dengan sepeda motor menawarkan koran dari rumah ke rumah. Saat itu, ia hanya berusaha mencari pekerjaan setelah pulang kampung dan membantu keluarga yang sedang menghadapi masa sulit.
Kini, pria kelahiran Mataram, 15 September 1974 itu menduduki posisi Senior Vice President (SVP) Brand Management Danantara Asset Management, salah satu jabatan strategis di lingkungan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia.
Perjalanan dari "loper koran" hingga menjadi pejabat di lembaga pengelola investasi negara itu tidak berlangsung singkat. Kariernya dibangun melalui proses panjang selama lebih dari dua dekade, dimulai dari pekerjaan sederhana yang mempertemukannya dengan banyak orang di Lombok pada 2003.
"Sekitar 23 tahun kalau dihitung dari saya mulai menjadi loper koran sampai sekarang," ujar Taufan kepada Kompas.com, dikutip Senin (8/6/2026).
Taufan menghabiskan masa sekolahnya di Jawa. Ia merupakan alumnus SMA Negeri 3 Yogyakarta dan kemudian menyelesaikan pendidikan di Jurusan Hubungan Internasional Universitas Airlangga, Surabaya.
Namun, setelah menyelesaikan kuliah, ia diminta pulang ke Lombok karena kondisi keluarganya saat itu sedang mengalami kesulitan. Setibanya di kampung halaman, Taufan justru menghadapi kenyataan baru: mencari pekerjaan ternyata tidak mudah.
Ia sempat mencoba berbagai pekerjaan, termasuk menjadi pemandu wisata. Hingga akhirnya seorang senior yang baru merintis surat kabar Suara NTB mengajaknya membantu distribusi koran.
Tawaran itu diterimanya. Setiap pagi, Taufan mengendarai sepeda motor Suzuki Spirit-nya menyusuri berbagai wilayah di Lombok untuk mengantarkan sekaligus mencari pelanggan baru.
Persaingan saat itu tidak mudah. Suara NTB masih menjadi koran baru yang harus bersaing dengan media yang lebih dulu dikenal masyarakat.
Alih-alih menawarkan langganan secara langsung, Taufan memilih pendekatan yang berbeda.
Ia mendatangi calon pelanggan, duduk bersama mereka di berugak atau gazebo khas Lombok, menikmati kopi sambil berbincang mengenai isu-isu yang sedang berkembang.
Jika yang ditemuinya pelaku pariwisata, ia membahas perkembangan wisata. Jika seorang tokoh politik, pembicaraan mengarah ke isu politik. Setelah percakapan terjalin, barulah ia memperkenalkan koran yang dibawanya.
"Saya tidak langsung menjual koran, tapi membangun silaturahmi. Di Lombok itu ada budaya ngopi pagi, jadi dibuka dengan diskusi kecil terkait isu-isu yang ada di koran yang saya bawa, nah dari situ komunikasi berjalan," ucapnya.
Dok. Pribadi Taufan Rahmadi, Senior Vice President (SVP) Brand Management Danantara Asset Management sedang bersalaman dengan Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria.Cara tersebut perlahan berhasil memperluas jaringan pelanggan sekaligus memperkenalkan dirinya kepada banyak kalangan di Lombok.
Di tengah kesibukan memasarkan koran, Taufan melihat peluang lain. Ia mulai sering diminta membantu berbagai kegiatan dan acara di Lombok.
Kesempatan itu kemudian mendorongnya mendirikan event organizer (EO) kecil-kecilan sekitar 2005.
Usahanya dimulai dari bawah. Acara yang ditanganinya bukan konser besar atau pameran nasional, melainkan kegiatan masyarakat seperti syukuran keberangkatan haji, dokumentasi acara duka, hingga berbagai pagelaran budaya.
Meski sederhana, pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk memahami dunia event dan komunikasi.
Melalui EO itu pula, Taufan semakin banyak berinteraksi dengan pejabat daerah, pelaku usaha, perbankan, hingga komunitas seni dan budaya.
"Di dunia event itu, salah satu keuntungannya adalah kita bisa berkomunikasi
dengan banyak orang tanpa dibatasi struktur formal, karena kita bicara kreativitas dan ide diskusi," kata dia.
Seiring waktu, EO yang dirintisnya mulai dipercaya menangani kegiatan yang lebih besar. Jaringannya juga berkembang setelah bergabung dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) pada 2007.
Dari organisasi tersebut, Taufan mulai membangun relasi hingga tingkat nasional. Kesempatan demi kesempatan pun berdatangan.
Ia dipercaya menjadi show director berbagai acara besar, mulai dari Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional di Bengkulu, SEA Games Jakarta-Palembang, hingga sejumlah event nasional dan internasional lainnya.
Ketika kariernya mulai berkembang di Jakarta, Taufan justru mendapat panggilan untuk kembali ke daerah asalnya.
Pada 2013, Gubernur Nusa Tenggara Barat saat itu, TGH Muhammad Zainul Majdi, memintanya pulang untuk membantu pengembangan pariwisata daerah.
Setahun kemudian, ia dipercaya menjadi Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB.
Jabatan tersebut ternyata tidak datang bersama kenyamanan. Pada hari pertama menjabat, Taufan mengaku langsung menghadapi aksi penolakan dari sejumlah pihak yang meragukan kapasitasnya.
Rumahnya bahkan sempat beberapa kali diteror. Namun, ia memilih menjawab keraguan itu melalui kinerjanya.
Salah satu terobosan yang dilakukannya adalah menggandeng Garuda Indonesia untuk mempromosikan pariwisata NTB melalui penerbangan maskapai tersebut. Pada 2014, ia juga menggagas "Catwalk In The Air: Lombok Sumbawa di Langit Indonesia", peragaan busana budaya NTB yang digelar di dalam pesawat.
Setahun kemudian, Lombok meraih penghargaan World Best Halal Tourism Destination dan World Best Halal Honeymoon Destination dalam ajang World Halal Travel Awards di Abu Dhabi.
Pencapaian itu menjadi titik balik yang mengangkat nama Lombok di panggung pariwisata dunia.
Kesuksesan mempromosikan NTB mengantarkan Taufan ke tingkat yang lebih tinggi.
Pada 2016, ia ditunjuk menjadi staf Menteri Pariwisata Arief Yahya untuk mengawal pengembangan 10 destinasi prioritas nasional, termasuk Mandalika.
Ia kemudian terus berkecimpung dalam berbagai program pengembangan pariwisata, menjadi penulis, hingga terlibat dalam penyusunan gagasan sektor pariwisata nasional.
Pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Taufan bahkan pernah dipercaya menjadi juru bicara bidang pariwisata untuk pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.
Usai Pilpres, Taufan kembali aktif memberikan masukan terkait pengembangan pariwisata nasional. Ia bahkan menerbitkan buku Protokol Destinasi pada masa pandemi Covid-19.
Pada Pilpres 2024, ia pun kembali terlibat dalam tim pemenangan Prabowo Subianto dan
Gibran Rakabuming Raka sebagai Dewan Pakar bidang pariwisata. Ia menyusun gagasan kebijakan pariwisata yang menjadi bagian dari program pasangan tersebut.
Sampai akhirnya pada 2026, Taufan mendapat kesempatan bergabung dengan Danantara.
Ia mengikuti proses seleksi yang berlangsung dalam beberapa tahap sebelum akhirnya dipercaya menjadi SVP Brand Management Danantara Asset Management.
Bagi Taufan, posisi tersebut merupakan kelanjutan dari perjalanan panjang yang dimulai sejak ia berkeliling Lombok menjajakan koran lebih dari dua dekade lalu.
"Tempatkan saya di tempat yang paling banyak tantangannya, yang paling banyak masalahnya," kata Taufan, saat mengingat jawaban yang ia sampaikan saat proses wawancara di Danantara.
Dari seorang pemuda yang pulang kampung karena kondisi keluarga, memasarkan koran, pengusaha event organizer, promotor pariwisata daerah, hingga kini menjadi pejabat Danantara, Taufan melihat seluruh perjalanan kariernya sebagai rangkaian proses yang tidak bisa dilewati secara instan.
Perjalanan itu dimulai dari jalan-jalan kecil di Lombok, lalu membawanya menuju salah satu lembaga yang kini menjadi tengah sorotan publik nasional.
"Saya hanya orang biasa, orang-orang kelas biasa saja, yang kebetulan Allah menganugerahkan saya kesempatan untuk berkarier di sini (Danantara)," ucap Taufan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Prabowo Puji Perusahaan RI Go Global, Sebut Mayora dan Indofood
Prabowo memuji sejumlah perusahaan Indonesia yang mampu bersaing hingga menembus pasar internasional, misalnya Mayora Indah dan Indofood Sukses Makmur. [197] url asal
#prabowo-subianto #mayora #indofood #ekspor #produk-lokal #kopi #prabowo-sukses #indomie #torabika #indonesia #rapat-paripurna-dpr #mayora-indah-tbk #bogasari #danisa #beng-beng #kopiko #roma
(CNN Indonesia - Ekonomi) 20/05/26 12:00
v/226127/
Presiden Prabowo Subianto memuji sejumlah perusahaan lokal Indonesia yang mampu bersaing hingga menembus pasar internasional. Dua perusahaan yang dicontohkan Prabowo sukses merambah pasar global adalah PT Mayora Indah Tbk dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk.
Mayora merupakan produsen kopi Torabika, Roma, Beng-Beng, Kopiko, Danisa, dan lain-lain. Sedangkan Indofood adalah induk dari Indomie, Pop Mie, Chitato, Bogasari, dan berbagai bisnis pangan lainnya.
"Kita harus mengekui prestasi banyak perusahaan kita yang bisa bersaing di tingkat global," kata Prabowo ketika berpidato di Rapat Paripurna DPR, Rabu (20/5).
"Bagaimana pun perusahaan seperti Indofood sudah dipasarkan di seluruh dunia. Kalau saya ke Eropa, banyak orang Eropa nyarinya Indomie. Bahkan, orang Afrika menganggap itu produk mereka," imbuhnya.
Prabowo juga menyinggung keberhasilan Mayora dalam memasarkan produk permennya, Kopiko, ke berbagai negara. Ia bahkan bercanda menyebut ada andil dirinya dalam mempromosikan produk kopi lokal.
"Mayora berhasil memasarkan Kopiko ke ke lebih dari 100 negara, karena mereka memiliki brand ambassador, presidennnya juga mendorong minum kopi di mana-mana," ujarnya.
Tak lama setalh itu, Prabowo menunjukkan gestur celingak-celinguk seolah mencari sesuatu di mimbar.
"Oh ada! Saya mohon izin, boleh saya minum, ibu ketua (DPR)? Presidennya peminum kopi," ujar Prabowo disambut tawa anggota dewan.
CBDK Siapkan Buyback Rp250 Miliar usai Saham Anjlok hingga 50 Persen
PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) berencana melaksanakan pembelian kembali (buyback) saham dengan biaya direncanakan sebanyak-banyaknya sebesar Rp250 miliar. [356] url asal
#cbdk #buyback-saham-cbdk #bangun-kosambi-sukses #buyback-saham
(IDX-Channel - Market News) 19/05/26 19:50
v/225372/
IDXChannel - PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) berencana melaksanakan pembelian kembali (buyback) saham dengan biaya direncanakan sebanyak-banyaknya sebesar Rp250 miliar.
"Pembelian kembali saham perseroan akan dilaksanakan terhitung sejak tanggal 20 Mei 2026 hingga 19 Agustus 2026," ujar manajemen CBDK dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa (19/5/2026).
Manajemen CBDK mengungkapkan, alasan dilakukannya buyback saham ini adalah perseroan berkomitmen untuk menjaga keyakinan terhadap nilai pertumbuhan jangka panjang. Langkah ini dilakukan bukan karena adanya penurunan kinerja maupun pelemahan fundamental perseroan.
"Perseroan tetap memiliki kondisi keuangan yang sehat, kinerja operasional yang stabil, serta prospek usaha jangka panjang yang baik," katanya.
Pada saat keterbukaan informasi ini disampaikan, pergerakan harga saham CBDK dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara year to date (ytd) mencerminkan rentang penurunan. Terhitung sejak awal tahun berjalan hingga 18 Mei 2026, harga saham CBDK tercatat mengalami penurunan dalam kisaran hingga 50 persen, sementara pada periode yang sama IHSG mencatatkan penurunan dalam kisaran hingga 25 persen.
Sehubungan dengan kondisi tersebut, kata manajemen CBDK, buyback saham dimaksudkan untuk membantu mengurangi tekanan jual di pasar pada saat indeks harga saham sedang berfluktuasi, sekaligus memberikan indikasi kepada investor bahwa perseroan memandang harga saham saat ini belum sepenuhnya mencerminkan fundamental dan nilai intrinsik perseroan.
"Buyback saham merupakan langkah perseroan dalam merespons kondisi pasar modal yang berfluktuasi, khususnya pergerakan IHSG yang dipengaruhi oleh faktor eksternal dan sentimen pasar," ujarnya.
Melalui pelaksanaan buyback saham, perseroan bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara fundamental perseroan dan kondisi pasar, mengoptimalkan struktur permodalan, serta mempertahankan tingkat kepercayaan pemegang saham dan pemangku kepentingan terhadap perseroan.
Pelaksanaan buyback saham ini didukung oleh tingkat likuiditas perseroan yang memadai dan dilakukan tanpa mengganggu kondisi keuangan, kegiatan operasional, maupun rencana investasi perseroan, yang mencerminkan perseroan berada dalam kondisi keuangan yang sehat.
Dalam melakukan buyback saham, perseroan akan tetap memperhatikan batasan maksimum yang diperkenankan dalam pelaksanaan pembelian kembali saham sebagaimana diatur dalam Pasal 8 POJK 13/2023 dan Pasal 14 POJK 29/2023 dan jumlah saham yang beredar yang harus dipenuhi oleh Perseroan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sebagai informasi, saham CBDK pada sore hari ini ditutup turun 140 poin atau 3,29 persen ke level Rp4.110 per saham.
(Dhera Arizona)
Ini 6 Kebiasaan yang Bisa Bikin Kaya Raya dan Jutawan
Riset Tom Corley mengungkap ada 6 kebiasaan jutawan yakni menetapkan tujuan jelas, belajar seumur hidup, hidup hemat, membangun relasi, mengambil risiko terukur, dan menjaga pola pikir positif. [960] url asal
#kebiasaan-kaya #jutawan-sukses #riset-rich-habits #mindset-jutawan #tujuan-keuangan #wirausahawan-kaya #hidup-hemat #relasi-strategis #risiko-terukur #pola-pikir-positif #kesehatan-fisik #pendidikan-m
(Bisnis.Com - Finansial) 13/05/26 05:05
v/219583/
Bisnis.com, BANDA ACEH — Riset selama lima tahun terhadap 233 individu kaya, 177 di antaranya adalah jutawan yang membangun kekayaan dari nol, mengungkap bahwa ada enam kebiasaan harian yang secara konsisten membedakan mereka dari orang-orang yang hidup dalam kemiskinan.
Temuan tersebut berasal dari studi Rich Habits yang dilakukan oleh Tom Corley, seorang CPA (Certified Public Accountant) sekaligus Certified Financial Planner dan penulis buku Rich Habits: The Routines Millionaires Use Daily That Will Help You Build Wealth.
Riset itu juga mencatat fakta mencolok, wirausahawan yang menerapkan kebiasaan-kebiasaan ini mampu mencapai kekayaan bersih rata-rata sebesar 7,4 juta dolar AS hanya dalam 12 tahun. Jauh lebih cepat dibanding mereka yang hanya mengandalkan menabung dan berinvestasi sebagai karyawan, yang rata-rata membutuhkan 32 tahun untuk mengumpulkan 3,3 juta dolar AS.
Orang kaya tidak memandang kekayaan sebagai hasil keberuntungan semata. Dalam studi Rich Habits, para jutawan yang membangun kekayaan sendiri memiliki mindset "do it now". Sebuah cara berpikir yang mendorong tindakan segera untuk menjaga momentum. Mereka mendefinisikan tujuan keuangan dengan jelas dan mengejarnya setiap hari, bukan menunggu momen yang tepat.
Pola pikir inilah yang membedakan cara orang kaya dan orang biasa dalam memandang uang dan peluang.
Sementara wirausahawan kaya hidup hemat bukan untuk menabung, melainkan untuk memaksimalkan laba yang kemudian diputar kembali ke dalam bisnis, baik untuk pemasaran, pengembangan produk, maupun penambahan tenaga kerja.
Orang-orang dengan kondisi finansial lebih rendah dalam studi yang sama justru menghabiskan lebih dari satu jam per hari untuk aktivitas yang tidak produktif seperti menonton TV, bermain media sosial, atau kegiatan online yang membuang waktu.
Kebiasaan finansial orang kaya bukan sekadar soal berapa banyak uang yang dimiliki, melainkan soal bagaimana uang itu dikelola, diputar, dan dikembangkan setiap harinya. Sebuah pola yang terbentuk dari rutinitas yang dijalankan secara disiplin dan konsisten.
Simak enam kebiasaan agar cepat kaya:
1. Menetapkan Tujuan yang Jelas dan Dapat Dilaksanakan
Dalam studi Rich Habits, 80% jutawan yang membangun kekayaan sendiri menetapkan tujuan jangka panjang yang spesifik dan berfokus pada tujuan tersebut setiap hari. Bagi wirausahawan, ini berarti mendefinisikan visi yang jelas, baik itu meluncurkan produk baru, meraih target pendapatan tertentu, maupun memperluas pasar, lalu memecahnya menjadi tugas-tugas bulanan dan harian yang konkret.
Para jutawan ini juga menerapkan mantra harian "lakukan sekarang" yang mendorong tindakan segera untuk menjaga momentum bisnis. Tanpa tujuan yang jelas, energi dan sumber daya mudah tercecer ke aktivitas yang tidak memberi dampak nyata.
2. Berkomitmen pada Pembelajaran Sepanjang Hayat
Wirausahawan sukses adalah pelajar seumur hidup. Studi Rich Habits mencatat bahwa 88% jutawan mendedikasikan setidaknya 30 menit setiap hari untuk pendidikan mandiri, membaca buku pengembangan diri atau mengikuti tren industri. Pengetahuan inilah yang membuat mereka tetap kompetitif di tengah perubahan pasar yang terus bergerak.
Kontrasnya cukup tajam, 77% dari individu berpenghasilan rendah dalam studi yang sama menghabiskan lebih dari satu jam per hari untuk aktivitas seperti menonton TV, streaming, membaca fiksi, atau berselancar di media sosial. Mengganti 30 menit waktu tidak produktif dengan membaca buku bisnis atau mendengarkan podcast industri bisa menjadi titik balik yang signifikan.
3. Hidup Hemat untuk Memutar Kembali Keuntungan
Disiplin finansial adalah fondasi penting kekayaan. Jutawan tipe penabung-investor membangun kekayaan dengan cara berhemat untuk bisa menyisihkan 20% atau lebih dari penghasilan bersih mereka, kemudian diinvestasikan secara cermat. Wirausahawan kaya punya pendekatan yang sedikit berbeda.
Mereka tetap berbagi kebiasaan berhemat yang sama, namun tujuannya bukan untuk menabung, melainkan untuk memaksimalkan laba yang kemudian diputar kembali ke dalam bisnis, baik untuk pemasaran, pengembangan produk, maupun rekrutmen.
Agar bisa hidup hemat, formula yang disarankan adalah mengalokasikan tidak lebih dari 25% penghasilan bersih untuk tempat tinggal, 15% untuk makanan, 10% untuk hiburan, dan 5% untuk liburan.
4. Membangun Relasi yang Kuat dan Strategis
Jaringan relasi adalah salah satu aset terbesar jutawan. Dalam studi Rich Habits, 93% jutawan yang memiliki mentor mengakui bahwa mentor mereka berperan hampir sepenuhnya dalam keberhasilan hidup mereka. Mentor tidak hanya memberikan panduan, mereka juga berbagi proses yang terbukti berhasil, mengajarkan kebiasaan yang mengotomasi kesuksesan, dan membuka akses ke lingkaran dalam para pelaku berpengaruh.
Wirausahawan kaya juga secara aktif meluangkan waktu untuk membangun "Power Relationships", relasi yang dibangun bersama rekan-rekan optimistis dan berorientasi pada keberhasilan. Mereka juga aktif menjadi mentor bagi orang lain sebagai cara memperluas jaringan sekaligus mempertajam strategi bisnis mereka sendiri.
5. Mengambil Risiko yang Terukur
Kewirausahaan tidak lepas dari risiko, namun para wirausahawan sukses tidak mengambil risiko secara sembarangan. Mereka melakukan riset mendalam dan membuat keputusan berdasarkan data sebelum melangkah.
Dalam studi Rich Habits, 27% jutawan pernah mengalami kegagalan bisnis setidaknya sekali, namun mereka belajar dari setiap kemunduran dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Mereka menghindari langkah-langkah spekulatif yang ceroboh, dan sebaliknya mengandalkan riset pasar, bimbingan mentor, serta analisis kompetitif untuk menangkap peluang yang luput dari perhatian orang lain. Sebelum meluncurkan sebuah usaha, menjalankan program percontohan (pilot) berskala kecil adalah cara efektif untuk meminimalkan risiko.
6. Menjaga Pola Pikir Positif dan Kesehatan Fisik
Pola pikir yang positif dan kondisi fisik yang prima adalah bahan bakar stamina dan daya tahan wirausahawan. Dalam studi Rich Habits, para jutawan menerapkan "rich thinking", mengendalikan emosi negatif dan mempertahankan optimisme di tengah tekanan. Sikap mental ini bukan hanya soal perasaan, melainkan secara langsung memengaruhi kualitas pengambilan keputusan dan ketahanan menghadapi tantangan.
Secara fisik, 76% jutawan dalam studi tersebut berolahraga secara teratur untuk menjaga energi dan fokus. Aktivitas fisik 30 menit setiap hari, baik berupa jalan kaki, yoga, latihan beban, maupun latihan ketahanan, dikombinasikan dengan praktik rasa syukur, terbukti membantu mempertahankan positivitas yang dibutuhkan dalam perjalanan panjang membangun kekayaan.
Membangun kekayaan adalah proses dua langkah: menciptakannya dan mempertahankannya.
Kewirausahaan, bila dijalankan dengan kebiasaan-kebiasaan yang tepat adalah mesin yang menggerakkan kedua langkah tersebut lebih cepat dari jalur mana pun. Namun bahkan jalur tercepat ini pun membutuhkan waktu, rata-rata 12 tahun untuk mencapai kekayaan bernilai jutaan dolar. Yang membedakan mereka yang berhasil adalah konsistensi dalam menjalankan keenam kebiasaan ini, setiap harinya.
#50 tag sepekan
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56